Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Perang Al-Sisi Lawan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Maret 2016 18:56 6:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Maret 2016 18:51
Bagikan
Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi
Bagikan

oleh: Samir al Hejawi

 

PRESIDEN Mesir saat ini, Abdul Fattah al-Sisi, jenderal yang berbalik melawan Presiden yang terpilih secara sah, Dr. Mohamed Morsi, menyerukan revolusi agama dan wacana baru terkait keagamaan. Revolusi yang dituntut al-Sisi ini adalah revolusi untuk menyerang Islam.

Dia sedang bekerja untuk membuang identitas Islam Arab dari Mesir, jadi tidak heran jika yang diberi sebutan sebagai “menteri keadilan”, Ahmed al-Zend, menyatakan bahwa ia akan menyeret semua wartawan dengan tuduhan menyebarkan berita bohong tentang dia dan keluarganya dan memasukkannya ke dalam penjara, “bahkan jika orang tersebut adalah Nabi (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Al Zend, yang sering disebut “sang atheis” oleh beberapa pengguna Facebook dan Twitter yang menyiarkan hashtag #theatheist, mewakili gambaran situasi Mesir di zaman pemimpin kudeta al-Sisi.

Baca juga: Menteri Kehakiman Mesir Dipecat Terkait Komentar Penjarakan Nabi

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Presiden ini menuduh Islam dan umat Islam telah mengancam seluruh ummat manusia dalam pidato sambutannya pada perayaan Maulid Nabi: “Kita butuh sebuah revolusi agama,” katanya. Hal ini diamini sekelompok pendukungnya yang diketuai jurnalis Ibrahim Eissa, aktris Ilham Chahine, penyair Fatima Naoot, dan aktris Boosi, yang mengatakan, “Mereka yang bilang bahwa Nabi Muhammad adalah manusia paling mulia keliru salah. Mereka belum bertemu al-Sisi.”

Profesor Saad al-Din Hilali bahkan lebih parah lagi hingga menyifati al-Sisi sebagai “utusan Tuhan”, sebagaimana ia juga “menggelari” hal yang sama terhadap mantan Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim. Seorang pembaca berita di saluran TV pro-Sisi bahkan mengklaim Presiden al-Sisi “diutus untuk menyempurnakan akhlaq”, yang selalunya dihubungkan sebagai tugas kenabin Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Salah seorang wanita di sebuah konferensi pernah mengatakan kepada al-Sisi, “Anda jujur dan dapat dipercaya” (Al-Amin, sebutan pada diri Nabi Muhammad) yang kemudian dijawab oleh Al-Sisi, “Saya akan berusaha untuk menjadi kuat dan jujur.” Kemudian wanita itu menambahkan, “…pengatur yang luas ilmunya”, gelar untuk Nabi Muhammad, Nabi Musa dan Nabi Yusuf.

Bencana terbesarnya, adalah ketika koran pro-Sisi, Al-Fajr mengatakan bahwa “Al-Sisi menemui Tuhan dua kali sehari” dalam sebuah tantangan nyata dan blak-blakan terhadap Islam dan aqidah Islam.

Menteri Keadilan al-Zend hanyalah salah satu dari banyak penjahat yang mendapat dukungan penuh al-Sisi. “Aku tidak akan istirahat sampai aku bunuh semua 400.000 anggota Ikhwanul Muslimin,” tegasnya. “Kami adalah tuan di negeri ini, dan yang lainnya adalah budak.” Jika ada yang membakar foto seorang hakim dalam unjuk rasa, kata al-Zend, “Kami akan membakar jantungnya, ingatannya, dan bahkan semua foto-fotonya, agar ia tidak akan mengotori Mesir.”

Al-Sisi menghina Islam dan satu setengah miliar Muslim di dunia, dengan menuduh bahwa mereka memusuhi semua umat manusia. Pengikut-pengikutnya, penulis Adel Hammouda dan al-Hilali menghina Tuhan sementara al-Zend menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menyerukan pembunuhan massal. Ibrahim Eissa menghina syariat Islam, sementara Fatima Naoot menganggap perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya Nabi Ismail sebagai “mimpi buruk”. Kemudian akademisi Youssef Ziedan muncul dengan mengatakan, perjalanan Isra Mi’raj Nabi cerita yang dikarang-karang, dan Masjidil Aqsha tidak ada di Palestina. Para pejabat di kementrian pendidikan senada dengan hal ini dan membakar buku-buku Islami untuk “pembersihan” kurikulum dari “kekerasan Islam, jihad dan permusuhan terhadap Yahudi.”

Apa yang terjadi di Mesir adalah perang melawan Islam yang dipimpin oleh al-Sisi sendiri, dan al-Zend adalah salah satu kaki tangannya. Ini adalah perang terhadap identitas Mesir, perang terhadap sejarah, dan perang terhadap keimanan. Inilah tujuan kudeta yang sebenarnya, yang memecah belah Mesir baik secara budaya maupun agama sebelum akhirnya kelak akan rusak secara geografis.*

*Samir Al Hejawi adalah penulis asal Jordan. Tulisan diambil dari artikelnya berjudul “Al Sisi War on Islam” di laman middleeastmonitor.com. Diterjemahkan Karina Chaffinch

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Fattah al-SisiAhmed al-Zendal Sisial-ZendMesirperang melawan Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Muhammadiyah Day” Digelar di Kairo
Tulisan selanjutnya Jabhah Al-Nusra Lancarkan Serangan pada Teroris Assad di Pinggiran Kota Homs

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?