Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Empat Amanah Pemuda Muslim dalam Memikul Risalah Islam [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juni 2012 16:56 4:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juni 2012 16:56
Bagikan
Bagikan

oleh: Shalih Hasyim

Amanah Kedua: Mengamalkan Islam

APAKAH cukup bagi seorang muslim dalam menyikapi islam dengan hanya sekedar mengetahui, membaca, mengkaji, hingga kepalanya penuh dengan ilmu, kemudian tidak berefek apa-apa sama sekali setelah itu? Tidak, Islam menghendaki pengetahuan dan pemahaman yang menembus ke dalam hati dan menggerakkannya untuk beramal shalih. Ilmu yang tidak membuahkan amal bagaikan pohon yang tidak berbuah. Ilmu yang bermanfaat, adalah ilmu yang membela pemiliknya pada hari kiamat (hujjatun lahu). Sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat akan menggugat pemiliknya di Mahkamah Ilahi (hujjatun ‘alaih).

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama (orang-orang yang berilmu).” (QS. Fathir (34) : 28).

Jadi, yang dikehendaki oleh Islam adalah ma’rifah (pengetahuan) yang menghasilkan khasyyatullah (takut kepada Allah SWT). Rasulullah SAW pernah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari ‘ilmu yang tidak bermanfaat bagi pemiliknya sebagaimana yang beliau ucapkan dalam doa beliau.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-MUdari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’ dari amal yang tidak diangkat ke langit (tidak diterima di sisi-MU), dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim).

Umar bin Khathab pernah memohon perlindungan kepada Allah dari orang munafik yang berilmu. Lalu ada orang bertanya kepada beliau, Wahai Amirul Mukminin, apakah mungkin seseorang itu munafik padahal berilmu? Beliau menjawab, Benar yaitu orang ‘alim lisannya tetapi jahil hatinya.

Dalam suatu atsar disebutkan: Ilmu itu ada dua macam, yaitu ilmu yang ada pada lisan, dan ini merupakan hujjah Allah terhadap anak Adam, dan yang kedua adalah ilmu yang ada di dalam hati, dan itulah ilmu yang bermanfaat.

Allah membuat dua macam perumpamaan yang teramat jelek bagi orang yang tidak mengamalkan ilmunya, bagaikan himar (keledai) dan anjing.

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya [tidak mengamalkan dan tidak membenarkan kedatangan Muhammad adalah seperti keledai yang membawa Kitab-Kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. Al Jumuah (62) : 5).

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيَ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian Dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu Dia diikuti oleh syaitan (sampai Dia tergoda), Maka jadilah Dia Termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, Sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya Dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al Araf (7) : 175-176).

Demikianlah permisalan orang yang tidak memanfaatkan ilmunya dengan sebaik-baiknya. Orang yang mempelajari shalat lantas mengamalkannya secara konsisten, belajar thuma’ninah, khusyu’, mempelajari yang halal dan yang haram, lantas menjauhi yang haram dan memilih yang halal. Mempelajari perintah dan larangan Allah, kemudian berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan, itulah ilmu yang bermanfaat (ilmun nafi’).

Setelah mempelajari dan memahami agamanya dan menjadi contoh atau menerapkan apa yang telah dipahaminya, lantas orang-orang melihatnya. Mereka berkata, Lihatlah, betapa mulia, indah, luhur dan alangkah bagusnya adab Islam, alangkah mulianya akhlak Islam. Mereka melihat ajaran-ajaran Islam terlukiskan dalam perilaku dan perbuatan. Islam berjalan di rumah, di kelas, di jalan raya, di kerumunan manusia, di gedung-gedung pencakar langit, di perkantoran dll. Dengan cara itulah Islam yang agung ini tersebar ke penjuru dunia, melintasi udara, darat dan laut.

Islam tidak memiliki missionaris-missionaris yang khusus bekerja untuk menyebarkan agama semata sebagaimana kita lihat pada agama-agama lain. Kebanyakan orang yang menyebarkan Islam adalah manusia-manusia biasa, ada yang tukang kayu, ada pula industriawan, bahkan Islam masuk ke Indonesia melalui pedagang-pedagang dari Hadramaut, demikian pula pada negara-negara lain.

Di Korea Selatan Islam masuk melalui pergaulan dan pengaruh interaksi social. Di sana terdapat tentara-tentara muslim Turki yang bertugas pada masa terjadi Perang Korea.

