Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Dr. Aam Amiruddin Bicara Isu Seputar Musibah Mina [1]

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2015 08:25 8:25 am
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 8 Oktober 2015 09:00
Bagikan
Pengasuh Majelis Percikan Iman-Bandung, Dr Aam Amiruddin
Bagikan

Hidayatullah.com—Korban musibah Mina pada Kamis (24/09/2015) atau tepatnya 1436 Hijriyah, masih terus bertambah. Pemerintah Arab Saudi sendiri mengatakan jumlah korban meninggal dalam tragedi Mina ini mencapai 769 orang, hampir 100 orang berasal dari jamaah haji Indonesia.

Selain meninggalkan banyak korban,hingga kini juga meninggalkan ragam tanda tanya dan informasi yang masih simpang-siur.

Baru-baru ini, pengasuh Majelis Percikan Iman-Bandung, Dr Aam Amiruddin salah satu saksi kejadian yang juga pembimbing haji dari Indonesia turut memberikan pendapatnya.

Berikut pandangan dan pendapatnya;

Apa benar berita penyebab musibah Mina karena ada anak Raja Saudi menutup jalan?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Ini perlu diluruskan. Setahu saya untuk kondisi Mina saat ini ( haji 2015) sangat tidak mungkin terjadi. Mengapa? Karena tempat pelemparan itu sekarang sudah 4 lantai.

Untuk tamu VVIP sendiri telah disediakan jalur khusus sehingga untuk kondisi saat ini siapa pun tamu VVIP itu misalnya Keluarga Kerajaa, bangsawan,hingga tamu undangan raja sekalipun tidak mungkin mengganggu jalur umum atau jalur jamaah haji umum.

Hal ini karena mereka telah disediakan jalur khusus sehingga tidak akan mengganggu jamaah haji biasa. Bahkan untuk tinggkat kerajaan sendiri yang saya tahu, ada Istana Kerajaan, di mana dari istana ini ada jalur khusus untuk melempar jumrah.

Tapi apakah itu tidak mungkin?

Perlu saya tegas bahwa sungguh suatu fitnah jika insiden musibah Mina dikaitkan dengan kedatangan anak raja atau salah satu keluarga kerjaaan.

Ini menjadi informasi yang tidak benar jika dilihat dengan kondisi Mina saat ini kaitannya dengan fasilitas untuk melempar jumrah maka sangat tidak mungkin keluarga kerajaan melakukan hal itu. Hal ini perlu diluruskan agar tidak terjadi fitnah.

Ada juga informasi, musibah dimungkinkan ada sabotase?

Saya pikir ini juga perlu kita menanggapinya dengan kritis. Kalau yang saya lihat sendiri ini bukan sabotase. Itu terjadi karena faktor manusiawi di mana ada sebuah kondisi yang tak terhindarkan secara manusiawi orang akan berusaha menyelamatkan diri ketika terjadi sesuatu yang dapat membahayakan jiwanya.

Sebagai contoh rata-rata jamaah haji lebih suka bergerombol. Misalnya jamaah haji asal Indonesia kumpul dan berkelompok dengan jamaah haji asal Indonesia lainnya. Kadang mereka memakai syal yang bertuliskan asal kabupatennya sebagai tanda. Hal ini juga dilakukan oleh jamaah lainnya berbagai belahan dunia, termasuk dari Iran.

Sebagai missal, saya dan rombongan sedang berjalan tiba-tiba di depan ada insiden yang menghalangi jalan kita, maka, bisa jadi saya akan mengajak teman-teman saya untuk berbalik untuk mencari dan pindah ke jalur yang kosong.

Mungkin ini juga dilakukan oleh jamaah yang lainnya termasuk yang dari Iran sehingga akan terjadi pertemuan beberapa rombongan dalam satu titik atau lokasi.

Saya pikir, ini bukan sebuah tindakan sabotase. Bagaimana ini disebut sabotase jika dalam kondisi yang demikian maka sangat manusiawi jika setiap orang atau jamaah ingin menyelamatkan diri.

Ada juga informasi sejumlah jamaah haji dari Iran menerobos hingga menimbulkan kemacetan?

Kalau pendapat saya ini bukanlah sebuah kesengajaan untuk menciptakan suasana chaos. Tapi instink manusiawi semata di mana ketika mereka mengalami kepadatan dan dilihatnya ada jalur yang dianggap kosong maka mereka berbalik untuk mencari alternatif.

Walaupun boleh jadi tindakan tersebut dapat menyebabkan kecelakaan yang dahsyat hingga jatuhnya korban. Namun saya yakin itu bukan tindakan atau ada unsur kesengajaan yang telah direncanakan (didesign) sebelumnya tapi murni kecelakaan.

Bagaimana informasi tentang kesengajaan askar Saudi membelokkan jalur?

Insiden kecalakaan ini ada juga unsur atau faktor manusianya (human error) khususnya para petugas di lapangan atau pengelolaan secara umum.

Perlu diketahui, ibarat orang hajat, ibadah haji ini pekerjaan yang luar biasa besar dengan tamu undangan hingga jutaan orang. Tentu saja memerlukan kerja keras dan kedisiplinan semua pihak.

Dengan adanya jutaan orang ini dengan tujuan yang sama,tempat maupun waktunya yang demikian sempit tentu saja mengatur manusia hingga jutaan ini bukan pekerjaan mudah dan sederhana.

Ibaratnya begini, seperti polisi lalu lintas yang sedang mengatur jalan. Ketika terjadi kemacetan atau kepadatan maka biasanya seorang petugas polisi akan mengalihkan ke jalur yang dianggap lebih kosong dan aman. Itu menurut saya yang terjadi dalam musibah di Mina kemarin sehingga ditemukan ada jamaah haji asal Indonesia berada di jalur jamaah haji asal Afrika.

Fakta ini kemudian diklaim sebagai akibat jamaah haji Indonesia tidak disiplin.

Menurut saya ini karena para petugas pengatur haji (askar) melihat jalur orang Afrika agak kosong sehingga mereka berinisiatif untuk memindahkan ke jalur tersebut.

Jalur orang Indonesia penuh sementara jalur orang Afrika kosong maka dibukalah jalur orang Afrika untuk bisa dilewati orang Indonesia. Itu bukan keinginan jamaah asal Indonesia namun inisiatif askar.

Ketika jamaah asal Indonesia sudah masuk ke jalur orang Afrika lalu sudah terlihat penuh maka ditutup lagi. Inilah yang menurut saya menimbulkan polemik yang menuduh jamaah haji asal Indonesia tidak disiplin ketika ada korban ditemukan di jalur orang Afrika padahal seharusnya ia berada di jalur orang Indonesia. * (BERSAMBUNG)

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aam AmiruddinhajiHaji 2015musibah Minapercikan Imantragedi Mina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gadget Pengikis Iman, Pesan Mesra untuk Para Muslimah
Tulisan selanjutnya Wakil Wali Kota Ayat Jadikan Kantor Dinas tempat Evakuasi Bayi Korban Asap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?