Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komandan Teroris Kristen Uganda LRA Didakwa Memerintahkan Kanibalisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Januari 2016 15:56 3:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Januari 2016 11:02
Bagikan
Dominic Ongwen (kiri), Joseph Kony (lingkaran merah), komandan teroris Kristen Uganda LRA.
Bagikan

Hidayatullah.com—Tim penuntut di Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Haag mendakwa mantan komandan pemberontak bernama Dominic Ongwen memerintahkan anak buahnya agar membunuh, memasak dan memakan daging warga sipil.

Ongwen, merupakan anggota pertama dari kelompok teroris Kristen Lord’s Resistance Army (Tentara Perlawanan Tuhan) yang diseret ke International Criminal Court (ICC).

Hari Kamis (21/1/2016) Ongwen dijerat 70 dakwaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, lapor BBC.

Dia diperkirakan akan menggunakan taktik pembelaan dengan mengungkap kisah sedihnya sebagai tentara anak dan korban penculikan, agar mendapatkan keringanan hukuman dari pengadilan.

Menurut tim penuntut, Ongwen menggunakan siswi-siswi sekolah sebagai budak seks, menjaring anak-anak untuk dijadikan tentara dan sedikitnya satu kali memerintahkan anak buahnya membunuh, memasak dan memakan daging warga sipil.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam kesempatan persidangan itu ditunjukkan pula rekaman video yang menampakkan makam-makam dangkal dari korban serangan pemberontak bersenjata Kristen LRA.

Persidangan yang menghadirkan Ongwen sebagai terdakwa itu juga disiarkan di Lukodi, kota di utara Uganda, salah satu tempat di mana Ongwen dan pasukannya melakukan serangan brutal dan mematikan. Wartawan BBC Catherine Byaruhanga mengatakan banyak orang di Lukodi yang menonton persidangan itu.

Dalam dakwaannya tim penuntut memfokuskan pada serangan-serangan yang dilakukan atas 4 kamp penampungan bagi warga sipil yang kehilangan rumah akibat aksi kekerasan LRA.

Ongwen, yang dilahirkan pada tahun 1975, menyerahkan diri pada bulan Januari 2015. Ketika berusia 10 tahun Ongwen pernah diculik oleh LRA dan tumbuh dewasa menjadi salah satu komandan kelompok teroris Kristen itu. Dia diyakini pernah menjadi deputi komandan tertinggi LRA Joseph Kony, yang sekarang masih buron.

Para pengacaranya sepertinya akan menggunakan trauma masa mudanya itu sebagai upaya mendapatkan keringanan hukuman, lapor wartawan BBC Anna Holligan dari Den Haag.

Tampil dalam persidangan perdana dengan setelan jas berwarna abu-abu, kemeja lila dan dasi abu-abu, Ongwen berdiri membacakan pernyataan bahwa persidangan atas dirinya itu hanya “membuang waktu sia-sia.”

Dalam lima hari ke depan tim penuntut dan pembela memiliki kesempatan untuk mengutarakan argumen masing-masing.

Majelis hakim kemudian memiliki waktu 60 hari guna memutuskan apakah terdapat cukup bukti untuk meneruskan proses hukum Ongwen di pengadilan yang berada di bawah naungan Perseringatan Bangsa-Bangsa itu.

Lord’s Resistance Army adalah kelompok pemberontak bersenjata yang memiliki ideologi Kristen dicampur kepercayaan tradisional setempat. Aktif sejak 1987, kelompok teroris ini beroperasi di Uganda, Sudan Selatan, Central African Republic (CAR) serta Democratic Republic of the Congo (DRC bekas koloni Belgia, tidak sama dengan Republic of the Congo bekas koloni Prancis, red). Tujuan besar LRA yang dulu memakai nama Uganda Christian Army/Movement (Tentara/Gerakan Kristen Uganda) adalah mendirikan negara yang berdasarkan pada Ten Commandments (10 perintah Tuhan pondasi ajaran Kristen) serta nasionalisme.

LRA tercatat sebagai kelompok teroris dalam daftar hitam susunan pemerintah Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Dua Madzhab yang Sayangi Fuqara dan Hewan
Tulisan selanjutnya Di Madinah, Wali Kota Bandung Paparkan Program Indonesia Membayar Zakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?