Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Batasi Anak, Bukan Berarti Tak Sayang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Desember 2015 13:26 1:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Desember 2015 13:26
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Ayo g**ang d**ang

biar hati s**ang

fikiranpun t**ang

galau jadi h**ang

 

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Boleh dikata, lebih banyak yang mengenal lagu ini daripada tidak. Sekurangnya ia pernah mendengar lagu tersebut, entah sengaja atau tidak, kapan ataupun di mana. Sebuah lagu yang berisi kata-kata yang tak layak dikonsumsi anak kini makin bertebaran bahkan hingga dilombakan.

Disebutkan, generasi anak tahun 1990-an masih bisa menikmati lagu anak-anak yang sesuai dengan usianya. Mulai dari tentang alam, keluarga, permainan, pertemanan dan indahnya dunia anak. Berbeda dengan zaman sekarang, di usia dini bahkan balita, anak-anak sudah diajari menghafal lagu bertemakan cinta, pengkhianatan, dilema, yang mereka sendiri belum memahami maknanya.

Ironis, sebab terkadang sebagian orang tua menganggap dengan menghafal lagu-lagu tersebut, berarti anak mereka adalah anak yang pandai. Mampu merekam dan menghafal lagu. Padahal andai anak dipahami sebagai aset akhirat, maka para orang tua niscaya berlomba mengenalkan dan mengajari anak-anaknya dengan agama. Menjadikan mereka dekat dengan al-Qur’an bahkan sebagai penghafal al-Qur’an.

Dengan pemahaman keliru tersebut, anak-anak lalu diajari bernyanyi, menari dan menikmati kehidupan orang dewasa di sekitarnya. Mungkin di keluarga mereka tidak ada yang memperdengarkan lagu-lagu tersebut. Tapi bila tetangga, teman sekolah, supir angkot, warung makan, hingga tukang sayur terus menerus memperdengarkannya maka tanpa sadar semua itu terekam oleh anak-anak. Akibatnya pembelajaran di rumah seolah lenyap tak berbekas.

Membatasi Bukan Berarti Tak Sayang

Hari ini tanpa sadar, seseorang diantar untuk tidak lagi merasa risih dengan syair dan model penyanyi tersebut. Akibatnya, sebagian mungkin merasa sudah biasa atau lumrah. Namun haruskah hal itu juga dinikmati oleh mereka yang masih berusia anak-anak? Sebab rasa ingin tahu mereka bisa jadi bumerang bagi orang tuanya nanti.

Bagi orang tua, menjaga keluarga adalah perintah yang tak bisa ditawar lagi. Membatasi apa yang didengar dan ditonton anak, membatasi kawan dan lingkungan bermain, membatasi waktu dan kebiasaannya sejak dini tentu bukan karena tidak sayang pada anak. Justru dengan niat mendidik mereka dalam kebaikan agama, maka para orang tua harus tegas membatasi apa yang merusak pendidikan agama dan akhlak mereka. Jauhkanlah sekali lagi hal-hal yang menghancurkan otak mereka. Sebaliknya hiasilah pikiran dan tingkah laku mereka dengan al-Qur’an. Kenalkanlah kepada mereka para pahlawan dan pejuang Muslim bukan justru meracuni mereka dengan nama-nama artis dan kebiasaan buruk mereka.

Mari saatnya membentengi mereka dengan bekal agama dan adab-adab yang baik. Disayangkan jika masih saja ada orang tua yang meremehkan hal ini dengan berdalih, anak akan paham sendiri jika dewasa nanti. Boleh jadi pemahaman itu datang seiring waktu berjalan. Namun satu hal yang menggelisahkan, seperti apa pemahaman mereka nanti? Adakah pemahaman itu benar sesuai kebenaran ajaran agama?

Hendaknya deretan kasus amoral yang menimpa masyarakat saat ini membuka mata para orang tua. Adakah hal itu terjadi begitu saja secara kebutlan, misalnya? Tentu saja tidak, sebab hal itu adalah akumulasi dari kebobrokan masyarakat yang bermula dari minimnya pendidikan adab dan agama untuk anak di rumah. Ibarat gunung es, apa yang tampak di permukaan media adalah hasil dari rusaknya tatanan pendidikan bangsa ini. Terakhir, ibu, bapak, nenek, kakek, tante, om, kakak, adik, dan siapapun kita mari selamatkan anak-anak dan adik-adik kita bersama. Jagalah kelangsungan masa depan mereka.*/Rizky N. Dyah, ibu rumah tangga di Kutai Barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anaklaranganmembatasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Israel Rancang UU Larangan Adzan di Palestina
Tulisan selanjutnya Jerman Ingin Tempatkan Armada Tempurnya di Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?