Pada waktu-waktu tertentu orang-orang Korea melihat tentara-tentara Turki itu pergi bersuci dengan membasuh muka, tangan dan kaki, lalu berbaris dengan rapid an khusyu’, tertib dan teratur, lalu mereka terkesan olehnya seraya bertanya, Siapakah kalian? Mereka menjawab, Kami adalah orang-orang Islam. Mereka bertanya lagi, Apakah Islam itu? Lalu diperkenalkan Islam kepada mereka sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh pasukan Turki itu. Maka masuklah ke dalam pelukan Islam beribu-ribu orang Korea karena adanya keteladann yang bagus itu.

Islam memperoleh kemenangan dan tersebar dengan baik berkat adanya keteladanan yang baik (uswah hasanah). Orang-orang melihat gambaran atau potret islam telah menyatu dengan pemeluknya, terlukis dalam kecerdasan pikiran, kejernihan hati, jasad dan perilaku pemeluknya. Demikianlah Islam tersebar lewat tangan dingin as sabiqunal awwalun (awal-awal umat Islam).

Adapun pada hari ini, dinding yang paling tebal yang membatasi dunia dari Islam adalah kaum muslimin sendiri. Keindahan dan kemuliaan Islam hanya tertulis dalam kitab-kitab, tetapi ketika orang melihat Islam ini pada diri pemeluknya, mereka akan bertanya, Mengapa para pemeluknya tidak menggunakannya? Mengapa kita tidak merasakan bekas-bekas ajaran Islam dalam kehidupan kongkrit pemeluknya?

Islam menyerukan tolong-menolong, tetapi mengapa banyak orang-orang Islam yang hidup terhina di negara-negara Islam? Islam menyerukan kekuatan, tetapi mengapa kondisi kaum Muslimin begitu lemah? Islam menyerukan untuk menuntut ilmu dan kemajuan, tetapi kita temukan negara-negara Islam merupakan potret kebodohan dan keterbelakangan.

Suatu kali ada salah seorang Barat yang memeluk Islam setelah membaca buku-buku, literature tentang Islam, di negara-negara Islam, maka bertekadlah ia melaksanakan ibadah haji ke Baitullah pada musim haji. Tetapi disana ia melihat orang-orang Islam yang berakhlak buruk dan tata pergaulannya kasar serta hal-hal aneh padahal Allah telah berfirman tentang haji.

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[Syawal, zulkaidah dan Zulhijjah)], Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats[berbicara yang menimbulkan nafsu birahi], berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[memelihara diri dari perbuatan hina atau minta-minta selama haji] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah (2) : 179).

Jadi, apa yang dilihatnya berbeda secara kontradiktif dengan apa yang dipelajarinya, lalu ia mengucapkan statemennya yang cukup terkenal: Segala puji kepunyaan Allah yang telah memperkenalkan Islam kepadaku sebelum aku mengenal orang Islam.

Oleh karena itu, kita wajib menjadi contoh praktis bagi Islam. Menjadi organ kehidupan dalam tubuh umat Islam. Menjadi mushaf yang berjalan dengan kaki. Mushaf yang telah ditafsirkan dengan perbuatan, akhlak sehari-hari. Kita harus memfokuskan diri pada amal dan perilaku, yaitu amal shalih yang lurus.

Islam menghendaki agar anda menunaikan segala sesuatu yang diwajibkan Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, memelihara hak-hak hamba dan Allah dan hak-hak diri Anda sendiri. Karena, sesungguhnya tubuh anda memiliki hak atas diri anda, istri dan keluarga anda mempunyai hak atas diri anda. Orang-orang yang mengunjungi anda mempunyai hak terhadap anda, masyarakat anda mempunyai hak terhadap anda, dan Rabb anda juga mempunyai hak atas diri anda. Maka berikanlah hak-hak itu kepada tiap-tiap pemiliknya, dan dengan demikian akan terciptalah keseimbangan dalam kehidupan.

Perilaku yang lurus merupakan gambaran dari pemahaman yang benar. Sebaliknya perilaku yang bengkok merupakan cerminan dari pemahaman yang bengkok pula.*/bersambung bagian tiga

Penulis kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus Jawa Tengah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ledakan di Xinjiang Cederai 17 orang
Tulisan selanjutnya Haedar Nashir: “Inilah Ciri Islam Berkemajuan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?