Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Serangan Rusia Ke Suriah Dinilai Upaya Memecah Belah Negara

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2015 09:58 9:58 am
Ahmad
Dipublikasikan 5 Oktober 2015 12:00
Bagikan
Anggota Komisi Pertahanan DPR RI Ahmad Zainuddin
Bagikan

Hidayatullah.com- Terkait penyerangan Rusia terhadap Suriah dengan cover adanya jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di beberapa provinsi Suriah, itu sudah menjadi koalisi dari berbagai negara yang melawan kelompok ISIS.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri, Ahmad Zaenuddin saat dihubungi hidayatullah.com, belum lama ini.

“Saya kira menyelesaikan masalah ISIS di Suriah tidak bisa diselesaikan dengan cara penyerangan seperti itu. Sebab, ISIS ada karena direkayasa dan mereka-mereka (negara penyerang) juga yang melakukannya, sebagai sebuah strategi besar mereka dalam memecah belah Suriah menjadi beberapa negara berdasarkan etnisnya,” demikian jelas Zaenuddin.

Zaenuddin menuturkan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah ISIS di Suriah yaitu ketika mereka semua sepakat mempersempit ruang gerak ISIS serta tidak ada yang mensuplai senjata dengan menutup sumber-sumber pendanaannya.

“Salah satu sumber pendanaan ISIS adalah ladang-ladang minyak yang mereka kuasai. Kalau minyak itu tidak ada yang membeli maka mereka juga akan kebingungan. Jadi, menurut saya masih ada cara lain yang lebih efektif, murah dan kecil resikonya terkait jatuhnya korban dari masyarakat sipil,” kata Zaenuddin.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lebih lanjut, Zaenuddin mengatakan konflik yang terjadi di Suriah merupakan bencana kemanusiaan yang paling besar di dunia. Warga dunia tahu jika masyarakat sipil di Suriah terpaksa menyeberangi lautan dan mereka tahu resikonya sangat besar sebagaimana nyawa menjadi taruhan.

Kendati demikian, lanjut Zaenuddin masyarakat sipil di Suriah tetap melakukannya demi memperoleh rasa aman. Dan itu berarti menggambarkan bahwa kondisi kemanusiaan di Suriah memang sudah sangat luar biasa.

“Seharusnya kalau negara-negara barat (Amerika, Rusia, dan Eropa) itu serius, maka tidak perlu menimbulkan korban dan membuat masyarakat sipil Suriah mengungsi seperti itu,” ujar Zaenuddin.

“Serangan udara itu seringkali merenggut korban dari masyarakat sipil. Maka, perlu dilakukan upaya lain kalau benar-benar ingin melindungi masyarakat bukan melalui serangan udara seperti itu,” tandasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agresor RusiaBencana KemanusiaanISISpengungsi SuriahRezim SuriahRusia serang SuriahSerangan Rusia Di SuriahSerangan Rusia Ke Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peradaban Barat VS Islam [2]
Tulisan selanjutnya HiTC Gelar Training Kepemimpinan Kepala Sekolah Hidayatullah se-Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?