Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengacara Ahmed Si Pembuat Jam Tuntut Kompensasi $15 Juta

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 November 2015 10:50 10:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 November 2015 10:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ahmed Mohamed, remaja Amerika yang ditangkap polisi karena jam dinding buatannya disangka bom rakitan, akan menuntut kompensasi dari pihak sekolah dan pemerintah kota sebesar $15 juta.

Ahmed Mohamed, 14, September lalu tidak jadi diproses hukum oleh Kepolisian Texas setelah menjalani interogasi cukup panjang karena dituduh membuat bom rakitan. Guru Ahmed memanggil polisi setelah Ahmed menunjukkan jam dinding hasil buatannya sendiri. Guru dan pihak kepolisian beralasan jam tersebut kelihatan seperti bom. Dalam keadaan bingung –karena dia hanya ingin menunjukkan hasil karyanya kepada gurunya– Ahmed kemudian diciduk dari sekolahnya, lalu digelandang dengan tangan terborgol di belakang oleh petugas kepolisian sementara banyak pasang mata menatapnya.

Dilansir BBC Senin (23/11/2015), pengacara dari remaja itu dalam sebuah surat menyebutkan bahwa insiden tersebut, yang kemudian menjadi pusat perhatian masyarakat dunia, menimbulkan ketakutan pada anak dari imigran asal Sudan tersebut, sehingga dia mengalami trauma mendalam.

Kasus penangkapan atas Ahmed memicu kemarahan, kecaman, serta simpati masyarakat global, dan memunculkan trending hashtag #StandWithAhmed.

Pengacaranya berupaya mendapatkan kompensasi sebesar $10 juta dari pemerintah kota Irving, Texas, dan $5 juta dari Irving Independent School District, dengan alasan klien remajanya itu “diperlakukan tidak semestinya di depan publik” dan hingga sekarang masih merasa ketakutan akibat peristiwa penangkapan yang dialaminya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain kompensasi, pihak Ahmed menuntut permintaan maaf, karena setelah penangkapan tersebut remaja kreatif itu menerima banyak surat elektronik berisi ancaman, sehingga dia mengalami trauma psikologis.

“Para pejabat Kepolisian Irving kemudian memutuskan bahwa jam tersebut tidak berbahaya. Satu-satunya alasan dari reaksi berlebihan itu adalah orang-orang dewasa yang terlibat di dalamnya secara tidak masuk akal berasumsi bahwa Ahmed berbahaya dikarenakan rasnya, asal negaranya dan agamanya,” tulis para pengacara itu dalam surat yang ditujukan kepada pemerintah kota Irving.

Pengacara akan memasukkan gugatan hukum ke pengadilan jika tuntutan mereka itu tidak dipenuhi dalam waktu 60 hari.

Menyusul pengumuman beasiswa penuh hingga tingkat pendidikan tinggi dari Qatar Foundation bulan Oktober lalu, Ahmed beserta keluarganya pindah ke Qatar.

Majalah TIME memasukkan nama Ahmed Mohamed dalam daftar “30 Most Influential Teens of 2015”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya amalan anak untuk nenek Sedekah Tak Mengurangi Harta
Tulisan selanjutnya Ketika Polisi Bersuci

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?