Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amman Setuju Tariq Aziz, Menlu Iraq Era Saddam Hussein, Dimakamkan di Yordania

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Juni 2015 12:10 12:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Juni 2015 12:08
Bagikan
Tariq Aziz semasa rezim Saddam Hussein.
Bagikan

Hidayatullah.com—Tariq Aziz, yang mewakili rezim Saddam Hussein di kancah dunia selama bertahun-tahun, telah meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Iraq, kata pejabat Baghdad. Pemerintah Amman telah menyetujui pemakamannya di Yordania.

Hari Sabtu (6/6/2015) Pemerintah Amman mengatakan bahwa Aziz akan dimakamkan di wilayahnya, setelah menyetujui permintaan dari keluarganya yang ingin bekas penasihat Saddam Hussein itu dimakamkan di Yordania.

“Pemerintah Yordania telah menerima permintaan dari keluarga Tariq Aziz untuk membawa mayatnya guna dikuburkan di sini di Yordania atas dasar kemanusiaan,” kata seorang pejabat seperti dikutip AFP.

Yordania sedang dalam proses menghubungi pihak Iraq terkait hal tersebut.

Putra Aziz, Ziad, kepada AFP mengatakan bahwa keluarganya belum mendengar dari pemerintah Iraq atau kedutaannya di Amman tentang apakah mereka dapat mengambil mayatnya atau menguburkannya di Yordania.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan dia hanya tahu di mana keberadaan jasad ayahnya hanya lewat informasi dari televisi Iraq, bahwa mayatnya telah dipindahkan ke Nasiriyah, tempat di mana ayahnya dipenjara.

“Tapi tidak seorang pun yang menghubungi ibu saya yang sekarang sedang berada di Baghdad untuk mengetaui apakah dia bisa mengambil jasadnya,” imbuh Ziad.

Aziz meninggal karena serangan jantung.

Sejak lama kondisi kesehatannya buruk, dia menderita gangguan pada pernafasan dan jantungnya, tekanan darah tinggi serta diabetes. Keluarganya berulangkali meminta agar Aziz dikeluarkan dari penjara.

Aziz, 79, dulu menjabat sebagai menteri luar negeri dan wakil perdana menteri, merupakan orang dekat dan penasihat Saddam Hussein.

Aziz, yang ketika itu menjabat menteri luar negeri, menyerahkan diri kepada tentara Amerika satu bulan setelah Washington memulai invasinya ke Iraq Maret 2003 guna menyingkirkan Saddam Hussein. Pada tahun yang sama keluarga Aziz menyelamatkan diri ke Yordania dan mereka tinggal di ibukota Amman sejak itu.

Aziz menunggu eksekusi mati sejak Oktober 2010, setelah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung dalam dakwaan pembunuhan dan kejahatan atas kemanusiaan, memburu politisi-politisi dari partai agama Iraq. Sebagaimana diketahui, kekuasaan Iraq diserahkan Amerika ke tangan politisi Syiah setelah rezim Saddam Hussein jatuh.

Seorang pejabat kesehatan setempat mengatakan kepada wartawan bahwa Aziz dibawa ke rumah sakit dari penjara setelah mengalami serangan jantung. Laporan-laporan awal di media menyebutkan Aziz meninggal di penjara.

Istri Aziz, Violet, mengunjunginya di penjara pada hari Kamis (4/6/2015), kata putri mereka Zeinab kepada Associated Press.

Dia mengatakan ayahnya mengalami stroke beberapa kali sehingga harus duduk di kursi roda dan tidak bisa berbicara ketika istrinya mengunjunginya di penjara.

“Dia tidak bisa bergerak. Dia tidak bisa bicara. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia hanya memandangi (istri)nya,” imbuhnya. “Sungguh sangat menyedihkan dia harus pergi dengan cara seperti ini.”

Aziz, yang fasih berbicara dalam bahasa Inggris, mudah dikenal sosoknya sebagai menteri luar negeri Iraq semasa Perang Teluk 1991 dengan kacamata berframe tebal dan cerutu di mulutnya.

Aziz, seorang penganut Kristen, meskipun memegang jabatan penting dianggap bukan termasuk bagian lingkaran dalam Saddam, oleh karenanya Amerika Serikat tidak memasukkannya ke dalam daftar pejabat rezim Saddam Hussein yang paling diburu.

Sebelum invasi Amerika Serikat ke Iraq, Aziz bertemu dengan Paus Paulus II di Vatikan guna meminta pemimpin Katolik itu menggunakan pengaruhnya membujuk Amerika Serikat supaya tidak menyerang Iraq dan menyerukan perdamaian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Harus Merintis Budaya Ilmu dengan Menulis
Tulisan selanjutnya Jangan Lagi Memperalat Pancasila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?