Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Diskusi Pra-Muktamar NU Ke-33 Akan Bahas Ahlus Sunnah Versi An-Nahdhiyah

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Juni 2015 06:30 6:30 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Juni 2015 06:30
Bagikan
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir menghadiri peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-89 dan Launching Muktamar ke 33 yang digelar di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jalan Kramat Raya Jakarta pada Hari Sabtu, 31 Januari 2015
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf menyampaikan bahwa diskusi pra Muktamar NU yang harus dilaksanakan oleh Steering Committee (panitia pengarah) masih ada sekali lagi yaitu diskusi terakhir yang akan fokus membahas tentang Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdhiyah.

“Kenapa kita mengatakan Aswaja an-Nahdhiyah? Karena banyak orang yang dulu tidak suka dengan istilah itu justru sekarang juga memakai istilah itu. Padahal dulu memusuhi NU. Jadi, sekarang kita tambahin saja dengan an-Nahdhiyah yaitu Aswaja versi kita an-Nahdhiyah,” jelas Effendy kepada hidayatullah.com, saat ditemui di Kantor PBNU Jakarta, Jum’at (05/06/2015).

“Termasuk juga kaitannya dengan pemahaman sumber-sumber Islam yang dijadikan rujukan NU yaitu al-Qur’an, hadits, ijma’, qiyas serta metodologi-metodologi lainnya,” imbuh Effedy yang juga Ketua Steering Committee.

Sebab, menurut Effendy warga NU adalah orang yang rendah hati untuk mengatakan tidak bisa mengambil hukum langsung hanya dari nash al-Qur’an dan Hadist. Itu karena keadaan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dan Islam berada di tempat yang berbeda-beda.

“Nah, kalau ada pihak yang mengatakan hanya boleh mengambil sumber hanya dari nash al-Qur’an dan Hadits saja ya monggo, silahkan,” cetus Effendy.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kalau warga NU, menurut Effendy, tidak sanggup seperti itu sebab warga NU sangat lekat dengan kondisi setempat maupun situasi yang selalu berubah-ubah itu.

“Saya katakan hukum itu adanya berdasarkan ilatnya sebab adanya wujudnya maupun tidak adanya berdasarkan ilatnya, dan juga tentang al’arof terhadap isyarat, itu juga disebut hukum,” paparnya.

Effendi menyampaikan jika diskusi pra Muktamar NU yang diadakan oleh SC itu sebanyak empat kali dengan tempat dan pembahasan yang berbeda-beda di antaranya, pertama di Lombok Raya membahas tentang ahlul hali wal aqdi, kedua di Makasar membahas tentang Islam nusantara dan perkembangannya di Indonesia, ketiga di Medan membahas tentang kedaulatan ekonomi dan pemerataannya.

“Dan diskusi yang terkahir membahas tentang Ahlus Sunnah Wal Jama’ah versi an-Nahdhiyah (NU), yang insyaAllah akan dilaksanakan bersamaan dengan acara Munas Ulama NU dan Rapat Akbar Gerakan Pemuda Anshor di Jakarta pada 12 Juni 2015. InsyaAllah akan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden,” papar Effendy.

Selain itu, Effendy juga menyampaikan perihal yang berhubungan dengan kepanitiaan. Dimana, katanya, kepanitiaan dibagi menjadi 2 bagian yaitu panitia pusat dan panitia daerah yang terdiri dari Steering Committee (Panitia Pengarah) dan Organizing Committee (Panitia Pelaksana).

“SC itu menyiapkan materi-materi termasuk diskusi-diskusi yang dilakukan pra-Muktamar dan OC mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan masalah tehnis seperti konsumsi, akomodasi, transportasi dan sebagainya,” jelas Effendy.

Effendi mengungkapkan jika sudah terjalin koordinasi yang baik antara panitia pusat dengan panitia daerah, sehingga persiapannya sudah sangat lengkap dan matang. Menurutnya, tinggal veneu saja yang harus disiapkan untuk tempat sidang muktamar yang sifatnya pleno maupun komisi.

“Untuk sidang komisi tempatnya akan dilaksanakan di empat lokasi, yaitu pesantren Tambak beras, Tebu ireng, Ndjoso sama Denanyar. Keempat pesantren tersebut memang pesantren yang banyak melahirkan kader didikan dari para Muasyis NU,” pungkas Effendy.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlus Sunnah Wal Jama’ahAn NadhiyyahASWAJAMuktamar NUMuktamar NU ke-33Nahdhatul Ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua PBNU: RUU PUB Jangan Sampai Disalahgunakan Oknum Membuat Proyek
Tulisan selanjutnya Menulis Bagian Dari Pilar Peradaban Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?