Hidayatullah.com–Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi Aceh, Tgk Sirajuddin Saman MA mengajak masyarakat Aceh untuk senantiasa merawat hati agar tidak kotor dan gelap.
Hal itu disampaikan Tgk Sirajuddin Saman saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syari’at Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Lingke, Banda Aceh, Rabu (10/02/2016).
Menurut Tgk Sirajuddin, baik atau buruknya hati sangat menentukan kualitas kehidupan seorang muslim. Bahkan, kata Tgk Sirajuddin, hadis sendiri menjelaskan bahwa apabila segumpal darah itu baik maka baiklah manusia, dan apabila ia buruk maka buruklah manusia ini. Segumpal darah ini ialah hati.
“Jadi, hati bisa mengarahkan manusia ke syurga atau ke neraka. Itu sebab sehingga kita perlu selalu menjaga hati dan merawatnya agar tidak gelap dengan kekotoran. Sebab, kalau hati sudah gelap maka hati akan mengarahkan kita ke neraka, “ ujar Tgk Sirajuddin yang juga Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Gampong Teunong Darul Imarah ini .
Dalam pengajian yang dimoderatori oleh Heru Dwi, pimpinan Kantor Berita Antara Aceh ini, Tgk Sirajuddin juga menyampaikan kriteria hati yang gelap.
“Seseorang yang ketika berada di samping jenazah, atau di suatu rumah yang sedang musibah, tapi masih bisa senyum gembira. Atau misalanya saatnya penyakitnya sudah akut, tapi masih membayangkan umurnya masih panjang dimana pada saat yang sama dia belum ingat akhirat. Ini adalah pertanda hati yang sudah gelap, “ ujar Tgk Sirajuddin lagi.
Menurut Tgk Sirajuddin yang mengutip Ibnu Mas’ud, ada empat hal yang apabila terdapat pada diri seseorang, maka hatinya akan gelap.
“Pertama, yaitu orang yang makan tanpa mempertimbangkan halal dan haram. Seseorang yang mengumpulkan harta dalam bentuk apapun. Dia tidak mau tahu darimana asal hartanya. Kalau proses pengumpulan harta yang haram ini dilakukan maka saat itu juga hatinya akan gelap, “ kata Tgk Sirajuddin menjelaskan.
Oleh sebab itu, menurut Tgk Sirajuddin, sebagai muslim kita harus senantiasa terus mampu membedakan antara harta yang halal dan haram, serta menjauhkan diri dari harta yang haram tersebut karena efeknya yang sangat besar bagi hati kita, yaitu membuat hati gelap, sementara jika hati sudah gelap maka ia akan menggiring manusia menuju berbagai keburukan lainnya. Tgk Sirajuddin juga menyinggung perilaku buruk PNS yang jarang di kantor yang mana ini juga termasuk mengumpulkan harta dengan curang yang bisa membuat hati mati.
gk Sirajuddin juga menyingung sebagian orang yang berjam-jam di Cafee, namun tidak terasa. Namun saat giliran di masjid, baru 20 menit sudah tidak nyaman. Ini juga tanda hatinya sudah gelap atau mati. Hati itu ibarat ikan dengan air. Kalau ikan tidak senang lagi dengan air, maka dia akan mati.
Penyebab gelapnya hati yang kedua, kata Tgk Sirajuddin, yaitu karena berteman atau bersahabat dengan orang zalim. Orang zalim itu kata Tgk Sirajuddin adalah mereka yang dengan berani melawan Allah dengan sengaja.
“Misalnya di rumah kita punya pasangan yang jauh dari nilai-nilai agama, bergaul jauh dengan nilai-nilai Islam, tidak shalat atau sebagainya, maka ini kita telah berteman dengan orang-orang yang zhalim, “ kata Tgk Sirajuddin.
Sementara penyebab ketiga hati bisa gelap yaitu karena tinggi angan-angan. Cita-cita untuk dunia terlalu luar biasa, tapi untuk akhirat sedikit. Rumah sudah besar tapi masih pikir yang lebih besar lagi. Tidak terbayang bahwa akhirat penting. Bahwa untuk alam kubur perlu persiapan. Ini bisa membuat hati seseorang menjadi gelap kata Tgk Sirajuddin lagi menambahkan.
Dan yang keempat, kata Tgk Sirajuddin, penyebab hati menjadi gelap yaitu karena melupakan dosa-dosa yang pernah dibuat. Merasa dirinya suci dan sibuk melihat kekurangan org lain. Orang yang merasa dirinya suci hanya sibuk menyenter orang lain, namun senter itu tidak pernah gunakan untuk senter diri sendiri karena merasa dirinya tidak punya dosa kepada Allah.
“Perilaku sepertinya ini juga bisa menyebabkan hati seseorang menjadi gelap, “ pungkas Tgk Sirajuddin.
Oleh sebab itu, Tgk Sirajuddin mengajak umat Islam untuk senantiasa merawat hati agar tidak gelap, yaitu dengan menjauh perkara-perkara buruk di atas, yaitu dengan menjauhi perkara dan harta yang haram, tidak berteman dengan orang-orang yang zhalim kecuali untuk mendakwahinya, tidak panjang angan-angan, kecuali untuk menggapai kebahagiaan akhirat, dan selalu mengingat dosa dan senantiasa melakukan taubat atas dosa-dosa tersebut.*/kiriman Teuku Zulhairi (Aceh)