Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Dari Bilik yang Sempit, Anak-anak Itu Semangat Mengaji

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2016 18:44 6:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2016 18:44
Bagikan
Bagikan

BANGUNAN itu hanya sebuah bilik berukuran sekitar 4×4 meter persegi. Dindingnya kombinasi antara anyaman daun kelapa dan alang-alang, papan triplek, dan batu bata. Lantainya terbuat dari semen kasar dan berdebu. Atapnya terbuat dari genteng yang berlubang-lubang.

Bilik sederhana itu terletak di Dusun Jelateng Barat, Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bagian dalam bilik itu terasa sumpek. Tak ada ventilasi udara. Rasa sumpek kian bertambah apabila sang empunya rumah memasak. Sebab, kompor dan peralatan masak juga berada di dalam bilik itu.

Belum lagi sejumlah barang yang ikut teronggok di sana. Ada rak sepatu, rak piring, pakaian yang tergantung di tali yang memanjang dari satu tembok ke tembok lain, dipan di salah satu sisi bilik, plus sebuah motor terparkir di dekat tembok.

Di bilik inilah 35 anak usia TK dan SD belajar mengaji. Mereka berasal dari kaum dhuafa. Bocah-bocah tersebut belajar setiap sore. Tak pernah berhenti. Mereka mulai belajar pukul 14.00 sampai menjelang magrib. Sementara pada pagi hari, bocah-bocah ini belajar di sekolah.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Di bilik ini mereka belajar membaca al-Qur’an, menghafal surat-surat pendek, berwudhu, dan shalat. Suara mereka lantang ketika bersama-sama membaca hafalan surat-surat pendek. Semangat belajar mereka terasa sekali dari teriakan yang terdengar jelas dari luar bilik.

Tampaknya mereka tak peduli dengan banyaknya debu yang melayang di dalam bilik tersebut karena buruknya ventilasi. Debu-debu itu terlihat jelas saat diterpa cahaya matahari yang menyelinap masuk dari lubang genteng yang bocor.

Mereka juga tak peduli dengan cahaya yang tak begitu terang menyinari bagian dalam bilik. Lagi-lagi, ini karena tak tersedianya jendela yang memadai di bilik tersebut. Satu-satunya sumber cahaya hanya berasal dari lampu kecil yang tergantung di atap.

Adalah Nurisah, pria kelahiran 1986, si empunya bilik, sekaligus pengajar anak-anak tersebut. Ia mengajar dengan sukarela, tak mau memungut biaya dari anak-anak itu.

“Saya kasihan sama anak-anak ini. Mereka semangat sekali mengaji. Padahal sebelumnya tak ada yang bisa mengajar mereka” jelas Nurisah kepada hidayatullah.com yang mengunjunginya pada Jumat (19/08/2016).

Sebenarnya, Nurisah berprofesi sebagai guru honorer di sekolah yang tak jauh dari sana. Sebulan, ia hanya diupah Rp 300 ribu.

Dengan uang sebesar itu, rasanya sulit bagi ayah dua anak ini untuk membiayai kegiatan mengaji anak-anak tersebut. Jangankan untuk anak-anak, untuk keluarganya pun tak cukup. “Saya pernah tidak punya uang sama sekali,” jelas Nurisah.

Namun, dengan segala keterbatasannya, laki-laki yang akrab dengan anak-anak ini bisa mempertahankan sekolah sederhana itu hingga hampir berusia tiga tahun.

Abdul Kholiq, petugas Baitul Mal Hidayatullah (BMH) Mataram, NTB, pernah mempertemukan Nurisah dengan seorang donatur. Ketika itu, cerita Kholiq, sang donatur memberikan bantuan Rp 1 juta. Ada juga yang memberikan bantuan karpet.

Bantuan tersebut memang patut disyukuri. Namun, kata Kholiq, jelas tak cukup untuk mewujudkan cita-cita Nurisah memugar bilik belajarnya.

Nurisah berencana membangun bilik permanen yang layak dipakai sebagai tempat belajar anak-anak. Jika cita-cita ini tercapai,  Nurisah berencana membangun bilik sederhana di dekat bilik belajar anak-anak untuk tempat tinggal keluarganya. Namun, ia sendiri masih kebingungan dari mana biaya pembangunan ia peroleh.

Menurut Kholiq, setidaknya Nurisah membutuhkan dana sekitar Rp 25 juta untuk mewujudkan cita-citanya. Saat ini, kata Kholik, BMH tengah mengupayakan mencari bantuan untuk guru mengaji ini.

Semoga berbahsil!*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Lombok BaratmengajiNTBNusa Tenggara Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beda Menyembelih Hewan Ala Barat dan Islam
Tulisan selanjutnya Mulai Selasa Gelombang Kedua Menuju Jeddah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?