Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Mengendalikan Emosi dan Cemburu [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2016 15:53 3:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Februari 2016 17:48
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Oleh: Nesia Andriana

 

Dari hadis di atas kita juga belajar akan sikap Rasulullah صلى الله عليه وسلم  yang bersikap preventif dan sensitif membaca dan menjauhi hal-hal yang bisa menimbulkan prasangka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم dapat membaca bahasa tubuh sahabat yang melihatnya, sensitif, lalu mengambil langkah preventif mencegah berkembangnya suu-dhon di hati para sahabat tersebut رضي الله عنهم.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Lalu, bagaimana jika kita yang menjadi “pihak yang melakukan” pelaku su’u-dhon? Apakah mungkin? Tentu saja. Karena, sebagaimana dikatakan dalam hadis di atas, “Syaithan itu mengalir bersama aliran darah”, sedangkan darah itu pasti mengalir di setiap tubuh anak adam.

Terdapat hadis bagaimana Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjaga dirinya dari kemungkinan munculnya sikap su’u-dhon ini. Yaitu di antaranya agar tidak berada dalam situasi “tajassus“, memata-matai, yang sangat rentan menyebabkan su’udhon.

Hal ini termuat dalam sebuah hadis panjang yang menceritakan bahwa sudah menjadi menjadi kebiasaan Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bila dari bepergian, tidak langsung masuk kota, tapi berhenti dulu di suatu tempat seakan-akan memberi kesempatan para sahabat dan keluarganya untuk bersiap-siap menyambutnya… [Abû al-Husein Muslim Ibn al-Hajjâj Ibn Muslim al-Qusyairî al-Naisaburî, Sahih Muslim, Kitab Fadâilu al-Sahâbah, Bab Fadâilu Ummu Sulaym Radiyallâhu ‘Anhâ, No. 6404,  Juz 7, h. 146]

Tajassus, atau mengamat-amati atau memata-matai pihak lain yang bukan dalam situasi perang, adalah negatif dan membahayakan sendi-sendiri kebersamaan dan kerukunan dalam masyarakat. Sebagaimana disebutkan dalam hadis:

عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّكَ إِنِ اتَّبَعْتَ عَوْرَاتِ النَّاسِ أَفْسَدْتَهُمْ أَوْ كِدْتَ أَنْ تُفْسِدَهُمْ »

Dari Mu’awiyah ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah  bersabda: “Jika engkau mengamat-amati (menulusuri) aurat (aib) orang-orang, berarti engkau merusak mereka, atau hampir-hampir engkau merusak mereka.” [Abû Dâwûd Sulaymânu ibnu al-As‘ats ibnu Ishâqi, Sunan Abû Dâwûd, Kitab Âdâb, Bab al-Nahyi ‘An al-Tajassusi, No. 4888, Dâr al-Risâlah al-‘Âlamiyyah, 2009, Juz 7, h. 250]

Oleh karena itu, setiap kita hendaknya mengingat kaidah ini. Biasanya, sepasang suami-istri yang memata-matai pasangannya, hubungan antara keduanya tidak menjadi lebih baik, bahkan biasanya menjadi lebih buruk.

Emosi dan cemburu harus disikapi dengan lebih bijak dan matang, terutama di zaman digital saat ini. Verifikasi kabar, menahan diri dari sikap reaktif, juga menahan diri dari tajassus atau bahasa orang muda, stalking, juga perlu dikedepankan. Cukuplah mengamalkan hal-hal tersebut dengan niat mengikuti perintah Allah ta’ala dan sunnah Rasul-Nya.

Emosi dan cemburu juga harus diletakkan secara proporsional, dengan tidak mengesampingkan rasa keadilan. Setiap orang bisa khilaf, maka memaafkan itu lebih baik. Juga karena kebaikan dan keburukan akan selalu menyertai setiap sisi kehidupan, dalam setiap interaksi, dengan individu manapun. Demikianlah sifat dunia yang telah ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala, sebagai ajang ujian bagi hamba-hamba-Nya:

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ ٣٥

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan Menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” [QS: al-Anbiya’ [21]:35]. Wallaahu a’lam bish showwaab.*

Penulis alumni STIU Darul Hikmah – Bekasi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cemburuemosiistripasanganprasangkasuami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empat Perkara Sebabkan Hati Jadi Gelap
Tulisan selanjutnya Patung Arjuna yang Pernah Ditolak Santri Purwakarta itu Terbakar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?