Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Din Syamsuddin: Kerusakan Lingkungan Adalah Krisis Moral

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Desember 2015 17:27 5:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2015 18:15
Bagikan
Din Syamsuddin di acara Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (COP-21)
Bagikan

Hidayatullah.com–Kerusakan lingkungan hidup, perubahan iklim dan pemanasan global adalah masalah moral; krisis lingkungan adalah manifestasi krisis moral. Oleh karena itu, solusi terhadap perubahan iklim yang menjadi salah satu fokus Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (COP-21) di Paris harus menyertakan pendekatan moral dan etika agama.

Demikian salah satu poin ceramah Ketua Dewan Pengarah Siaga Bumi (Indonesia Bergerak Menyelamatkan Bumi) Dr Din Syamsuddin, saat tampil sebagai  pembicara pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (Conference of Parties, atau COP-21) di Paris, Prancis, Senin (30/11/2015) kemarin.

“Tanpa landasan dan pendekatan moral, solusi menjadi tidak berarti dan tak akan sejati, “ tutur Din dalam rilisnya yang dikirim ke hidayatullah.com.

Din berbicara dalam sesi Interfaith Dialogue: Faith Action for Climate Solution, bersama empat tokoh/aktifis lintas agama lain dengan moderator Mantan Menlu Hasan Wirayuda..

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini, Al-Quran empat belas abad silam sudah menegaskan bahwa semua kerusakan di muka bumi adalah akibat ulah perbuatan manusia, maka Allah akan rasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan tersebut agar mereka sadar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagai krisis moral adalah karena manusia memandang alam sebagai obyek yakni ciptaan Tuhan untuk diduduki dan dieksploitasi untuk kehidupan dan penghidupan. Padahal alam diciptakan dan diperuntukkan manusia sebagai subyek, yakni untuk dihuni dan dimanfaatkan bagi manusia maka harus dimuliakan.

Maka, penanggulangan masalah perubahan iklim dengan segala dampaknya harus menjadi tanggung jawab bersama semua umat beragama.

Din pada sesi yang juga dihadiri sejumlah tamu asing itu berbagi pengalaman Indonesia melalui ‘Siaga Bumi’ dalam ikut menanggulangi dampak perubahan iklim dan kerusakan ekosistem melalui pendekatan keagamaan.

Siaga Bumi, yang merupakan gerakan nasional lintas agama, tengah melakukan gerak aksi berupa penyadaran untuk pemuliaan lingkungan hidup,  penciptaan Eco-Rumah Ibadat (Eco-RI), dan penciptaan sungai bersih.

“Terkait Eco-RI, Siaga Bumi telah meluncurkan Eco-Vihara di Bogor akhir Oktober lalu, dan Eco-Masjid pasa awal Januari yang akan datang, yang akan disusul oleh Eco-Masjid, Eco-Gereja, Eco-Pura, Eco-Klenteng, dan seterusnya. Kita perlu mulai dari menjadikan Rumah Tuhan sebagai tempat ramah lingkungan, sebelum kita bergerak memuliakan bumi ciptaanNya,” tegas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang sekarang menjadi Ketua Ranting Muhammadiyah Pondok Labu.

Eco-Rumah Ibadat tersebut akan mengambil bentuk pengasrian bangunan,  pengasrian halaman melalui penanaman pohon, dan perbaikan sanitasi atau saluran air. Sedangkan gerakan kali bersih akan diawali dgn perubahan cara pandang dan budaya masyarakat bahwa kali bukan tempat pembuangan barang-barang buruk, tapi aliran air dan sumber mata air kehidupan serta penghidupan.

Untuk itu, lanjut Din, yang juga pendiri Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) ini menegaskan bahwa Siaga Bumi akan bekerja sama dengan semua pihak yang perduli, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyatakat luas.

“Solusi terhadap kerusakan lingkungan hidup,  perubahan iklim dan pemanasan global tidak dapat ditangani satu pihak saja, tapi merupakan tanggung jawab bersama. Pada titik tanggung jawab kolektif inilah agama-agama menemukan rendevous-nya, yakni pada nilai kemanusiaan bahwa agama diturunkan untuk menebarkan rahmat bagi kemanusiaan,” tegas Din Syamsuddin di akhir presentasinya.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:COP-21etika agamamoralPBBperubahan iklim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tawuran Antar Warga, Pemprov DKI Harus Serius Lakukan Pembinaan
Tulisan selanjutnya Pencegahan HIV/AIDS dengan Pembagian Kondom Hanya Legalkan Maksiat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?