Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bacalah Atas Nama Tuhanmu (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 April 2016 20:23 8:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2016 17:31
Bagikan
Alam raya ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala/ilustrasi.
Bagikan

BANYAK membaca serta banyak menggunakan akal-pikiran merupakan suatu kegiatan yang sangat dibutuhkan guna membangun keimanan yang benar menuju ketakwaan kapada Allah Ta’ala. Dengan dasar keimanan yang benar kita akan menemukan jalan lurus yang seharusnya kita tempuh untuk mencapai keberuntungan dan kebahagiaan hidup hakiki.

Para Nabi adalah manusia yang sangat cerdas. Contohnya seperti kecerdasan Nabi Ibrahim a.s. yang dapat kita ketahui melalui riwayat kehidupan beliau. Tentunya beliau banyak membaca tentang makna kehidupan, dan banyak membaca pula terhadap segala tanda-tanda yang ada di alam sekitarnya.

Dengan akal pikiran yang cerdas itu beliau berusaha mencari Tuhannya, dan atas tuntunan Tuhannya pula beliau telah mampu membaca dan memanfaatkan akal pikirannya secara baik, yang antara lain diterangkan sebagai berikut:

Demikianlah Kami memperagakan kepada Ibrahim penguasaan agung kerajaan langit dan bumi supaya dia mengenal sunnah yang berlaku pada ciptaan Kami itu dengan seyakin-yakinnya. Tatkala ia telah ditelan kegelapan malam, dilihatnya sebuah bintang, ia berkata; “Inilah Tuhanku!” Tetapi tatkala bintang itu terbenam, ia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” Dan ketika dilihatnya bulan terbit, ia pun berkata, “Inilah Tuhanku!” Tapi tatkala bulan itu terbenam pula, kembali ia berkata, “Jikalau Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku menjadi orang yang sesat.” Selanjutnya, tatkala dilihatnya matahari terbit, ia berkata lagi, “Inilah Tuhanku! Ini lebih besar dari yang terdahulu.” Tatkala matahari itu terbenam pula seperti yang lain, maka ia berkata, “Hai kaumku! Aku berlepas tangan dari apa yang kalian persekutukan dengan Allah! Aku menghadapkan wawasan hati nuraniku dalam ibadatku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi sebagai orang yang cinta tauhid, dan aku bukanlah termasuk orang yang mempersekutukan Tuhan!” (Al-An’am: 75-79).

Didasari oleh akal pikiran yang sehat serta niat baik, maka akan kita peroleh tuntunan menuju keberhasilan yang baik pula. Oleh karena itu di dalam melaksanakan berbagai kegiatan hendaknya kita tidak melakukannya berdasarkan dorongan nafsu, dan tidak pula melakukan yang didasari oleh sikap hati yang dengki, serakah, apalagi oleh sifat sombong.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Melaksanakan kegiatan hendaknya kita lakukan dengan akal sehat dan lurus, yaitu dengan didasari oleh sikap yang tawadhu atau rendah hati, menyadari atas segala kelemahan diri, serta didasari pula oleh niat yang baik untuk menegakkan kebenaran dan kebaikan, sehingga diharapkan akan kita peroleh hikmah kebenaran atas kegiatan itu. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan berdasarkan niat, sikap hati, dan cara yang baik seperti itulah yang merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan kebenaran atau yang dilakukan “karena Allah Ta’ala”.

Bagaimanakah contoh cara berpikir dan berbuat yang didasari oleh atas nama Allah Ta’ala?

Mari kita perhatikan ucapan Nabi Ibrahim sebagaimana berikut, “Jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku menjadi orang yang sesat.” Ucapan Nabi Ibrahim seperti itulah yang telah memberikan gambaran kepada kita bahwa apa yang terpikir oleh Nabi Ibrahim merupakan pikiran yang didasari pengakuan bahwa semuanya itu adalah atas tuntunan Allah Ta’ala, dan Beliau bisa berpikir pun diakuinya karena kuasa Allah Ta’ala pula.

Beliau menyadari dan mengakui atas kelemahan dirinya serta mengakui pula atas segala kekuasaan Allah yang menggenggam jiwanya. Maka, cara berpikir seperti itulah yang hendaknya dilakukan oleh kita selaku orang yang mengaku telah beriman.*/Joko S. Matsnawi, dari bukunya Lima Kearifan – Menyikapi Kehidupan dan Kematian. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bertauhidmengingat Allah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasangan Penyiar Radio BBC Tersangka Pedofilia
Tulisan selanjutnya Bacalah Atas Nama Tuhanmu (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?