Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Saya Seperti Gila Setiap Mendengar Azan”

Bambang S
Terakhir diupdate: 19 Mei 2025 20:50 8:50 pm
Bambang S
Dipublikasikan 19 Mei 2025 20:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Kisah masuk Islamnya anak Majelis Gereja di Solo. Dulu waktunya habis untuk gereja, kini waktu habis untuk mngajar ngaji para tunanetra, gratis tak berbiaya.

“Kamu sudah tidak saya akui sebagai anak dan sekarang juga keluar dari rumah ini,” kara seorang ibu mengusir Santo Setiawan anaknya. Santo diusir dari rumah gegara masuk Islam. Padahal hak setiap orang untuk memilih agamanya. “Bisa dibayangkan tunanetra diusir dari rumah. Saya waktu itu belum punya bayangkan,” kata Santo. Karena sudah diusir, Santo pun meninggalkan rumah. Ia memilih imannya ketimbang rumahnya.

Santo memang seorang tunanetra, lahir di Solo Jawa Tengah dari keluarga Katolik yang sangat taat. Ayahnya menjadi anggota majelis gereja, ibunya penggerak jemaat gereja. Adiknya semata wayang juga aktifis gereja. Setiap ada aktivis gereja Santo hampir selalu hadir. Diakuinya separo waktunya habis untuk gereja. “Pokoknya setiap Gembala Sidang bilang ini kegiatan untuk Tuhan, saya berangkat,” ujar Santo ditemui di rumahnya awal Mei lalu.

Di gereja Santo mendapat tugas di bagian musik. Terutama ia jago bermain piano. Tak cuma memainkan piano, ia juga seorang arranger music (penata musik). Penyanyi kondang pop Jawa, Dedy Kempot, musik beberapa lagunya digarap Santo. Lagu apa saja Santo tak mau menyebutkan, lantaran menyangkut kode etik. “Soalnya jual putus sehingga nama saya tak berhak dicantumkan,” katanya.

Siapa sangka dari musik ini pula Santo mendapat hidayah. Pada 2018 ia mengambil keputusan untuk masuk Islam. Ada yang aneh sebelum ia memutuskan bersyahadat. Setiap dengar azan ia bangun tidur. Padahal, akunya, ia sudah minum 2 butir obat tidur dan telinganya ditutup headset tebal. ”Sudah begitu masih saja bangun setiap azan. Saya seperti orang gila,” katanya.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Tak mau gila beneran, ia segera memutuskan masuk Islam. Akibatnya, tak hanya diusir dari rumah, ia juga kehilangan pekerjaannya sebagai pemusik. “Saya benar-benar mulai dari nol setelah masuk Islam,” jelas Santo. Ini jelas keadaan yang tak mudah dan sering dialami mualaf. Santo tak menyerah. Ia tak mau menukarkan iman Islam dengan materi.

Ia lalu berdoa kepada Allah. Bukan minta materi. Ia minta diberi guru ngaji. Ia begitu ingin bisa membaca kitab suci Al-Quran. Tentu saja Allah mengabulkan doanya. “Allah memberi saya bukan saja guru ngaji tapi juga sekaligus pekerjaan guru ngaji he…he…,” kata Santo.

Kini di rumah orangtuanya di Solo, ia bahu membahu bersama istrinya mengajar ngaji khusus tunanetra. Sangat tidak mudah. Tantangannya banyak, mulai dari dukungan keluarga, tranpotasi dan Al Quran braile.

“Untuk memudahkan mereka, kami kemudian menjemput satu persatu,” jelas Santo yang juga menjadi guru di salah satu SLB (Sekolah Luar Biasa) di Solo ini. Setiap Sabtu tak kurang 20 tunanetra belajar membaca Al Quran. Gratis bahkan dapat makan siang gratis.

Bagaimana kisah persisnya Santo masuk Islam, bagaimana perjuangannya untuk bertahan hidup setelah diusir dari rumah? Lalu bagaimana pula ia bisa diterima kembali keluarganya, apa yang dia lakukan? Apakah ia seorang yang kaya sehingga mampu mengirim gojek menjemput para tunanetra? Ikuti kisah selengkapnya di video ini

https://www.youtube.com/watch?v=iaE6jGlyGZ8
Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinekisah mualafmualafmualaf duniaPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Elit Israel Brigade Golani Mundur dari Gaza Berencana Duduki Gaza, Penjajah ‘Israel’ Kembali Lancarkan Invasi Darat Berskala Besar
Tulisan selanjutnya Kemenangan Palestina, Raksasa Supermarket Inggris Co-Op Boikot Produk ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?