Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Kisah Dua Rekanan: Mukmin dan Kafir (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Mei 2016 21:01 9:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Mei 2016 20:54
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

DIRIWAYATKAN dari Al-Hafizh Ibnu Katsir, dahulu kala pada masa Bani Israel ada dua orang rekanan bisnis, yang satu mukmin dan yang lain kafir. Keduanya lalu sepakat untuk berpisah secara baik-baik dengan kepemilikan harta bersama sebesar 6.000 dinar. Masing-masing pun mendapat bagian 3.000 dinar.

Mereka berpisah dan tinggal berjauhan dalam jangka waktu yang dikehendaki Allah, kemudian bertemu lagi. Rekanan yang kafir itu berkata kepada si mukmin, “Apa yang kau lakukan dengan uangmu? Apakah kau memutarnya dalam perniagaan tertentu?”

Si mukmin menjawab, “Tidak! Lalu apa yang kamu perbuat?”

“Uang tersebut aku belikan sebidang tanah dan perkebunan dengan harga 1.000 dinar,” jawab si kafir.

“Kau benar-benar melakukannya?” tanya si mukmin.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

“Ya.” jawab si kafir.

Si mukmin kemudian pulang. Malam harinya, ia shalat. Begitu selesai shalat, ia ambil uang 1.000 dinar, lalu ia letakkan di hadapannya, kemudian berkata, “Ya Allah, si Fulan (rekanannya yang kafir) telah membeli sebidang tanah, kebun kurma, kebun buah, dan kanal-kanal irigasi dengan uang 1.000 dinar, namun jika esok ia mati, ia tinggalkan semua yang dibelinya itu. Karena itu, ya Allah, dengan uang 1.000 dinar aku beli dari-Mu sebidang tanah, kebun kurma, kebun buah, dan kanal-kanal irigasi di surga.”

Pagi harinya, ia bagi-bagikan uang tersebut kepada fakir miskin.

Si mukmin dan si kafir kembali tinggal terpisah hingga waktu yang dikehendaki Allah, kemudian bertemu kembali. Si kafir pun berkata kepada si mukmin, “Apa yang kau lakukan dengan uangmu? Apakah kau memutarnya dalam perniagaan tertentu?”

Si mukmin menjawab, “Tidak! Lalu apa yang kamu perbuat?”

“Tanah propertiku sudah begitu berat untuk aku tangani sendiri. Karenanya aku beli budak dengan uang 1.000 dinar. Merekalah yang bekerja dan mengurus tanah tersebut untukku,” jawab si kafir.

“Kau benar-benar melakukannya?” tanya si mukmin.
“Ya,” jawab si kafir.

Si mukmin kemudian pulang. Malam harinya, ia shalat. Begitu selesai shalat, ia ambil uang 1.000 dinar, lalu ia letakkan di hadapannya, kemudian berkata, “Ya Allah, si Fulan (rekanannya yang kafir) telah membeli budak dari kalangan budak dunia dengan uang 1.000 dinar, namun jika esok ia mati, ia tinggalkan semua yang dibelinya itu. Karena itu, ya Allah, dengan uang 1.000 dinar aku beli dari-Mu budak di surga.”

Pagi harinya, ia bagi-bagikan uang tersebut kepada fakir miskin.

Selanjutnya mereka tinggal terpisah hingga waktu yang dikehendaki Allah, kemudian bertemu kembali. Si kafir lagi-lagi berkata kepada si mukmin, “Apa yang kau lakukan dengan uangmu? Apakah kau memutarnya dalam perniagaan tertentu?”

Si mukmin menjawab, “Tidak! Lalu apa yang kamu perbuat?”

“Semua urusanku sudah selesai, kecuali satu hal. Si Fulanah ditinggal mati suaminya, lalu aku peristri dia dengan uang mahar 1.000 dinar. Dia datang kepadaku dengan membawa kembali uang 1.000 dinar tersebut beserta sejumlah uang yang senilai dengannya,” jawab si kafir.

“Kau benar-benar melakukannya?” tanya si mukmin.

“Ya.” jawab si kafir.

Si mukmin kemudian pulang. Malam harinya, ia shalat. Begitu selesai shalat, ia ambil uang 1.000 dinar, lalu ia letakkan di hadapannya, kemudian berkata, “Ya Allah, si Fulan (rekanannya yang kafir) menikahi seorang istri dunia dengan uang mahar 1.000 dinar, namun jika esok dia mati, ia tinggalkan semua yang dibelinya itu. Karena itu, ya Allah, dengan uang 1.000 dinar aku pinang kepada-Mu seorang bidadari di surga.”

Pagi harinya, ia bagi-bagikan uang tersebut kepada fakir miskin.*/Muhammad Khalid Tsabit, dari bukunya Quantum Ridha. [Tulisan berikutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kafirmukmin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Senegal Vonis Penjara Seumur Hidup Mantan Penguasa Militer Chad Hissene Habre
Tulisan selanjutnya Kisah Dua Rekanan: Mukmin dan Kafir (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?