Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

30-an Tokoh Ormas Islam Bersatu Kecam Metro TV

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 Januari 2016 08:26 8:26 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 Januari 2016 08:26
Bagikan
Sejumlah tokoh ormas Islam sebelum jumpa pers Wahdah Islamiyah di RM Pulau Dua, Senayan, Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Tuduhan sebagai jaringan teroris oleh Metro TV terhadap Wahdah Islamiyah menyulut reaksi dari 30-an tokoh nasional dan ormas Islam. Mereka menyatukan suara mengecam pemberitaan Metro TV dan membela Wahdah Islamiyah.

Persatuan itu terlihat jelas saat Wahdah Islamiyah menggelar jumpa pers di Rumah Makan Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Senin,  (11/01/2016) siang. Dalam acara itu, Wahdah Islamiyah menyatakan sikapnya terkait pemberitaan Metro TV pada 3 Januari lalu.

Di deretan depan kursi narasumber jumpa pers, tampak duduk Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin, diapit Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) dan pengacara Eggi Sudjana. [Baca: Tuduhannya Tidak Benar, Metro TV Dituntut oleh Wahdah Islamiyah]

Masih di deretan situ, terlihat dai kondang Ustadz Yusuf Mansur, Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir, Menteri Olahraga era pemerintahan SBY yang juga Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault, pegiat menghafal al-Qur’an Ustadz Bobby Herwibowo, perwakilan MUI Pusat Amirsyah Tambunan dan Fahmi Salim, serta Direktur Eksekutif INSISTS Adnin Armas selaku moderator.

Di pertengahan acara, Adhyaksa Dault kemudian mempersilakan kursinya diduduki KH Dr Cholil Nafis (Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU) yang datang belakangan. Termasuk yang datang di sela-sela jumpa pers adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah RI asal Sulawesi Selatan AM Iqbal Parewangi, dan ekonom Islam sekaligus Pimpinan Tazkia Group, Syafi’i Antonio.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tak Ada Bau Teroris

HNW, yang didaulat berbicara setelah Zaitun dan Eggi, menyampaikan pembelaannya terhadap Wahdah Islamiyah sekaligus keberatannya atas tuduhan Metro TV tersebut.

Ia mengaku sangat mengenal Zaitun sejak lama, baik sebelum maupun sesudah kuliah di Madinah,  hingga sepak terjang Zaitun bersama Wahdah Islamiyah selama ini.

“Kegiatan-kegiatannya (hingga) sekarang, seluruhnya, adalah rangkaian tentang Islam yang sama sekali tidak ada bau-bau terorisnya,” ujar HNW di depan puluhan awak media termasuk hidayatullah.com.

Di jajaran kursi jumpa pers bagian belakang Zaitun, tampak dai kondang kelahiran Arab Saudi Syaikh Ali Jaber, Ketua AFKN atau dai asal Nuu Waar (Papua) Fadzlan Garamatan, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) Ferry Nur, peneliti Syiah Farid M Okbah, Rahmat Abdurrahman (MIUMI Sulsel), serta sejumlah tokoh lainnya dari SalingSapa.com, pemerhati keluarga, dan pengacara.

Sebagian tokoh dan aktivis lainnya mengambil posisi dekat para wartawan dan para hadirin lainnya. Termasuk di antaranya pengamat terorisme yang juga aktivis Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya.

Adnin Armas mengatakan, kehadiran para tokoh itu sebagai bentuk empati mereka atas Wahdah Islamiyah yang dituduh teroris oleh Metro TV. Sebab, Zaitun sebagai Ketum ormas itu juga bagian dari MUI, MIUMI, dan umat Islam secara umum.

“Kehadiran para tokoh di sini itu sudah menunjukkan… kami di sini juga sangat merasa terluka (atas tuduhan Metro TV itu),” ujarnya.

Yusuf Mansur mengatakan, tidak mungkin jika Wahdah Islamiyah termasuk jaringan teroris. Ia mengaku kenal baik dengan Zaitun terutama 3 tahun belakangan ini, sejak dirinya belajar bahasa Arab dengan Zaitun.

Menurutnya, dampak tuduhan Metro TV dapat menimbulkan ketakutan bagi masyarakat Sulsel khususnya untuk mendidik anak-anak mereka melalui Wahdah Islamiyah.

“Saya belum pernah melihat atau mendengar Zaitun yang mengajak atau menyampaikan ajaran bagaimana pola-pola teroris,” ujar Cholil Nafis.

Senin kemarin usai jumpa pers, Wahdah Islamiyah diagendakan menyampaikan surat tuntutannya kepada pihak Metro TV. Stasiun TV milik Surya Paloh ini dituntut meminta maaf kepada ormas Islam tersebut. Diberitakan sebelumnya, Zaitun Rasmin Mengaku Sedih Harus Menuntut Metro TV*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:metro TVMetro TV Dan Wahdah Islamiyahterorismewahdah islamiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Perjuangan Diyat bagi WNI Meninggal di Saudi
Tulisan selanjutnya Dewan Dakwah Aceh Jalin Kerjasama Dengan ABIM Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?