Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Pengungsi Muslim di Yunani Lebih Merindukan Kampung Halaman Mereka selama Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Juni 2016 14:57 2:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juni 2016 14:57
Bagikan
Renna Ramadan menyiapkan makanan berbuka puasa bagi keluarganya.Ratusan pengungsi dan migran berada di Piraeus, lama setelah pihak berwenang Yunani bersumpah memindahkan mereka ke kamp-kamp lain
Bagikan

Hidayatullah.com–Mentari terbenam di balik kapal-kapal feri yang membawa penumpang menuju kepulauan Yunani, ratusan pengungsi yang kepanasan dan lelah berbaris di depan sebuah trailer yang terletak di tempat parkir yang luas. Mereka belum makan ataupun minum sejak jam 4 pagi.

Sudah jelas bahwa pemerintah Yunani sedang mencoba untuk membantu pengungsi selama Ramadhan. Tetapi meskipun begitu, kondisi di Piraeus sangatlah buruk.

Hedda Grew, seorang relawan Tim NGO Swedia, mengatakan puasa Ramadhan hanya menambah ketegangan diantara orang-orang yang despresi tentang keadaan mereka.

“Mereka tidak bisa minum, mereka tidak bisa makan, mereka hanya duduk di tenda mereka yang panas sepanjang hari, dan hal itu merupakan gabungan antara Ramadhan dan menunggu,” kata dia dikutip laman PRI’s The World.

Saya berjalan ke sebuah wilayah yang lebih sepi di kamp tersebut di mana saya bertemu dengan Amal Herh, seorang ibu muda empat orang anak yang berasal dari Aleppo.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Namanya mempunyai arti “Hope (Harapan)” dalam bahasa Inggris. “Saya mempunyai banyak harapan,” kata dia. “Tetapi saat ini saya harus kuat, lebih kuat, untuk keluargaku.”

Amal menunjukkan wajah yang meyakinkan, tetapi saya dapat melihat penderitaan di matanya. Dia mengatakan padaku bahwa Ramadhan membuatnya lebih lama di rumah.

“Saya ingin pergi ke Aleppo pada Ramadhan, memasak dan air dingin serta tempat yang baik, tidak seperti ini,” kata dia. “Beberapa buah yang bagus, bukan jeruk setiap hati. Kamu tidak dapat menyukai makanan yang sama setiap hari, ya kan?

Saya mengatakan padanya saya mengerti. Orang-orang itu mengatakan padaku bahwa Ramadhan merupakan sebuah waktu yang sangat menyenangkan sekali dalam setahun, dengan keluarga, dan makanan khusus.

“Tetapi saya tidak mengatakan apa yang bisa saya katakan padamu, karena saya sangat sedih sekarang, karena saya merindukan rumah.”

Malam selanjutnya saya menerima undangan berbuka puasa yang sangat berbeda dengan Anna Stamou, seorang wanita Yunani yang telah masuk ke dalam Islam, dan suaminya, Naim el Ghandour, presiden Asosiasi Muslim Yunani. Naim dilahirkan di Mesir.

Setelah berbuka puasa Anna menjadi penerjemah bagi Naim karena dia berbicara dalam bahasa Yunani. Dia sedih karena ribuan pengungsi Muslim merayakan Ramadhan di kamp-kamp. Tetapi dia mengatakan padaku dia senang mengetahui Yannis Mouzalas, menteri migrasi Yunani, berupaya menunjukkan dukungan selama Ramadhan.

“Hal itu sangat menggembirakan kami,” kata dia.

Para pengungsi berada dalam keadaan yang menyedihkan di Yunani. Tetapi Naim, yang meninggalkan kampung halamannya Mesir pada 1967, bersyukur setidaknya mereka jauh dari kekeraaan.

“Mereka lebih baik daripada berada di sana dan mungkin bom akan menjatuhi kepala mereka sekarang jika tetap di sana dan mereka dapat merayakan, tidak apa-apa,” kata dia.

Tetapi berkah Ramadhan terbaik bagi mereka adalah dengan berakhirnya pertempuran.

“Aku berharap akan ada sebuah solusi dengan Eropa untuk menghentikan perang,” kata dia. “Karena itu lah permasalahannya – untuk menghentikan perang. Mereka semua ingin kembali. Kami pastinya berharap bahwa Ramadhan selanjutnya akan dapat kami temui tanpa perang.”

Setelah itu saya terus kembali memikirkan Amal di tendanya di Piraeus. Tidaklah mudah merasakan martabatmu menjauh, khususnya selama liburan. Aaya berharap saya dapat membawakan mereka air dingin dan jeruk yang baru saja dikupas dari Aleppo selama Ramadhan.*/Jeanne Carstensen dan Jodi Hilton sedang melakukan peliputan tentang krisis pengungsi di Yunani dengan dukungan dari Pulitzer Center.Diterjemahkan Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AleppopengungsiPuasaRamadhansuriahYunani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cerita Syeikh Nezar yang Terjebak Perang Antar Suku di Timika
Tulisan selanjutnya Anak Jalanan Tak Dilayani, Restoran India Bermental Kolonial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?