Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Syeikh Wahbah Az-Zuhaili Menulis Lebih 200 Kitab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2015 10:33 10:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2015 10:33
Bagikan
Beliau mengarang lebih dari 200 kitab. Mulai dari buku yang terdiri dari 16 jilid, sampai artikel-artikel melebihi 500 buah
Bagikan

Hidayatullah.com–Syeikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, seorang ulama fikih kontemporer yang dikenal luas keilmuannya dikabarkan meninggal dunia. Syeikh Wahbah meninggal pada hari Sabtu (08/08/2015) malam, pada usia 83 tahun.

Syeikh Wahbah lahir tanggal 6 Maret 1932, daerah Qalmun,  Damaskus, Suriah dari orangtua yang terkenal dengan kesalehan dan ketakwaannya. [Baca: Ulama Kontemporer Dunia, Syeikh Wahbah Zuhaili Berpulang]

Ayahnya, Musthafa az-Zuhaili dikenal seorang penghafal Al-Quran, ibunya Fathimah binti Musthafa Sa`dah,[ dikenal dengan sosok yang kuat berpegang teguh pada ajaran Islam. Syeikh Wahbah belajar Al-Quran dan menghafalnya dalam waktu relatif singkat.

Setelah menamatkan sekolah dasar, ayahnya menganjurkan kepada Wahbah untuk melanjutkan sekolah di Damaskus. Pada tahun 1946, Wahbah pindah ke Damskus untuk melanjutkan sekolah ke tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Setelah itu, ia melanjutkan ke perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana mudanya di jurusan Ilmu-ilmu Syari`ah di Suriah.

Ia pindah ke Mesir, dan kuliah di dua universitas sekaligus, yakni  Universitas Al-Azhar (pada jurusan Syari`ah dan Bahasa Arab) dan Universitas Ain Syams (jurusan hukum).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setelah menyelesaikan di dua universitas tersebut, ia melanjutkan jenjang  magister Universitas Cairo, (jurusan Hukum Islam). Hanya dalam waktu dua tahun, program magisternya dengan judul tesis adz-Dzara’i` fi as-Siyasah asy-Syar`iyyah wa al-Fiqh al-Islamiy sudah diselesaikan.

Syeikh Wahbah kemudian  melanjutkan pendidikannya doctoral dan lulus dengan disertasi Atsar al-Harb fi al-Fiqh al-Islamiy: Dirasatan Muqaranatan tahun 1963 dengan predikat “Sangat Memuaskan” (Syaraf ula), dan direkomendasikan dicetak dan dikirim ke universitas-universitas luar negri.

Syeikh Wahbah Az-Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Menurutnya, rahasia kesuksesannya dalam belajar terletak pada kesungguhannya dalam menekuni pelajaran dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengganggu proses belajar.

Syeikh Wahbah dikenal ulama dengan segudang ilmu dan banyak memiliki guru. Di antara gurunya adalah;  Di antara guru-guru beliau Syeikh Muhammad Hasyim al-Khatib asy-Syafi’i, (w. 1958M) seorang khatib di Masjid Umawi. Beliau belajar darinya fikih as Syafi’I, mempelajari ilmu fikih dari Abdul Razaq al-Hamasi (w. 1969M); ilmu Hadits dari Syeikh Mahmud Yassin (w.1948M); ilmu faraid dan wakaf dari Syekh Judat al-Mardini (w. 1957M), Syeikh Hassan aṣ-Sati (w. 1962M, pakar fikih Hanbali, pernah menjabat rektor pertama Universitas Damaskus), ilmu tafsir dari Syeikh Hassan Habnakah al-Midani (w. 1978M); ilmu bahasa Arab dari Syeikh Muhammad Shaleh Farfur (w. 1986M); ilmu usul fikih dan mustalah hadits dari Syeikh Muhammad Lutfi al-Fayumi (w. 1990M, aktifis pendiri Ikatan Ulama di Damaskus, pakar bidang Fikih Hanafi); ilmu akidah dan kalam dari Syeikh Mahmud al-Rankusi.

Belum lagi guru-gurunya dari luar Suriah; antara lain: Syeikh Muhammad Abu Zahrah, ulama terkenal di Mesir, Syeikh Mahmud Syaltut, (tokoh pembaru  dan tokoh Al-Azhar). Mahmud Syaltut sendiri terpengaruh oleh pemikiran Muhammad Abduh.

Di samping itu, beliau amat terkesan dengan buku-buku tulisan Abdu ar-Rahman Azam seperti al-Risalah al-Khalidah dan buku karangan Syeikh Abu Hassan an-Nadwi berjudul Ma ża Khasira al-‘alam bi Inkhitat al-Muslimin.

Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaily mengarang lebih dari 200 kitab. Mulai dari buku yang terdiri dari 16 jilid, sampai artikel-artikel melebihi 500 buah. Salah satu bukunya yang banyak dikenal di Indonesia adalah; al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu dan Tafsir al-Munir.  Al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuh, adalah kitab fikih kontemporer yang sangat penting dalam pengkajian fikih komparatif. Buku ini untuk pertama kalinya dicetak oleh Dar al-Fikr di Damaskus pada tahun 1984, terdiri dari 9 jilid besar.

Mayoritas kitab yang ditulisnya menyangkut fikih dan ushul fikih. Namun, ia juga menulis kitab tafsir sampai enam belas jilid.

Karena keseriusannya dalam ilmu, Dr.Badi` As Sayyid Al Lahham dalam biografi Syeikh Wahbah dalam buku yang berjudul, Wahbah Az Zuhaili al -`Alim, Al Faqih, Al  Mufassir mengumpamakannya seperti Imam As Suyuthi (w. 1505 M) yang menulis 300 judul buku di masa lampau.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fikihkontemporersuriahsyeikh Wahbah Zuhailiulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Kontemporer Dunia Syeikh Wahbah Zuhaili Berpulang
Tulisan selanjutnya Pemerintah: Pelaku Bom Bunuh Diri di Masjid Asir Warga Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?