Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tiga Tahun Berselang Gadis India Ini Diperkosa Lagi Oleh 5 Pelaku yang Sama

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Juli 2016 09:22 9:22 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Juli 2016 09:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang gadis India yang diperkosa tiga tahun silam mengatakan dirinya diserang lagi oleh para pria yang sama, dua di antaranya dibebaskan polisi dengan uang jaminan dari kasus pemerkosaan pertama. Polisi masih belum melakukan penangkapan.

Deputy superintendent Pushpa Khatri, dari kepolisian negara bagian Haryana, mengatakan hari Senin (18/7/2016) bahwa dua dari lima pelaku yang diduga melakukan serangan seksual Rabu pekan lalu di Rohtak saat ini berstatus dibebaskan dari tahanan dengan uang jaminan sambil menunggu proses persidangan kasus pemerkosaan tiga tahun lalu di Bhiwandi.

Katri mengatakan korban “telah mengidentifikasi kelima tersangka dan dua di antaranya terlibat dalam pemerkosaan mahasiswi itu di distrik Bhiwandi pada tahun 2013.”

Kami telah membentuk beberapa tim untuk menangkap tersangka,” imbuhnya.

Korban yang tidak disebutkan namanya itu menggugat pelaku ke pengadilan. Polisi hingga saat berita ini diturunkan belum melakukan penangkapan sama sekali di negara bagian Haryana, lapor Deutsche Welle. Namun, mereka masih mencari 5 pria yang dituduh menculik korban dari luar tempat kuliahnya sebelum mencekokinya dengan obat-obatan dan memperkosanya di dalam mobil pada hari Rabu lalu (13/7/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Korban, berusia 21 tahun, sekarang masih dalam perawatan di rumah sakit.

“Saya sedang keluar dari kampus ketika saya melihat mereka. Mereka adalah lima pria yang sama. Mereka memaksa saya masuk ke dalam mobil. Mereka berusaha menjerat leher saya. Mereka berkata akan membunuh ayah dan saudara laki-laki saya,” cerita korban.

“Saya tidak tahu mereka membawa saya ke mana,” imbuh gadis malang itu.

Dibiarkan tergeletak begitu saja dalam keadaan sekarat, gadis itu ditemukan oleh pelintas jalan dan dibawa ke rumah sakit. Korban mengatakan dia “sangat takut sekali.”

Korban berkata keluarganya pindah rumah dari Bhiwandi ke Rohtak, yang terletak di barat laut ibukota New Delhi, setelah mereka diancam oleh dua orang pelaku yang dibebaskan polisi dari tahanan dengan uang jaminan.

“Tersangka terus menerus mengancam untuk menghabisi kami di luar pengadilan. Bahkan mereka menawarkan uang dalam jumlah banyak untuk menghentikan kasus itu. Tetapi kami tidak setuju,” kata saudara laki-laki korban kepada koran Hindustan Times.

Keluarga korban berasal dari kasta dalit, kasta paling rendah dalam masyarakat Hindu di India. Orang-orang dalit kerap diperlakukan lebih hina dari binatang dan sampah oleh orang-orang dari kasta lain.

Data pemerintah menunjukkan 36.735 kasus pemerkosaan yang dilaporkan terjadi di seluruh penjuru India pada tahun 2014. Namun menurut para aktivis, pemerintah sengaja mengecilkan angka resmi itu dikarenakan stigma sosial yang terkait dengan kejahatan seksual. Bayangkan betapa besarnya kasus keseluruhan yang sebenarnya terjadi di India, sebab pastinya banyak pula kasus pemerkosaan tidak dilaporkan ke pihak berwenang.

India mereformasi undang-undang terkait pemerkosaan pada tahun 2012, menyusul kasus pemerkosaan massal atas seorang mahasiswi di dalam bus di Delhi. Undang-undang baru mengharuskan kasus kejahatan seksual diproses lebih cepat dan pelaku dijatuhi hukuman lebih berat dari peraturan sebelumnya. Akan tetapi, peraturan tinggal peraturan, sampai saat ini kabar pemerkosaan di India terdengar hampir setiap hari dan pelaku kerap melenggang bebas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penasihat IARC: Tak Boleh Ada Kelompok Mau Menang Sendiri
Tulisan selanjutnya Pengungsi Remaja Afghanistan Serang Penumpang Kereta di Jerman dengan Pisau dan Kapak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?