Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelecehan Seks Anak di Gereja Katolik Merupakan Kejahatan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 13 November 2013 21:54 9:54 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 13 November 2013 21:54
Bagikan
Para aktivis melakukan protes di depan gereja St Mary's di Sydney atas kasus pelecehan seks anak.
Bagikan

Hidayatullah.com–Parlemen di satu negara bagian di Australia yang sedang melakukan penyelidikan pelecehan seks anak di Gereja Katolik, Rabu (13/11/2013) merekomendasikan terhadap kasus tersebut, termasuk upaya menutup-nutupi, sebagai bentuk kejahatan.

Rekomendasi itu diajukan parlemen Victoria setelah melakukan penyelidikan yang berlangsung lama, dengan mendengarkan setidaknya 620 anak yang dilecehkan secara seksual oleh para pastor dan uskup sejak tahun 1930-an.

Dilaporkan Channel News Asia, Rabu (13/11/2013), pemimpin Katolik paling senior di Victoria dan Melbourne, Uskup Agung Denis Hart, sebelumnya mengaku pada sidang penyelidikan itu bahwa gereja terlalu lamban mengambil tindakan terhadap para imam pelaku pedofilia. Tetapi  ia menegaskan, sekarang kondisinya telah berubah.

Rekomendasi yang dimuat dalam laporan berjudul “Pengkhianatan terhadap Kepercayaan” itu menyebutkan,  kegagalan melakukan tindakan oleh gereja atas kasus pelecehan serius terhadap anak tersebut, harus ditindaklanjuti dengan penuntutan, yang langkah ini sulit dilakukan gereja berdasarkan keyakinan bahwa informasi yang dikumpulkan di bilik pengakuan dosa harus tetap rahasia.

Laporan ini juga merekomendasikan, menggauli anak merupakan tindakan ilegal, yang dalam undang-undang baru negara merupakan pelanggaran kriminal. Sehingga anak-anak yang dalam kondisi berisiko, memudahkan melakukan penuntutan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan juga menyarankan dibentuk satu lembaga hukum independen untuk mengawasi kasus pelecehan seksual, yang di dalamnya ada unsur pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan kalangan agama.

“Persoalan ini masih belum menjangkau organisasi-organisasi tepercaya yang dengan sengaja tidak melakukan tindakan atas dugaan kriminal pelecehan terhadap anak-anak,” kata laporan itu, yang saat ini berfokus pada gereja, tetapi juga akan menyelidiki kelompok-kelompok non-pemerintah lainnya.

“Telah ada bukti yang substansial dan kredibel berupa penyelidikan, dan akhirnya berupa konsesi yang dibuat oleh perwakilan badan-badan keagamaan, termasuk Gereja Katolik, bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah, tetapi dengan maksud untuk menyembunyikan kesalahan yang ada.”

Penyelidikan telah mendengar pengalaman yang mengerikan dan traumatis dari para korban pelecehan terhadap anak-anak yang dipelihara oleh organisasi non-pemerintah selama beberapa dekade hingga masa sekarang.

Sebelum tahun 1990-an, Gereja Katolik meremehkan kasus ini serta melindungi pelakunya guna menjaga citra gereja.

Ketua Komite Penyelidikan, Georgie Crozier mengatakan, anak-anak yang menjadi korban betul-betul mengalami penderitaan.

“Anak-anak dikhianati oleh tokoh-tokoh tepercaya dalam lembaga yang cukup terkenal, sehingga telah menimbulkan kerugian yang tak terbayangkan,” katanya.

“Orang tua dari anak-anak itu telah dikhianti di luar sepengetahuannya. Dan masyarakat juga dikhianati oleh kegagalan organisasi tersebut untuk melindungi anak-anak dalam perawatan mereka.”

Gereja Katolik di Australia, seperti juga di sejumlah negara lainnya di dunia, telah mengalami kontroversi berlarut-larut dalam menangani pelanggaran yang dilakukan para pastor dan uskup.

Komisi kerajaan nasional saat ini sedang berjalan, setelah selama satu dekade berada dalam tekanan untuk melakukan penyelidikan atas banyaknya kasus pedofilia  (pelecehan seks anak).*

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PERTI: Fatwa MUI Aspirasi Umat Islam Indonesia, Peringatan Asyuro Bisa Picu Konflik
Tulisan selanjutnya Inilah Sikap FUI Soal Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?