Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

FPI: Revolusi Mental Adalah Gerakan Komunis

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juni 2015 14:50 2:50 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2015 14:50
Bagikan
Muhsi Alatas
Bagikan

Hidayatullah.com– Revolusi mental adalah gerakan komunis, di mana hal itu merupakan hasil dari pemikiran Karl Marx.

Bahwa yang dimaksud dengan revolusi mental adalah bangsa atau masyarakat akan maju, tentram, sejahtera, makmur serta adil, apabila melepaskan diri dan mentalnya dari belenggu agama serta ketuhanan.

Demikian disampaikan Sekretaris Majelis Syuro DPP FPI, Habib Muhsin Alatas saat menjadi pembicara dalam acara diskusi bertema “Penistaan Agama Oleh Sipir Rutan KPK Dari Aspek Hukum Islam” di Kantor H. Djan Faridz Jalan Talang No.3, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/06/2015).

Pernyataan itu Muhsin sampaikan ketika dirinya sedang berdialog dengan salah satu pendeta bernama Gilbert melalui telephone. Di mana, ketika itu pendeta Gilbert sedang bertanya mengenai bagaimana kondisi bangsa Indonesia sekarang ini.

“Saat itu saya katakan kepada pendeta Gilbert bahwa kondisi bangsa ini sudah sangat memprihatinkan,” ungkap Muhsin kepada peserta diskusi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kita sebagai pemuka agama, lanjut Muhsin menjelaskan, baru saja disuguhkan oleh sebuah kenyataan ketika debat calon presiden. Di mana, saat itu salah satu calon presiden mengatakan, “Kalau saya menang dan menjadi presiden maka saya akan memberlakukan revolusi mental”.

“Saat itu, saya pun bertanya kepada pendeta Gilbert apakah dia paham dengan apa yang dimaksud revolusi mental itu. Dengan tegas pendeta Gilbert menjawab paham. Artinya, bahwa di negara ini, pelanggaran korupsi, hukum dan lain sebagainya akan diperbaiki. Berarti itu adalah upaya bagus,” kata Muhsin menceritakan ulang percakapannya dengan pendeta Gilbert.

Namun, saat itu Muhsin menegaskan jika sebenarnya revolusi mental itu adalah gerakan komunis. Di mana, lanjutnya, itu merupakan hasil dari pemikiran Karl Marx, bahwa yang dimaksud dengan revolusi mental adalah bangsa atau masyarakat akan maju, tentram, sejahtera, makmur serta adil, apabila melepaskan diri dan mentalnya dari belenggu agama serta ketuhanan.

“Dan ternyata hal itu terbukti. Setelah dilantik, beberapa menteri mulai berani merealisasikan apa yang menjadi program daripada revolusi mental, di antaranya membebaskan diri dan mental bangsa dari aturan agama dan ketuhanan, seperti pengkosongan kolom agama di dalam KTP, tidak boleh memulai pelajaran di sekolah dengan cara Islam dan seterusnya,” pungkas Muhsin.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FPIFront Pembela Islamkomunisrevolusi mental
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puasa Menjadi Tameng Saat Kiamat (3)
Tulisan selanjutnya Zaitun: Jangan Biarkan Penistaan Agama Terjadi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?