Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah Coba Menggeser Pemikiran Fikih Tentang Konsep ‘Tafaquhufiddin’

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2015 11:26 11:26 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 Agustus 2015 11:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haidar Nasir mengatakan bahwa fikih bukanlah sebuah konstruksi berpikir dalam tradisi keislaman yang dulunya itu beragam.

“Jika kita lihat dalam perkembangan awal pemikiran Islam di penghujung abad pertama hijriah, misalkan kalau di hijjaz itu berkembang dengan apa yang disebut madrasatul rahmah, madrasatul athfal. Di kuffah berkembang juga antara satu aliran tekstual dan kontekstual,” papar Wahid dalam acara diskusi publik dan peluncuran buku ‘Fikih Kebinekaan’ di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (21/08/2105).

Kalau fikih dianggap sebuah produk, lanjutnya, kadang bisa menjadi serba regeat. Maka, di pesantren orang kalau belajar fikih harus belajar ushul fikih lebih dahulu supaya tidak akan terputus bangunan berpikirnya.

“Di pesantren kita belajar sebuah kitab fikih tipis fathul qohar. Di situ rinci sekali pembahsannya bagaimana ahkam al-khomsah tentang berbagai hal sampai hukumnya makan batu,” ungkap Haidar.

Tetapi, lanjut Haidar, di pesantren orang (santri) juga diajari kitab-kitab ushul fikih, seperti kitab ushul fikih klasik jam’ul jawami’. Itu kitab ushul fikih tebal sekali dan hanya santri yang sudah kelas tingkat tinggi yang katam kitab tersebut meskipun juga banyak yang tidak katam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Karena di situlah bangunan berpikir, itu semacam paradigma tentang ilmu pengetahuan,” ujar Haidar.

Haidar menyebutkan bahwa Muhammadiyah mencoba untuk menggeser pemikiran fikih pada dasar al-Qur’an tentang konsep tafaquhu fiddin dimana fikih bukan sekadar pikiran-pikiran yang serba ahkam al-khomsah tetapi juga bisa lebih dari itu biarpun praktiknya tidak mudah.

Dan mengenai Fikih Kebinekaan, kata Haidar, sebenarnya Muhammadiyah sudah pernah merintis sebuah buku seperti tafsir tematik yang dasarnya pada tafsir maudhui dan karya tersebut adalah karya yang luar biasa pada zaman majelis tarjih dan pengembangan pemikiran Islam di zaman Buya Syafi’i Ma’arif.

“Waktu itu saya Sekretaris Umumnya. Kalau sekarang saya jadi Ketumnya cuma melanjutkan saja program kerja yang sudah ada, seperti acara-acara seremonila seperti ini, dan saya harus belajar seperti itu,” tandas Wahid.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dogmafikih kebinekaanhaidar nasirPP Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PP Muhammadiyah Luncurkan Buku Fikih Kebinekaan
Tulisan selanjutnya FireEye Ungkap Serangan Cyber terhadap India dan Negara-Negara Sekitarnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan

Berita
25 Juli 2026 17:00
MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
Ratusan Warga Palestina Kehilangan Tempat Bernaung usai ‘Israel’ Bom Tenda Pengungsian
Trump Abaikan Keberatan Netanyahu soal Rencana Penjualan F-35 ke Turki

Terbaru

  • Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad
  • Hackney London Mulai Akhiri Hubungan Kota Kembar dengan Haifa ‘Israel’
  • Apa itu Project Panama? Mengapa Anthropic Menghancurkan Buku-Buku Langka Demi Melatih AI
  • Netanyahu Yakin Pasukan Elite ‘Israel’ akan Membebaskannya Jika Ditahan di Luar Negeri
  • Setelah Palestina, Kini Suriah Jadi Sasaran Pencurian Tanah Pemukim Yahudi ‘Israel’
  • Amankan Laut Merah dari Houthi, Arab Saudi Galang Koalisi Internasional
  • Usai Jadi Pemimpin Politik Hamas, Khalil al-Hayya Langsung Bertemu Menlu Turki
  • Angka Bunuh Diri Tentara ‘Israel’ Terus Naik, Tahun Ini Sudah 16 Tewas
  • Survei: Hampir Separuh Warga AS Dukung Penangkapan Netanyahu
  • Laznas BMH dan Baitul Wakaf Gelar Penanaman Perdana Pisang Cavendish di Sleman untuk Kemandirian Ekonomi Umat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?