Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pria Inggris Didakwa Sebarkan Kebencian Islam di Tweet terkait Brussel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Maret 2016 07:19 7:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Maret 2016 08:30
Bagikan
Matthew Doyle, dianggap melanggar Public Order Act, karena memposting komentar rasis dan anti Islam
Bagikan

Hidayatullah.com–Matthew Doyle dihadapkan pada pengadilan atas dakwaan melakukan tindakan mengganggu ketertiban umum setelah bertemu seorang wanita Muslim dan “meminta untuk menjelaskan serangan Brussel”

Pihak Kepolisian Croydon, London Selatan, telah mendakwanya setelah ia mentweet tentang konfrontasinya dengan seorang wanita Muslim setelah meminta dia untuk menjelaskan serangan Brussel.

Matthew Doyle, adalah seorang mitra agensi bakat di London selatan, ditangkap hari Kamis dan didakwa pada Jumat  berdasarkan pelanggaran Public Order Act, karena diduga memposting komentar yang berbau rasis.

Kepolisian Metropolis mengatakan Doyle, 46 tahun, “telah didakwa berdasarkan pelanggaran section 19 dari Public Order Act 1986, tentang publikasi dan pemakaian kata tertulis dan perilaku mengandung ancaman, penghinaan serta mengundang kebencian beragama.

“Hal itu kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan oleh petugas di unit keamanan masyarakat kepolisian Croydon,” ujatnya dikutip laman middleeasteye, Rabu, 23 March 2016.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya,   sehari pasca-bom Brussels, Doyle via akun @MatthewDoyle31, berkicau bahwa dia mem-bully seorang wanita Muslim dan mempertanyakan pertanggungjawabannya atas bom Brussels.

“Saya berkonfrontasi dengan seorang wanita Muslim kemarin di Croydon. Saya minta dia menjelaskan (tragedi bom) Brussels. Dia bilang ‘tak ada hubungannya dengan saya’, jawab si mulut manis,” tulis Doyle di akun Twitter-nya yang kemudian sudah dihapusnya.

“Siapa peduli jika saya menghina seorang kepala handuk (wanita berjilbab). Sial! si kepala handuk di kedai kebab lokal tak bisa bahasa Inggris? Tak punya nomor jaminan sosial dan sedang telefon ke Suriah #help,”.

Tapi caption kicauan Doyle sudah terlanjur meluas, hingga akhirnya aparat Kepolisian Croydon menahan salah satu staf eksekutif Public Relation (PR) di sebuah perusahaan tersebut pada Kamis, 24 Maret 2016 kemarin.

“Jika saya seorang xenophobia (ketidaksukaan dan ketakutan dengan orang dari negara lain) saya tidak akan tinggal di London,” kata dia.

Pria 46 tahun itu akan dihadapkan pengadilan rendah Camberwell Green pada Sabtu ini.

Apapun pembelaannya, kasus ini menunjukkan bahwa rasisme dan Islamofobia sebagaimana disebarkan Doyle masih banyak terjadi di Eropa.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bomislamofobiajilbabMatthew DoyleMuslimrasisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Antara HTI, Demokrasi dan Pemilihan Gubernur DKI
Tulisan selanjutnya Sejuk Ukhuwah Islam di Sudan [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?