Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Jerman Mendesak Kanselir Angela Merkel Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Juli 2016 08:48 8:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Juli 2016 08:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aksi unjuk rasa besar terjadi di ibukota Berlin, di mana para demonstran meneriakkan seruan agar Kanselir Angela Merkel mundur dari jabatannya. Mereka kecewa dengan kebijakan migran politisi wanita itu.

Orang-orang yang berkumpul di stasiun pusat Berlin itu mengibar-kibarkan bendera nasional Jerman, bendera-bendera kerajaan di Jerman dan bendera kelompok perlawanan anti-Nazi di era Perang Dunia II.

Mereka mengusung spanduk dan meneriakkan kata-kata “Merkel harus pergi” dan “Ratu para penyelundup. Merkel harus pergi.”

Menurut polisi sekitar 1.350 orang ambil bagian dalam demonstrasi itu, lapor Russia Today.

Para pembicara dalam aksi itu menuntut agar Merkel membuatkebijakan untuk menangkal kedatangan pengungsi baru dan mengimplementasikan kebijakan keamanan yang lebih keras.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Merkel menghancurkan Jerman,” kata salah seorang demonstran kepada koresponden Russia Today di lokasi hari Sabtu (30/7/2016).

“Itu tak bisa diterima, kita membiarkan orang-orang masuk ke negara kita tanpa melalui pemeriksaan yang benar. Kita menghadapi kondisi di mana orang-orang datang dan tidak jelas apa maksud mereka,” kata seorang demonstran lain.

Unjuk rasa anti-Merkel itu digelar oleh kelompok bernama “We are for Berlin, we are for Germany” untuk menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan Merkel yang membuka luas pintu bagi pengungsi dan migran pencari suaka.

Menurut laporan media Jerman, unjuk rasa kemarin itu merupakan yang ketiga yang digelar oleh kelompok tersebut. Sebelumnya mereka pernah melakukan aksi serupa di bulan Maret dan Mei.

Sementara itu pada saat yang sama, digelar aksi unjuk rasa tandingan oleh sejumlah kelompok kiri di ibukota dengan slogan “For a united Berlin – against right wing hate!”. Para peserta unjuk rasa berkekuatan sekitar 1.000 orang itu mengusung spanduk bertuliskan “Jerman lebih baik tanpa Nazi.”

Tidak hanya di daratan, orang-orang yang berada di atas perahu dan panggung apung di Sungai Spree juga menggemakan toleransi terhadap pengungsi.

Menurut pihak kepolisian jumlah aparat yang dikerahkan untuk mengawal berbagai unjuk rasa kemarin itu mencapai 1.700.

Merkel belakangan semakin mendapatkan banyak hujatan dan kecaman terkait kebijakan migran yang dibuatnya. Terlebih belum lama ini, menyusul serangkaian serangan mematikan di beberapa kota di Jerman oleh migran atau pengungsi, Merkel mengatakan bahwa Jerman masih aman dan negara itu masih bisa mengatasi masalah-masalah yang timbul berkaitan dengan migran dan pengungsi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Asyik Main Pokemon Go 3 Remaja London Ditodong Rampok
Tulisan selanjutnya Mendeportasi Pegawai Migran Restoran Burger Kelas Elit di London Ditebari Ribuan Belalang, Jangkrik dan Kecoak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?