Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menyebut Terjadi Korupsi, USAID Hentikan 14 Penyalur Bantuan untuk Suriah dari Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Mei 2016 11:00 11:00 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Mei 2016 10:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Amerika Serikat menghentikan bantuan jutaan dolar atas lebih dari sepuluh organisasi yang menyalurkan bantuan untuk Suriah dari Turki, setelah ditemukan mereka secara sistematis melakukan kelebihan bayar terhadap perusahaan-perusahaan Turki yang menyuplai barang kebutuhan dasar melalui kolusi dengan sejumlah staf. Demikian dikatakan seorang pejabat Amerika hari Selasa (10/5/2016).

Setelah melakukan investigasi rumit atas penyaluran bantuan kemanusian ke Suriah yang dikirim dari Turki dan Yordania oleh beberapa lembaga non pemerintah atau LSM dengan dana berasal dari USAID dan lembaga donor intenasional lainnya, kantor inspektorat USAID (U.S. Agency for International Development) menemukan praktek-praktek korupsi yang melibatkan sejumlah penyalur bantuan yang beroperasi dari Turki. Demikian diumumkan Office of Inspector General (OIG) USAID hari Jumat (6/5/2016) seperti dilansir Hurriyet Daily News.

Berbicara kepada Hurriyet hari Selasa (10/5/2016), seorang pejabat pemerintah AS mengkonfirmasi bahwa investigasi itu mengakibatkan diberhentikannya 14 entitas dan individu-individu yang terlibat dalam penyaluran bantuan untuk Suriah dari Turki.

“Itu merupakan investigasi independen yang dilakukan oleh inspektur jenderal independen,” kata pejabat AS yang meminta identitasnya disembunyikan itu.

“Oleh karena penyelidikannya masih berlangsung, kami tidak dapat memberikan informasi apapun mengenai nama organisasi tertentu atau individu yang terlibat,” imbuh orang tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pernyataannya Jumat lalu, OIG USAID mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan sudah mengidentifikasi sebuah jaringan para pedagang, sejumlah staf LSM, dan sejumlah orang lainnya yang berkolusi melakukan suap dan manipulasi berkaitan dengan kontrak pengiriman bantuan kemanusiaan ke Suriah.

OIG USAID mengatakan kasus itu terungkap dari laporan yang masuk mengenai keganjilan-keganjilan yang ditemukan dalam pengadaan barang bantuan kemanusiaan.

Mengutip sumber-sumber kemanusiaan, kantor berita AFP dari Washington hari Selasa kemarin melaporkan bahwa termasuk organisasi non pemerintah yang terdampak adalah International Medical Corps (IMC), Irish Charity Goal dan International Rescue Committee (IRC) yang dipimpin oleh mantan Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diteror “Jangan Urus Orang Lain Kalau Mau Selamat”, AM Fatwa Tidak Takut
Tulisan selanjutnya Pemuda PUI Mengembangkan Gerakan di Tanah Papua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?