Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tunisia Selamatkan Ratusan Migran, Termasuk Bayi Usia 2 Bulan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juni 2015 12:22 12:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juni 2015 11:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Angkatan Laut Tunisa menyelamatkan 356 migran, termasuk seorang bayi perempuan berusia 2 bulan, di lepas pantai sebelah tenggara dekat Ben Guerdane, kata Palang Merah.

Ammar Lamloum, seorang staf Palang Merah, mengatakan kepada AFP bahwa mereka terdiri dari migran, kebanyakan dari Afrika, yang diselamatkan saat berusaha mencapai Pulau Lampedusa, Italia.

“Mereka sekarang berada di pelabuhan di Ben Guerdane, kata Lamloun sepertidikutip Aljazeera Rabu (10/6/2015).

Tunisia dan Italia bekerjasama menyelamatkan para migran yang terkatung-katung di Laut Tengah, yang berangkat dari pelabuhan di Libya berusaha menuju Eropa

Empat dari migran yang diselamatkan, termasuk seorang wanita hamil, saat ini sedang dirawat di rumah sakit, kata Lamloun, seraya menambahkan ada 38 perempuan dan 7 anak lainnya di atas kapal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kapal kecil itu berangkat dari Libya dengan mengangkut migran asal Sub-Sahara, Suriah, Maroko dan Mesir. Mesin kapal mati ketika berada di wilayah laut Tunisia.

“Banyak orang yang telah diselamatkan dan berbicara kepada saya merasa senang, sebab mereka telah diselamatkan dan tidak tenggelam seperti banyak orang lainnya di Laut Tengah,” kata wartawan Aljazeera Nazanine Moshiri dari Tunis.

“Tetapi begitu euforia usai, mereka baru menyadari bahwa mereka berada kembali di tempat di mana mereka berangkat, kembali ke Afrika.”

Pada bulan April dan Mei, kapal-kapal Tunisia menyelamatkan lebih dari 450 migran yang mencoba perlayaran berbahaya itu.

Pantai Libya sepanjang 1.770 kilometer menjadi batu loncatan bagi orang-orang Afrika yang ingin mencari penghidupan lebih baik di Eropa. Kebanyakan dari mereka berusaha menuju Pulau Lampedusa, Italia, yang berada 300 km dari pantai Libya.

Jumlah migran yang ingin menyeberang bertambah beberapa tahun belakangan, seiring dengan konflik berdarah yang terjadi di sejumlah negara Afrika dan Timur Tengah.

Satu-satunya pihak yang mengambil keuntungan banyak dari kondisi itu adalah kawanan penyelundup manusia.

Jumlah migran yang memasuki Uni Eropa secara ilegal pada tahun 2014 bertambah tiga kali lipat menjadi 276.000, menurut Frontex, dinas perbatasan UE. Hampir 220.000 dari mereka menuju Eropa melalui Laut Tengah.

Internasional Organisation for Migration mengatakan pada bulan April 2015 sekitar 1.750 migran tewas saat menyeberangi Laut Tengah. Angka itu 30 kali lebih banyak dibanding periode yang sama tahun 2014.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelatihan Pemikiran Islam di Berbagai Kota (habis) -2
Tulisan selanjutnya Studi Terbaru: Manfaat Kopi Bisa Redam Stres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Maroko dan Zionis ‘Israel’ Sepakat untuk Buka Kedubes di Masing-Masing Negara

Berita
17 September 2026 13:48
Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
Ledakan Terdengar di Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara
MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”

Terbaru

  • KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
  • Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
  • Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
  • Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
  • Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
  • Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab
  • Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh
  • Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan
  • Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
  • Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?