Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Memilih Guru Tepat Agar Tidak Ikut Aliran Sesat [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Januari 2016 06:37 6:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2016 06:37
Bagikan
[Ilustrasi] Guru membaca al-Qur'an di sela-sela mengawas ujian di sebuah SMP Islam di Jakarta saat bulan Ramadhan.
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Ahmad Kholili Hasib

 

Jika ingin belajar fikih, datang kepada syaikh ahli fikih. Untuk mendalami ilmu tafsir, ber-mulazamah dengan ulama yang mengerti ilmu tafsir. Begitu pula ilmu-ilmu yang lainnya. Jika keliru guru, maka agama kita bisa keliru pula. Pengajar di fakultas kedokteran misalnya, adalah orang-orang yang ahli di bidang kedokteran, bukan dukun. Jika mahasiswa diajar ilmu kedokteran oleh dukun, maka mereka setelah lulus bukan menjadi dokter tetapi bisa menjadi dukun.

Selama beberapa dekade ini, ada kecenderungan di kalangan akademisi muslim belajar ilmu syariah ke orang non-Muslim di negara-negara Barat. Mereka mulazamah dengan para orientalis karena terpikat dengan metode pengkajian. Ilmuan non-Muslim (orientalis) itu boleh jadi memiliki pengetahuan banyak tentang ilmu tafsir, misalnya. Akan tetapi cara memandang kitab suci al-Qur’an, nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam dan Allah Subhanahu Wata’ala berbeda dengan cara pandang kita sebagai Muslim.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Seluas apapun ilmuan non-Muslim tersebut mengetahui al-Qur’an dan sejarah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, mereka tetap tidak percaya bahwa al-Qur’an itu wahyu Allah Subhanahu Wata’ala. Mereka juga ingkar bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam adalah utusan-Nya. Lalu apa yang kita dapatkan dari belajar ilmu al-Qur’an kepada orang yang tidak percaya atau ingkar kepada al-Qur’an? Islam meyakini bahwa al-Qur’an itu petunjuk (hudan), bukan buku biasa. Maka banyak akademisi yang belajar ilmu al-Qur’an tapi tidak mendapatkan petunjuk. Sama halnya, seseorang belajar membuat pesawat kepada orang yang tidak percaya bahwa pesawat itu bisa terbang.

Tetapi, setelah kita mendapatkan guru yang baik dan ahli, tidak boleh ada perasaan aman dan memastikan kita akan menjadi baik seperti guru itu. Perasaan ini merupakan bentuk kesombongan. Sebab yang memberi petunjuk adalah Allah Subhanahu Wata’ala, guru dan kitab merupakan alat untuk mendapatkan hidayah Allah Subhanahu Wata’ala. Ibnu Athoillah al-Sakandari berkata: “Tidak semua orang yang berguru kepada seseorang akan mendapatkan petunjuk. Jangan merasa aman karena kau telah berguru kepada beberapa Syaikh” (Ibnu Athoillah al-Sakandari,Tajul Arus,hal. 421).

Menurut Ibnu Athoillah, semestinya seseorang yang belajar kepada guru harus bertambah rasa takutnya kepada Allah Swt, dan berkurang kesombongannya. Karena para Syaikh itu merupakan orang-orang yang takut kepada-Nya. Artinya, selama kita berguru dengan seorang Syaikh tidak boleh membanggakan diri bahwa ‘saya murid fulan bin fulan”. Seorang murid yang bertambah rasa takutnya, berarti ia mendapatkan petunjuk. Sebaliknya murid yang bertambah kesombongannya berarti sedang menjauh dari petunjuk Allah Subhanahu Wata’ala.

Ahli ilmu yang takut kepada Allah Subuhanahu Wata’ala itulah yang patut dipilih untuk membimbing kita. Luqman al-Hakim pernah menasihati anaknya:

“Hai anakku, duduklah bersama para ulama dan dekatilah mereka. Sebab Allah Subhanahu Wata’ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan tanah yang mati dengan air hujan.” (Muhammad bin Ibrahim Al-Randi,Ghaits al-Mawahib al-Aliyyah Syarh al-Hikam al-Athoiyyah, hal. 42).*

Penulis adalah peneliti InPAS Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aliran sesatbelajargurumurid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu Saudi Beri Peringatan Terhadap Aksi Kejam Iran
Tulisan selanjutnya Tanda Akhir Zaman: Orang Buruk Dimuliakan, Orang Shalih Dihinakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?