Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wasekjen MIUMI: Gerakan Anti Syiah Bertujuan Menjaga NKRI

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Februari 2016 13:52 1:52 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 Februari 2016 13:41
Bagikan
Deklarasi ANNAS Bekasi Raya (21/02/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Wasekjen MIUMI), Fahmi Salim mengatakan, gerakan anti Syiah bukan suatu kebencian.

“Gerakan ini bukan gerakan kebencian, (tapi) justru sangat berlandaskan dengan cinta. Bukan sekadar dilandaskan kata anti (terhadap Syiah. Red), tapi cinta kepada Allah, Rasul, dan agama-Nya,” ujarnya.

Hal itu ia sampaikan saat berorasi pada acara Deklarasi Pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bekasi Raya di Masjid Nurul Islam, Islamic Center KH Noer Ali, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (21/02/2016).

Fahmi Salim menilai, gerakan anti Syiah yang digawangi ANNAS juga bertujuan melindungi umat dan NKRI.

Ia pun berpesan agar ANNAS tidak sekadar melakukan penyadaran soal Syiah. Tapi juga perlu menempuh langkah konstitusional.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Jangan lupa, kita pun harus menempuh langkah-langkah hukum, untuk mengekang dan untuk bisa membendung gerakan-gerakan aliran sesat ini,” jelasnya.

Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat ini mengatakan, Indonesia masih mempunyai Undang-undang PNPS nomor 1 tahun 1965 yang tentang penodaan agama.

“Ini bisa kita lakukan dalam rangka melindungi aqidah umat Islam, juga memberikan efek jera kepada pelaku penyebar aliran sesat di Tanah Air kita,” pesannya.

Ia menegaskan, terkait aliran Syiah dan aliran sesat, MUI sudah punya beberapa pegangan. Di antaranya, rekomendasi fatwa tahun 1984, hukum kawin kontrak (mut’ah), serta tadzkiyatul manhaj bahwa umat Islam di Indonesia adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

“Dan keputusan ijtima’ ulama fatwa se-Indonesia tentang radikalisme agama. Yang mana di antara kategorinya adalah meragukan otentisitas dan orisinalitas al-Qur’an, dan mencaci maki sahabat dan istri Nabi,” paparnya.

Sehingga, terang Fahmi Salim, kalau ada kelompok yang masuk dalam kategori radikalisme agama tersebut, pemerintah harus tegas menyikapinya demi melindungi NKRI.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aliansi Nasional Anti-SyiahANNASbekasiFahmi SalimMIUMI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dibutuhkan, Pemimpin yang Amanah! [3]
Tulisan selanjutnya Grand Syaikh Al-Azhar dan Majelis Hukama Al-Muslimin Kunjungi Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?