Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Akhirnya Aku Merdeka dari Jajahan Rokok!

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 April 2016 14:24 2:24 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 April 2016 14:24
Bagikan
rokok menurut para ulama
Sejak itu, aku pun mantab memproklamasikan diri merdeka dari jajahan rokok!
Bagikan

AKU  tidak pernah paham betul mengapa sampai bisa kecanduan rokok. Tetapi, yang kuingat satu, lingkungan dimana aku tumbuh besar, nyaris semua orang dewasanya selalu merokok setiap hari. Dan, nampaknya mereka begitu merasa gagah dengan menyedot bendar berasap itu.

Sejak kecil aku sangat penasaran dengan benda sepanjang 9 sentimeter itu. Perlahan-lahan, aku pun mencoba. Tentu itu aku lakukan secara sembunyi-sembunyi. Sebab orang tuaku pasti tidak mau melihat aku sudah merokok.

Hal itu aku lakukan sampai berstatus siswa SMA. Hingga akhirnya, saat itu aku mulai berani mendeklarasikan diri bahwa aku dewasa dan aku tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk merokok, termasuk di hadapan orang tuaku.

Aku pun seperti mendapatkan angin kemerdekaan. “Kini tak akan ada lagi yang menegurku melakukan hobi orang-orang “gagah” ini. Aku sudah bisa diterima dikomunitas orang dewasa dengan segenap hobi dan perilakunya,” pikirku waktu itu.

Benar saja, aku semakin terperangkap dengan buaian rokok. Sampai-sampai tidak kusadari bahwa aku telah menjadi budak rokok daripada penikmat rokok. Bagaimana tidak, bangun tidur yang kucari pertama adalah rokok. Habis makan, tanganku selallu sibuk memeriksa kantong celana, dimana kusimpan rokok semalam. Bahkan, naik motor pun, ada yang ganjil rasanya jika sela jemari kiriku tidak menjepit batang rokok.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Begitu aku jalani hidupku sepanjang 8 tahun, mulai dari 2004 sampai 2012. Satu pengalaman yang tak pernah kulupa adalah ketika aku yang asli Subang Jawa Barat dan sedang kuliah di Bandung harus pulang ke Subang.

Kala itu, uangku tinggal 10 ribu, sedang aku harus segera pulang dan saat itu aku belum makan seharian. Sempat terjadi perang sengit dalam benakku.

Kalau aku makan, aku tidak bisa merokok dan tidak bisa pulang. Kalau aku merokok aku tidak bisa makan dan tidak bisa pulang.

Setelah lama menimbang-nimbang, akhirnya aku putuskan beli rokok dua batang, dan karena lapar yang tak bisa kutahan, aku beli makan dan kembali membeli rokok, hingga 10 ribu itu habis untuk makan dan beli rokok dua kali. Dampaknya, pulang gagal, uang habis, makan pun cuma sekali. Ya, itulah siksaan rokok terhadap hidupku yang paling tak bisa kulupakan.

Doa Orang tua

Alhamdulillah, berkat doa orang tua, akhirnya aku mendapat hidayah dari Allah.  Kala itu aku sudah duduk di semester akhir. Pikiranku kosong dan tentu saja uang tidak bisa dihabiskan hanya untuk menuruti keinginan diri merokok.

Ini juga aneh, aku juga tidak tahu persis kenapa kemudian tiba-tiba muncul lintasan dalam hati untuk segera menata diri.

Akhirnya aku menetapkan diri untuk kembali mengamalkan ajaran yang kuterima kala masih kecil. Shalat lima waktu, kembali membaca Al-Qur’an dan berusaha sesering mungkin ke masjid. Meskipun malasnya minta ampun kala itu.

Aku terus bertahan, sampai akhirnya selama tiga bulan aku jalani semua itu, rupanya berdampak pada kebiasaanku merokok. Aku berusaha memantabkan diri untuk talak tiga dengan benda 9 sentimeter itu.

Namun, jangan dikira mudah. Akalku belum benar-benar bebas dari penjajahan pemikiran masa lalu. “Ah, kenapa berhenti merokok, nanti kamu disebut sok baik, sok bersih dan kamu bakal gak bisa punya banyak teman lagi,” pikirku saat itu. Syukurnya, aku bergeming dengan suara negatif batinku sendiri.

Sampai akhirnya, kala aku mengikuti sebuah kajian di masjid, dimana manusia harus menghitung amal baik dan amal buruknya, entah kenapa sepulang dari masjid aku langsung mengambil pulpen dan membuat dua kolom.

Kolom kiri aku beri tulisan “Alasan mengapa aku harus merokok.” Kolom kedua ku beri tulisan “Alasan mengapa harus berhenti merokok.”

Sumpah, hal yang paling sulit aku lakukan saat itu adalah mengisi kolom kiri. Sungguh tidak ada alasan yang membuat tanganku bergerak menuliskan sesuatu mengapa aku harus merokok. Aku bertahan, dan sangat ingin mengisi kolom kiri itu. Sempat terlintas, “Agar mudah bergaul,” tetapi, orang yang tidak merokok pergaulannya juga bagus. Aku pun terhenti dan tidak bisa menulis, kecuali dengan alasan yang kurang logis.

Setelah beberapa saat bertahan, akhirnya aku kepikir untuk mencoba mengisi kolom kanan. Subhanallah, dengan lancar dan cepat tanganku menulis alasan penting mengapa aku harus berhenti merokok. Aku ingat ada sekitar 20 nomor mengapa aku harus berhenti merokok.

Sejak itu, aku pun mantab memproklamasikan diri merdeka dari jajahan rokok! Alhamdulillah, kini aku sudah menikah dan menanti kelahiran anak pertama dari istri tercinta. Aku berharap kisah ini bisa memberikan kekuatan diri untuk siapa saja yang masih terjajah oleh ilusi nikmatnya merokok dan ingin segera memproklamasikan diri bebas dari jajahan rokok.*/Seperti disampaikan oleh Ramlan kepada hidayatullah.com

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:merokokrokok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jenguk Ba’asyir, Keluarga Keluhkan Protap Larangan Shalat Berjamaah
Tulisan selanjutnya Abasa Diet untuk Pencegahan dan Pengobatan Kanker

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?