Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perawat Australia Berangkat Jadi Relawan Pulang Dijerat Terorisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Juli 2015 13:44 1:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Juli 2015 13:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria yang berprofesi sebagai perawat dan pernah bekerja untuk kelompok ISIS/ISIL pulang kembali ke Australia dan menghadapi dakwaan terorisme.

Adam Brookman, 39, pulang secara sukarela ke Sydney dengan kawalan polisi Australia pada Jumat malam (24/7/2015) melalui Turki, negara di mana dia menyerahkan diri kepada pihak berwenang setelah meninggalkan Suriah pada Desember 2014.

“Seorang pria berusia 39 tahun berkebangsaan Australia ditahan setibanya di Bandara Internasional Sydney semalam berdasarkan perintah penangkapan antar negara bagian, terkait dugaan keterlibatannya dalam konflik di Suriah,” kata Polisi Federal Australia dalam sebuah pernyataan hari sabtu (25/7/2015) dilansir Aljazeera.

Brookman, seorang mualaf, tampak berada di dalam sel tahanan polisi lewat jaringan video di Parramatta Bail Court di Sydney pada hari Sabtu, di mana pengadilan mendapatkan permohonan dari Melbourne Counter Terrorism Team untuk mengekstradisinya ke negara bagian Victoria.

Dalam wawancara dengan Fairfax Media, pada bulan Mei lalu, Brookman mengatakan kepada media asal Australia itu bahwa dia awalnya berangkat ke Suriah untuk menjadi relawan medis. Tetapi kemudian dia dipaksa bergabung dengan ISIS/ISIL ketika dirinya terluka akibat serangan udara dan dirawat di sebuah rumah sakit yang dikuasai oleh kelompok bersenjata itu di utara Aleppo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Brookman mengatakan dia sudah bersembunyi di Turki sejak Desember lalu.

“Saya sama sekali tidak setuju dengan apa yang mereka (ISIS/ISIL) lakukan,” katanya kepada Fairfax.

“Saya tidak setuju dengan penculikan-penculikan mereka, dengan cara mereka berurusan dengan kelompok-kelompok Muslim lain, dan terutama setelah mereka mulai mengeksekusi para jurnalis dan orang-orang sipil lainnya yang tidak bersalah.”

“Saya tidak pernah pergi ke sana untuk bertempur. Saya pergi ke sana sebagai perawat. Saya mendukung perjuangan rakyat Suriah.”

Tidak jelas apakah Brookman masih berada di Suriah pada 4 Desember 2014, ketika Australia mengumumkan bahwa keberadaan orang Australia di kota Raqqa merupakan tindakan kriminal yang bisa dihukum penjara hingga 10 tahun.

Jika didakwa dengan peraturan itu, maka beban bagi Brookman untuk membuktikan bahwa dirinya memiliki alasan kuat untuk berada di kawasan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bisa Diretas Hacker, Fiat Chrysler Tarik 1,4 Juta Unit Kendaraannya
Tulisan selanjutnya Diam dan Berpikir (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?