Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Direktur Komite Yahudi Amerika Eropa Sebut Kunjungan Rouhani ‘Tak Wajar’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Januari 2016 19:54 7:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Januari 2016 19:54
Bagikan
Demonstran memegang spanduk dalam protes terhadap kunjungan Presiden Iran Hassan Rouhani 26 Januari 2016 di Roma Pantheon Square
Bagikan

Hidayatullah.com–Perjalanan Presiden Iran Hassan Rouhani di Prancis mendapat kecaman dari komunitas Yahudi Prancis karena bertepatan dengan Hari Peringatan Holocaust (Holocaust Memorial Day).

Kunjugan Presiden Rouhani bertujuan untuk membangun kembali hubungan politik dan ekonomi yang pada tahun-tahun ini karena sanksi pada Iran.

Meskipun begitu, ketepatan kegiatan itu telah membuat marah beberapa orang di komunitas Yahudi Prancis, karena kehadirannya bertepatan dengan peringatan yang menandai pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz oleh Tentara Merah Soviet di tahun 1944.

Direktur Komite Yahudi Amerika yang berkantor di Paris, Simone Rodan-Benzaquen, mengecam kunjungan tersebut, dan mengatakan kunjungan itu menunjukkan Iran mempunyai “rasa humor yang gelap”.

“Saat Presiden Rouhani mempersiapkan kunjungannya yang tidak wajar ke Paris, penting untuk mengulang kembali kata-kata pendahulunya, Mahmoud Ahmadinejad, yang berulang kali menyatakan bahwa Holocaust ‘sebuah mitos’ dan mengatakan bahwa Negara Israel seharusnya ‘dihapus dari peta dunia’ – ucapan yang presiden Iran saat ini tidak pernah membantahnya,” tulis dia untuk Fox News.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia juga menyoroti bahwa Iran pernah menyelenggarakan sebuah kompetisi kartun Holocaust pada Juni yang diakui bertema “Apakah Holocaust benar-benar terjadi?”

“Sejak pemimpin Iran berpikir mereka memperbolehkan untuk mengetawai semua kecuali Nabi, ‘badut-badut’ anti-Semit dari semua golongan – ektrimis kanan, ekstrimis kiri, orang Islam, dan lainnya – akan mendapat kesempatan untuk dilepaskan ke kamar gas,” kata dia.

Mantan Dubes Israel untuk AS Michael Oren di twitter juga menulis sebuah ejekan bahwa dia “sedang mewakili Israel di markas Dewan Eropa di Prancis ketika benua yang melakukan Holocaust menjadi tuan rumah bagi rezim yang tidak mengakui itu”.

Hari Rabu, dilaporkan Kepala UNESCO Irina Bokova akan mengangkat isu kompetisi kartun Holocaust ketika bertemu Rouhani mengunjungi markas organisasi itu itu.

Merespon komplain yang dilayangkan dubes Israel minggu lalu, Bokova juga berjanji akan menghubungi permenant delegasi Iran untuk menjawab persoalan tersebut.

“Saya percaya kontes ini hanya akan menyajikan lebih lanjut kebencian, rasisme dan diskriminasi,” tulis dia di surat itu.

“Saya percaya bahwa semua sikap UNESCO tidak pernah lebih penting dari kekacauan di waktu-waktu ini,  sebagaimana kita menghadapi peningkatan kekerasan ekstrimisme, tindakan kebencian yang kejam dan anti-Semitisme.”

Kantor Berita Iran IRNA mengumumkan pada Desember lalu kompetisi kartun yang menyindir Holocaust itu akan diadakan pada Juni di Mashhad sebagai bagian dari Tehran International Cartoon yang diselenggarakan tiap dua tahun, yang telah diselenggarakan orang pemerintah Tehran selama 10 tahun terakhir ini.

Pemenang kompetisi akan mendapatkan hadiah sebesar $50.000

Perbedaan yang mencolok dengan sikap masyarakat Rouhani terhadap komunitas Yahudi di Iran, yang itu telah lama dipuji sebagai bagian untuk memperbaiki hubungan di dalam negara yang telah lama dilihat sebagai pemimpin global yang dikenal Anti-Semit.

Berbeda dengan pendahulunya Mahmoud Ahmadinejad, Rouhani secara publik mengakui dan mengatakan bahwa Holocaust “patut dicela”.

“Saya dapat mengatakan pada Anda bahwa setiap kejahatan yang terjadi di dalam sejarah kemanusiaan, termasuk kejahatan Nazi terhadap baik Yahudi maupun non-Yahudi  pantas dicela dan pantas dikecam,” ujarnya di dalam sebuah wawancara berikut pada pidatonya di pertemuan PBB.

“Kejahatan apapun yang mereka lakukan terhadap Yahudi, kami mengecam,” ujar Rouhani.

Pada Desember 2014, Rouhani juga mengejutkan para pengamat dengan membuka sebuah peringatan bagi Yahudi Iran yang terbunuh pada perang Iran-Iraq.

Yahudi Iran yang merasa tersingkirkan saat kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad memuji tindakan tersebut.

“Pemerintah telah mendengar permintaan dan keluhan kami. Konsultasi yang sedang kami lakukan adalah langkah ke depan yang penting,” kata Homayoun Samiah, pemimpin dari Asosiasi Yahudi Teheran.

“Dibawah mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad, tidak ada seorangpun yang mendengarkan kami. Permintaan kami seperti didengar telinga yang tuli.”

Meir Javedanfar, seorang analis politik kelahiran Iran-Israel yang tinggal di Iran selama perang, juga memuji sikap itu sebagai tanda rekonsiliasi.

“Di Iran, selama perang melawan Saddam, kami semua satu,” tulis dia di blog miliknya, Iran-Israel Observer. “Iran adalah negara kami dan kami mecintai dan mempertahankannya sebagai penduduk setia, apapun agama yang kita yakini. Dan beberapa, seperti pahlawan yang telah gugur sebagai martir, telah membayar harga yang mahal.

“Saya telah mengkritisi keputusan Presiden Rouhani ketika saya tidak setuju dengannya. Dan Saya akan terus melakukan itu. Tetapi keputusan terakhirnya merupakan keputusan yang hanya pantas dipuji dan dihargai.”

Iran memiliki komunitas terbesar ketiga Yahudi di Timur Tengah dan Afrika Utara setelah Israel dan Turki, dengan populasi diperkirakan saat ini berjumlah lebih dari 8.000.

Meskipun konstitusi di Iran melindungi populasi Yahudinya dan memberikan satu kursi di parlemen sebagai anggota parlemen, banyak Yahudi masih mendapatkan diskriminasi di negaranya, terutama jika dituduh memegang paham Zionis atau mempertahankan hubungan dengan Israel.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari Peringatan HolocaustHassan RouhaniHolocaust Memorial Dayhubungan Iran dan Yahudikomunitas Yahudi PrancisPresiden IranYahudi Iran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua MPR: Indonesia Negara Paling Toleran
Tulisan selanjutnya Ledakan dan Tembakan di Masjid Syiah di Arab Saudi, 3 Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?