Hidayatullah.com — Iran membebaskan lebih dari 700 narapidana usai kemenangan timnas sepak bolanya atas Wales pada pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar, kata situs pengadilan Mizan Online.
Pada Senin (28/11), Mizan Online mengumumkan “709 tahanan dibebaskan dari berbagai penjara di negara ini” menyusul kemenangan 2-0 pada Jumat.
Di antara mereka adalah “mereka yang ditangkap selama peristiwa baru-baru ini,” kata Mizan Online, merujuk secara tersirat demonstrasi yang mengguncang Iran selama lebih dari 2 bulan.
Aksi demonstrasi dipicu kematian Mahsa Amini, 22 tahun, dalam tahanan polisi moral karena dugaan pelanggaran aturan pakaian yang ketat di Iran.
Media Iran lainnya secara terpisah melaporkan bahwa aktor terkemuka Iran Hengameh Ghaziani telah dibebaskan dengan jaminan setelah penangkapannya karena mendukung protes.
Dua tokoh terkemuka yang ditahan terkait demonstrasi – mantan pemain sepak bola internasional Voria Ghafouri dan aktivis oposisi Hossein Ronaghi – juga dibebaskan dengan jaminan, kata laporan.
Lebih dari 2 ribu orang didakwa
Kantor berita negara IRNA melaporkan pada hari Senin bahwa mantan pembawa acara televisi negara Mahmoud Shahriari, 63, telah dibebaskan setelah dua bulan di penjara karena “mendorong kerusuhan”.
Iran pada hari Jumat mencetak dua gol jelang ke gawang Wales pada waktu tambahan. Kemenangan ini lantas menghidupkan kembali semangat Piala Dunia mereka menjelang pertandingan yang bermuatan politis pada hari Selasa melawan Amerika Serikat.
Iran kalah dalam pertandingan Piala Dunia pertamanya dari Inggris, 6-2.
Pengadilan Iran mengatakan lebih dari 2.000 orang telah didakwa sejak dimulainya protes.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk pekan lalu mengatakan sekitar 14.000 orang telah ditangkap.*