Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Bedanya Kita dengan Muslimah di Palestina [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2015 13:06 1:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Oktober 2015 11:35
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

SEDIANYA umat Muslim di seluruh dunia patut malu. Sebab rakyat Palestina telah berjasa demi kehormatan umat Islam sedunia. Mereka rela menumpahkan darah dan meregang nyawa demi menjaga Masjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam.

Padahal, semestinya umat Muslim di seluruh jagat raya (termasuk kita para Muslimah di Indonesia), berkewajiban sama dengan mereka, menjaga Masjidi al-Aqsha tercinta.

Sekian lamanya perang berkecamuk, sekian banyaknya darah yang tumpah, nyawa yang syahid, namun tidak habis juga perlawanan dari rakyat Palestina.

Sepertinya pasokan tenaga, jiwa, dan senjata, terus menerus ada. Bantuan Allah tentu tidak ada habisnya. Subhaanallah.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Tumbuhkan Anak-anak kita

Pertanyaannya, mengapa dijajah puluhan tahun, selalu tumbuh dari mereka pribadi-pribadi tangguh? Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang kuat, pemberani?

Pertama, tumbuh dengan Al-Quran

Sebagaimana diketahui, di Palestina (khususnya di Gaza), semua orang berusaha menghafalkan Al-Quran. Ada tradisi di Gaza di mana malu jika ada keluarganya tidak hafal Al-Quran. Gaza banyak melahirkan ribuan hafidz Qur’an.

Faktor lingkungan memberikan dukungan besar bagi anak untuk bisa sempurna dalam menghafal al-Qur’an.

Namun, peran ibu sangat besar kedudukannya dalam hal mengasuh dan mendidikan untuk menanamkan nilai moral dan spiritual pada anak-anaknya.

Janganlah sebut keadaan konflik di negara mereka sebagai alasan. Sebab ribuan hafidz dan hafidzah lahir di Palestina bahkan di usia yang sangat muda, 1,5 tahun!

Apa yang dilakukan oleh banyak anak di negara-negara aman seperti kita? Sempatkah menghafal Al-Quran? Atau sempatkah membaca saja? Mampukah anak-anak kita menghafalkan hadits-hadits dan do’a?

Para wanita Gaza dan Palestina, mereka berlomba-lomba mendidik anaknya untuk menghafal al-Quran sedari dini sebab mereka percaya bahwa keimanan dan hafalan Al-Qur’an sajalah yang dapat menolong mereka.

Al-Quran dapat menjadi syafaat bagi mereka beserta keluarga. Mereka yakin bahwa apa yang mereka lakukan itu dapat membantu mereka menjadi pemenang.

Ya, hari ini memang mereka belum dimenangkan Allah. Itu adalah bagian dari takdir yang diinginkan Allah subhanahu Wata’ala. Tapi mereka telah tumbuh menjadi pribadi yang tidak pernah takut. Bahkan dengan senjata seadanya, hanya melemparkan batu.

Lihatlah kejadian-kejadian paling mutakhir, dalam sepuluh hari terakhir ini. Sungguh tidak masuk akal dari segi alat, wanita dan anak -anak Palestina hanya berbekal batu, melawan tank-tank Zionis-Israel dengan senjata yang hebat, bantuan Amerika Serikat.

Keberanian anak-anak Palestina itu sebagian besar mereka dapatkan dari al-Quran. Dan itulah yang ditakuti oleh penjajah Zionis.

Kedua, gila belajar

Palestina sudah dijajah oleh Zionis Yahudi sejak puluhan tahun lamanya. Apakah sekolah-sekolah lantas bubar? Apakah perguruan tinggi ditutup? Jawaban tidak!

Sekolah dan perguruan tinggi memang harus diliburkan jika kondisi sedang darurat. Anak-anak masih belajar, hatta, melewati pos-pos militer yang digaja ketat oleh tentara Zionis.

Perang tidak memutuskan semangat belajar mereka. Di manapun, kapanpun. Senjata-senjata musuh tak membuat anak-anak Palestina berhati ciut.

Sepertinya 24 jam mereka sibuk belajar. Tak ada waktu untuk bermain, berjalan-jalan, nongkrong, menggosip, memperhatikan fashion artis. Bahkan fashion diri mereka saja tidak mereka perhatikan. Bedakan dengan di tempat kita. Di mana-mana sibuk selfie.

Lihatlah kondisi remaja wanita kita. Coba kita renungkan, jika kondisi Muslimah di Indonesia dihadapkan dengan situasi perang di Palestina. Dapatkah kita menerka, apa yang akan terjadi?

Lantas masih perlukah kita bertanya, apa yang membuat mereka seperti itu? Masih perlukah kita bertanya seperti apa para ibu yang mendidik mereka? Wallaahu a’lam.*/Rizky N. Dyah, seorang guru, tinggal di Melak Kutai Barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaIntifada al-QudsIntifada Ke-3Muslimahpalestinawanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LBH: Banyak Pelanggaran Dalam Proses Pembahasan RUU Pertembakauan
Tulisan selanjutnya Tak Akan Kembalikan Jasad Warga Palestina, Israel: “Biarkan mereka Dimakan Anjing”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?