Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Di Amerika, Pelajar Muslim Ditangkap dan Diborgol karena Membuat Jam Dinding!

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 September 2015 08:43 8:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 September 2015 08:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Islamophobia di Amerika Serikat benar-benar akut, seorang remaja Muslim ditangkap di sekolah dan digelandang dengan tangan diborgol oleh polisi hanya karena dia membuat sebuah jam dinding!

Foto Ahmed Mohamed, 14, mengenakan t-shirt bergambar logo NASA sedang berdiri dengan tangan terborgol di belakang sementara seorang polisi mengawasiny,a beredar luas di internet. Foto itu di-retweet ribuan kali sehingga #IStandWithAhmed manjadi top trending hashtag di Twitter.

Mohamed menceritakan kepada The Dallas Morning News bahwa dia hanya berusaha membuat guru-gurunya terkesan, ketika membawa jam dinding buatannya ke Sekolah Menengah Atas MacArthur hari Senin (14/9/2015), lansir AFP hari Rabu (16/9/2015).

“Hobi saya menemukan sesuatu,” kata Mohamed dalam sebuah video yang diunggah di website koran tersebut, yang direkam di dalam kamar remaja itu yang dipenuhi pernak-pernik elektronik.

“Saya membuat sebuah jam dinding. Sangat mudah sekali. Saya ingin menunjukkan sesuat yang kecil dulu …tetapi mereka menanggapinya salah, jadi saya ditangkap karena sebuah bom palsu,” kata Mohamed.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Remaja itu, yang menyukai klub robotik ketika di SMP dan berharap dapat menemukan hal serupa di SMA, mengatakan dia tidak mendapatkan tanggapan seperti yang diharapkannya ketika menunjukkan jam dinding itu kepada guru eletronika.

“Dia hanya bersikap seperti, ‘O itu bagus sekali’,” cerita Mohamed. Guru itu, kata Mohamed, kemudian berkata, “’Saya sarankan kamu tidak menunjukkannya kepada guru-guru yang lain’.”

Namun, alarm berbunyi saat pelajaran Bahasa Inggris. Guru mengatakan kepada Mohamed bahwa jam dinding itu kelihatan seperti bom lalu dia menyitanya.

Sekolah memanggil polisi dan Mohamed pun digelandang dengan tangan terborgol, dengan tuduhan remaja Muslim itu berusaha menakut-nakuti orang dengan alat buatannya tersebut.

Remaja yang tinggal di Irving, pinggiran kota Dallas itu, mengatakan polisi tidak memperbolehkannya untuk menelepon kedua orangtuanya saat interogasi yang berlangsung sangat lama. Setelah dibebaskan, Mohamed dilarang datang ke sekolah selama 3 hari.

Hari Rabu (14/9/2015) pihak kepolisian mengatakan bahwa Mohamed tidak memiliki maksud-maksud berbahaya.

“Kami tidak akan menindaklanjutinya lebih jauh,” kata Kepala Kepolisian Irving Larry Bond kepada para wartawan seperti dikutip AFP.

Bond bersikukuh mengatakan bahwa latar belakang etnis Mohamed tidak ada hubungannya dengan sikap polisi dalam menangani masalah itu.

“Reaksi kami bagaimana pun akan sama. Itu adalah sebuah alat yang mencurigakan,” kata Bond berdalih.

Kepala Kepolisian Irving itu juga bersikukuh mengatakan bahwa petugas memiliki hak untuk memborgol Mohamed dan membawanya ke rumah tahanan anak guna ditanyai.

Semua tahanan diborgol untuk keamanan mereka, kata Bond, seraya menambahkan, ada saja tahanan yang melarikan diri dari mobil polisi.

Seorang jurubicara sekolah distrik juga membela sikap dan tindakan yang diambil SMA MacArthur, dengan mengatakan kepada wartawan bahwa jika orang-orang melihat sepeti apa jam dinding rakitan itu, maka mereka akan memahami keadaannya. “Kami melakukan semuanya dengan penuh kehati-hatian,” ujarnya.

Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi Muslim terkemuka di Amerika Serikat, mencurigai ada intrik politik di balik peristiwa itu terhadap warga Muslim khususnya di daerah tersebut.

Sebelumnya, Walikota Irving Beth Van Duyne pernah menuding bahwa warga Muslim berencana untuk menerapkan hukum syariah di Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Kembali ke Khittah? [1]
Tulisan selanjutnya Bilal Philips: Tak Selesainya Masalah Karena Al-Ikhlāś nya Belum Yakin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?