Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seorang Profesor Univ California Kerap Melakukan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswinya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 April 2016 19:11 7:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 April 2016 19:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua orang mahasiswi Universitas California di Berkeley mengajukan pengaduan hukum atas seorang profesor dengan tuduhan pelecehan seksual.

Kathleen Gutierrez dan Erin Bennett mengajukan kasus mereka ke California Department of Fair Employment and Housing, dengan mengatakan pihak kampus gagal mengambil tindakan atas profesor tersebut.

Kedua mahasiswi itu mengataka bahwa Blake Wentworth, seorang asisten profesor, berulang kali menyentuh mereka dan mengeluarkan komentar-komentar seksual yang tidak pantas.

Wentworth membantah tuduhan itu, lapor BBC Selasa (12/4/2016).

Guiterrez dan Bennett, keduanya mahasiswa pascasarjana, mengungkapkan kasusnya ke publik dalam konferensi pers di Universitas California kampus Berkeley, dekat kantor Wentworth pada hari Senin kemarin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka mengatakan pihak kampus gagal mengambil tindakan yang layak terhadap Wentworth, yang mengajar di bidang kajian Asia Selatan dan Asia Tenggara itu.

Beberapa kelompok mahasiswa menggelar unjuk rasa di kampus guna memprotes serangkaian pelecehan seksual yang dilakukan oleh staf-staf perguruan tinggi terkemuka itu.

Sejak Oktober 2015, seorang pakar astronomi, dekan fakultas hukum dan asisten pelatih bola basket mengajukan pengunduran diri terkait tuduhan pelecehan seksual.

Guiterrez, 28, pertama kali mengadukan Wentworth ke pihak berwenang di kampus setahun silam dan tuduhannya didukung oleh bukti-bukti dari tim investigasi kampus pada bulan Oktober lalu, lapor Associated Press (AP).

Bennett, 25, mengaku senantiasa mengalami kegelisahan akibat kehadiran Wentworth di kampus sehingga terpaksa mengambil cuti kuliah. Kepada AP dia mengatakan pelecehan seksual yang dialaminya menguras tenaga dan pikiran, serta mengancam masa depan serta pendidikannya.

Juru bicara UC Berkeley Dan Mogulof mengatakan tuduhan terhadap Wentworth sedang diselidiki oleh pihak universitas.

Wentworth sudah diberhentikan sementara dari tugasnya mengajar dan dilarang masuk kantor mahasiswa pascasarjana, serta ruang tunggu di kampusnya, kata Mogulof.

Arabelle Malinis, seorang mahasiswi hukum, mengatakan sedikitnya lima mahasiwa lain mengajukan keluhan ke pihak universitas berkaitan dengan Wentworth.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pidato di Wina, HNW: Dialog Antaragama Harus Pengaruhi Pengambil Kebijakan
Tulisan selanjutnya Israel akan Memungut Pajak dari Perusahaan Online Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

Berita
13 Juni 2026 09:49
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Terbaru

  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?