Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Lidah Pangkal Bencana

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2016 21:20 9:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2016 21:20
Bagikan
Bagikan

LIDAH adalah juru bicara hati dan kata-kata adalah pengungkap niat, maka orang-orang beriman diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk selalu menjaga perkataannya, kapan den di mana pun mereka berada.

Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (al-Ahzab: 70).

Dalam situasi apa pun, ada ungkapan-ungkapan baik yang diajarkan oleh Islam kepada orang-orang Mukmin. Misalnya, ketika bencana terjadi, musibah datang, dan malapetaka menimpa, maka hendaklah kita mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilahi rodjiun –Sesungguhnya kita hanyalah milik Allah, dan sesungguhnya kita kepada-Nya akan kembali.”

Ketika rasa takut datang menghantui, atau datang suatu berita yang mengagetkan, maka hendaklah kita mengucapkan, “Hasbunallahu wa ni’mal wakil –Cukuplah Allah menjadi pelindung kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.”

Jika tidak sanggup memikul suatu beban, atau melaksanakan suatu pekerjaan, maka hendaklah kita mengucapkan, “La haula wa la quwwata illa billah –Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan izin Allah.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Sementara orang-orang yang penuh keraguan dan kemunafikan, memiliki kata-kata yang rendah, serendah perasaan mereka. Dan lemah, selemah pendirian mereka. Misalnya, ketika terjadi kekalahan pada pasukan kaum Muslim dalam satu peperangan, mereka berkata, “Kalau mereka tetap bersama-sama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh,” (Ali `Imran:156). Atau perkataan mereka yang berbunyi, “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya,” (al-Ahzab: 12), dan perkataan-perkataan rendah lainnya yang seumpama dengan itu.
***

UCAPAN YANG BAIK BERASAL DARI PIKIRAN YANG BAIK, KATA-KATA YANG INDAH BERASAL DARI AKAL YANG SEMPURNA, DAN PEMBICARAAN YANG TERATUR BERASAL DARI NURANI YANG BERCAHAYA.

***

Ketika anak-anak Nabi Ya’qub as minta izin membawa Yusuf ikut mereka bermain, beliau khawatir mereka menyakiti Yusuf. Padahal, seharusnya beliau bertawakkal dan memasrahkan segala urusan kepada Allah, atau beliau bisa melarang mereka membawa Yusuf, toh Yusuf masih ada di sisinya. Tapi, karena sayang anak, beliau berkata kepada mereka, “Aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala.” (Yusuf: 13). Dengan demikian, ia membuka peluang bagi mereka untuk melakukan kesalahan dan memberitahukan caranya. Karena itu, mereka pun pulang dengan mengatakan, “Ia dimakan serigala.” (Yusuf: 17).

Ketika Nabi Yusuf as diajak melakukan perbuatan keji , beliau berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.” (Yusuf: 33). Sebagian ahli ilmu mengatakan, “Seharusnya, beliau mengatakan, pengampunan dan keselamatan lebih aku sukai daripada penjara.” Karena perkataan itu, Nabi Yusuf pun dipenjara.

Di dalam gelapnya penjara dan sempitnya sel kurungan, beliau berkata kepada sahabatnya yang akan dibebaskan, “Ceritakanlah keadaanku kepada tuanmu.” (Yusuf: 42). Maksudnya, kepada raja. Padahal, Allah lebih dekat untuk dijadikan tempat pengaduan. Karena itu, jawaban Tuhan adalah, “Karena itu, ia tetap di dalam penjara beberapa tahun lamanya.” (Yusuf: 42).

Fir’aun, sang tiran, berkata, “Sungai-sungai ini mengalir di bawahku.” (az-Zukhruf: 51). Maka, Allah membalasnya dengan mengalirkan sungai itu di atasnya, sehingga ia terbenam dan tenggelam.

Seorang munafik yang selalu membangkang berkata, “Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang, dan Allah telah mengunci hati mereka, maka mereka tidak mengetahui akibat perbuatan mereka.” (at-Taubah: 93). Maka, datanglah izin Tuhan, “Ketahuilah, mereka telah terjatuh ke dalam fitnah.” (at-Taubah: 49).

Ucapan dapat mempengaruhi datangnya bencana. Karena itu, waspada dalam berbicara wajib hukumnya seperti wajibnya waspada dalam berbuat. Mewaspadai kata-kata juga sangat penting seperti pentingnya mewaspadai perbuatan.

Di dalam kitab Buzrjemher dikisahkan tentang seorang pemburu mencari burung merpati di hutan. Setelah sekian lama mencari dan tidak juga menemukannya, ia putus asa dan berniat pergi. Pada saat itu, sang merpati, yang merasa sudah selamat, mulai berkicau. Maka, pemburu itu pun berbalik menangkapnya.

***
BANYAK KEPALA YANG TERPANGKAS DARI LEHER KARENA KATA-KATA.

***
Banyak kepala yang celaka karena pemiliknya mengatakan kalimat yang tidak berguna. Banyak leher yang tertebas karena pemiliknya salah lidah yang tidak dapat dibenarkan oleh al-Khalil maupun Sibawaih. Bukankah manusia masuk neraka juga disebabkan oleh lidah mereka? “Tiada satu ucapan pun yang terucap melainkan di dekatnya ada malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf: 18).

***

LIDAH ADALAH PENZALIM YANG HARUS DIKURUNG SEBELUM IA MELAKUKAN DOSA

*/Dr. A’id ‘Abdullah al-Qarni, dari bukunya Silakan Terpesona.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menjaga lidahucapan baik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HAU: Penambahan Anggaran Densus 88 Harus Diaudit
Tulisan selanjutnya Ini Pertimbangan MUI dan Ormas-ormas Islam Dorong LGBT Dilarang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?