Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Mayoritas Mengungsi ke Negara Arab, Sebagian Kecil ke Eropa [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 September 2015 20:05 8:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 September 2015 19:55
Bagikan
Pengungsi Suriah di Hungaria: Sudah menderita, dikejar-kejar aparat pula
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

Inggris dan Prancis:

Masing-masing negara menerima kurang-lebih 7.000 permintaan suaka dari pengungsi Suriah. Kemungkinan, Prancis akan menerima lebih banyak permintaan suaka setelah Presiden Prancis Francois Hollande mengumumkan negaranya siap menerima lebih banyak pengungsi dan menyediakan 24.000 suaka selama dua tahun ke depan.

Inggris, menempuh langkah yang sedikit berbeda. Perdana Menteri David Cameron setuju untuk menyediakan 20.000 suaka bagi para pengungsi Suriah dengan satu syarat: Inggris lebih memilih pengungsi yang ada di kamp di perbatasan Suriah daripada mereka yang sudah sampai di Eropa. Cameron beralasan, “Mereka yang ada di kamp dekat perbatasan lebih rentan (terhadap bahaya). Dan dengan begini mereka akan menempuh jalan langsung, yang lebih aman daripada harus menjelajah Eropa yang sayangnya telah menelan banyak korban.” Para pengungsi Suriah tersebut akan menerima visa pelindungan khusus kemanusiaan berdurasi 5 tahun dari Inggris.

Hungaria:

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Meski menerima perlakuan buruk dari pemerintah Hongaria, UNHCR mencatat 54.145 permintaan suaka telah diajukan ke Hongaria. Ini peningkatan tajam dari laporan sebelumnya yang menyatakan Hongaria menerima “hanya” 18.800 permintaan suaka. Namun perlu dicatat bahwa tidak semua permintaan suaka akan dikabulkan oleh pemerintah, sehingga ada kemungkinan permintaan sebanyak itu terjadi karena Hungaria adalah gerbang darat dari Eropa timur ke Eropa barat, wilayah-wilayah yang dituju oleh para pengungsi.

Kemungkinan peningkatan tersebut terpaksa terjadi karena hari Senin lalu (14 September 2015), Hongaria menutup seluruh perbatasan internasional mereka, menghadang para pengungsi untuk menuju negara impian mereka, menurut laporan independent.co.uk.

Reporter televisi Jerman RTL, Stephan Richter, Petra terlihat sengaja menendang anak-anak pengungsi
Tak hanya aparat, reporter juga tak ramah bahkan sengaja menendang anak-anak pengungsi Suriah

Austria:

Sebanyak 20.946 jiwa meminta Austria untuk memberikan mereka kewarganegaraan baru. Sama seperti Jerman, Austria bersedia memberikan suaka kepada para pengungsi yang memintanya. Kanselir Austria, Werner Faymann bahkan mengomentari tindakan Hongaria menjebloskan para imigran ke penjara sama dengan tindakan para Nazi mengirim kaum Yahudi ke kamp konsentrasi dahulu.

Negara Eropa Lainnya:

Hampir seluruh negara di Eropa menerima permintaan suaka dari para pengungsi Suriah. Denmark sejauh ini telah menerima sekitar 12.000 pengajuan, Spanyol sekitar 5.000, Belanda dan Bulgaria masing-masing lebih dari 15.000, serta lebih dari 8.000 pengajuan diterima oleh Swiss.

Anehnya, meski menjadi gerbang Eropa bagi mereka yang mengungsi lewat jalur laut dari Asia ke Eropa, Italia dan Yunani menerima permintaan suaka jauh lebih sedikit dari negara-negara di Utaranya. Italia mencatat hanya sedikit di atas 2 ribu permintaan suaka, dan Yunani hanya sedikit di atas 3 ribu permintaan.

Apa yang Amerika Utara Lakukan?

Amerika Serikat:

Negara pimpinan Barack Obama tersebut mengklaim telah menerima 1500 orang pengungsi Suriah sejak 2011 saat konflik pertama meletus, dengan peningkatan tajam pada tahun ini, yaitu mencapai lebih dari 1000 orang pengungsi. Saat dituding negaranya hanya menerima terlalu sedikit pencari suaka, juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Obama telah memerintahkan peningkatan kuota bagi para pengungsi Suriah, mencapai angka 10.000 suaka, tak mau kalah dengan negara tetangganya, Kanada.

Kanada:

Di Amerika Serikat, negara berbendera daun Maple tersebut memiliki stereotype positif bahwa orang-orang Kanada adalah orang yang ramah dan baik. Stereotype itu terbukti dengan kesediaan mereka menampung para pengungsi Suriah hingga 10.000 orang sampai 3 tahun ke depan. Sejak 2014, Kanada telah kedatangan lebih dari 2000 orang pengungsi Suriah.

Negara-negara Lainnya:

Australia telah setuju untuk menampung lebih dari 12.000 pengungsi Suriah ke negaranya, namun jauh sebelum Amerika dan Kanada bereaksi, Brazil telah mengumumkan bahwa mereka menyediakan visa kemanusiaan khusus bagi para pengungsi Suriah pada tahun 2013 silam. Kini, lebih dari 1.000 orang pengungsi Suriah tinggal di Brazil.

Meski ada laporan bahwa negara-negara Teluk tidak membuka pintu mereka kepada pengungsi Suriah, nyatanya Uni Emirat Arab telah memberikan tempat bagi 250.000 orang Suriah sejak 2011 lalu. “Kami ingin para pengungsi berada dekat dengan rumah mereka. Sehingga, jika sewaktu-waktu perang usai dan mereka ingin kembali ke rumah, mereka dapat pulang dengan mudah,” ujar juru bicara UEA kepada cnn.com.

Pengungsi di Hungaria dikasari1
inilah gambaran perjuangan pengungsi Suriah di Eropa

Negara-negara Tanpa Pengungsi Suriah:

Amnesty International mencatat negara-negara kaya Rusia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan tidak mengajukan ketersediaan sama sekali untuk menampung para pengungi Suriah, meski jika dilogika, wajar jika mereka tidak memberikan tempat bagi para pengungsi. Korea Selatan sesungguhnya masih resmi berperang dengan Korea Utara, meski masih ada pada situasi gencatan senjata tanpa akhir yang jelas. Singapura negara kecil dengan kepadatan penduduk tinggi, tanpa perlu ditambah lagi penduduknya. Entah apa alasan Rusia dan Jepang untuk tetap diam.

Amnesty International juga mencibir negara-negara teluk kaya seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, dan Qatar untuk memberikan nol tempat kepada para pengungsi Suriah. Meski faktanya jauh lebih banyak dari Eropa [baca: Mayoritas Mengungsi ke Negara Arab, Sebagian Kecil ke Eropa [1]]

Meski demikian, umumnya, Negara Teluk tidak menandatangani perjanjian PBB tahun 1951 mengenai pengungsi.*/Tika Af’idah, dari berbagai sumber

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EropaNegara Arabpengung suriahpengungsi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cegah Jamaah Jumat, Penjajah Blokade Komplek Al Aqsha
Tulisan selanjutnya Pakar Tafsir: Di Masa Rasulullah Pelaku Perkawinan Sesama Jenis Dihukum Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?