Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ormas Islam Jabar Anggap Laporan IJABI ke Komnas HAM Salah Alamat

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 19 November 2013 08:29 8:29 am
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 19 November 2013 08:29
Bagikan
Spanduk penolakan acara Syiah di Jawa Barat
Bagikan

Hidayatullah.com—Langkah Ikatan Jemaat  Ahlulbait Indonesia (IJABI) ke Komnas HAM dan Menko Polhukam karena merasa medapat  perlakuan diskriminatif atas gagalnya perayaan Asyuro di beberapa daerah mendapat tanggapan Ormas Islam di Jawa Barat.

Pimpinan Pusat Persaturan Islam (Persis) melalui Ketua Umumnya,Prof. KH.M.Abdurrahman menyatakan bahwa laporan IJABI tidak tepat dan tidak pada tempatnya.

Menurutnya perayaan Asyuro yang digelar kaum Syiah tersebut sudah melenceng jauh dari kaidah syar’iyah.Sehingga wajar jika ada penolakan oleh dari umat Islam khususnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah.  

“Mereka (Syiah) kalau mengaku umat Islam harusnya tidak merasa minoritas.Tetapi jika merasa minoritas berarti mereka (Syiah) sendiri mengakui ada yang beda dengan Ahlulus Sunah, kalau sama tidak mungkin ada penolakan,” imbuhnya kepada hidayatullah.com, Senin malam (18/11/2013).

Ia menambahkan seharusnya yang dilakukan kelompok Syiah adalah mengevaluasi diri dengan jujur dan terbuka atas sikap penolakan yang didapat, bukan menyalah pihak lain dan malah mencari dukungan Komnas HAM untuk mendapatkan simpati serta dukungan atas kekeliruaannya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Abdurahman sendiri berharap  pihak manapun yang mendapat aduan kelompok Syiah termasuk Komnas HAM harus mendengar dan mendapat penjelasan dari kelompok yang menolak (Sunni). Sehingga akan didapat informasi dan penjelasan yang seimbang

Hal senada juga diunggapkan Dewan Dakwah (DDII) Jabar. Sekretaris Umum DDII Jabar M.Roinul Balad yang menganggap aduan Ijabi ke Komnas Ham dan Menko Polhukam sebagai salah alamat.

Menurutnya penolakan perayaan Asyuro yang dilakukan masyarakat dan umat Islam tersebut tidak terdapat pelanggaran HAM sama sekali.Seharusnya,sambung Roin,IJABI lah yang harus introspeksi mengapa perayaan yang katanya ajaran Islam tersebut di tolak oleh umat Islam sendiri.

“Jika ada penolakan berarti ada yang salah atas esensi acara tersebut. Bukan malah menyalahkan pihak lain, IJABI (Syiah) harus sadar sebagai warga negara yang baik bahwa mereka juga mempunyai hak dan kewajiban. Hak menjalankan ibadah silakan tetapi kewajibannya adalah menjaga kondusivitas serta wajib menjaga kemurnian akidah Islam dan tidak melakukan penistaan ajaran agama lain, ”jelas Roin.

Asyuro,sambungnya,yang diyakini Ahlus Sunah Wal Jamaah adalah Shaum sunnah (10 Muharam) bukan meratapi kesyahidan seseorang khususnya Imam Husain.

Orang yang syahid termasuk Imam Husain telah bahagia di surga bukan malah ditangisi. Hal inilah telah terjadi penyimpangan dari peringatan Asyuro yang sebenarnya.

Roin menambahkan penolakan perayaan Asyuro bukan masalah mayoritas atau minoritas tapi masalah kebenaran yang diyakini umat Islam.Ia mengajak semua pihak dapat melihat persoalan tersebut secara jernih dengan kacamata syar’i.

Seperti beritakan sebelumnya Jalaluddin Rakhmat selaku Ketua Dewan Syuro Ijabi, mengatakan IJABI sedang menyusun laporan dan rencananya akan disampaikan ke Komnas HAM.

“Ini terkait peringatan Asyura di Bandung, artinya kita sudah mengikuti seluruh prosedur dan Kapolsek sudah menyatakan tidak keberatan, tetapi ternyata dipermasalahkan dan terpaksa pindah,” kata Jalaluddin  seperti dikutip dari laman BBC Indonesia.

Jalal menambahkan daerah lain seperti di Jakarta diserbu di saat-saat akhir acara, di Makassar juga diserbu dengan kelompok bersenjata tajam. Polisi datang terlambat walau ancaman sudah diketahui polisi sebelumnya, sehingga jatuh korban luka-luka.

Khusus di Bandung, sejumlah laporan menyebutkan bahwa Polrestabes Bandung tidak mengizinkan acara tersebut digelar di Gedung Istana Kana, Kawaluyaan, karena syarat perizinan dari penyelenggara dianggap tidak lengkap. Penyelenggara akhirnya memutuskan memindah lokasi ke SMA Muthahari milik Jalaluddin Rakhmat.

Seperti dihimpun dari berbagai sumber yang menyebutkan perayaan Asyuro oleh Kelompok Syiah mendapat penolakan sejumlah ormas Islam dan elemen masyarakat. Aksi tersebut seperti di Surabaya yang dibubarkan paksa oleh kelompok tertentu. Sementara di Makassar lokasi acara diserbu dan dibubarkan massa,sementara di Kota Bandung hanya  pindah tempat  saja.Lain halnya yang terjadi di Yogyakarta dimana acara Asyuro dihentikan di tengah acara dan di Jakarta mereka dipaksa dibubarkan massa.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IJABIormas Islamsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Relawan Muslim Berbondong-bondong Bantu Korban Bencana Filipina
Tulisan selanjutnya Menag: Indonesia Berpotensi sebagai Pengembangan Peradaban Islam selain Timur Tengah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?