Hidayatullah.com — Bulan suci Ramadhan tinggal hitungan hari. Kita, sebagai umat Islam, perlu mempersiapkan mental dan fisik kita dalam menyambut bulan paling mulia ini untuk dapat mencapai tujuan-tujuan utama adanya bulan suci Ramadhan ini.
Puasa, menurut ustadz Fahmi Salim, memiliki fungsi yang sama seperti Al Quran, yaitu keduanya berfungsi menyucikan hati dan meningkatkan kualitas ruh kita.
Seperti halnya tubuh, ruh dan hati kita juga perlu asupan untuk jadi semakin subur dan tidak kering.
Maka, setahun sekali Allah SWT mewajibkan kita berpuasa satu bulan penuh untuk mensyukuri nikmat turunnya Al Quran, sekaligus sebagai upaya memberi nutrisi bagi ruh. Karena nutrisi di bulan suci Ramadhan adalah nutrisi paling sempurna untuk dikonsumsi hati kita.
Lantas apa tujuan utama dari ibadah di bulan suci Ramadhan? Begini 6 tujuan utama bulan suci Ramadhan menurut Ustadz Fahmi Salim:
- Pembentukan Karakter Taqwa
- Penguatan visi Al Quran dalam kehidupan Muslim
- Melatih kesabaran
- Melatih kedisiplinan
Pada bulan suci Ramadhan, umat Islam yang biasanya sebelum subuh belum bangun diharuskan bangun untuk sahur dan bersiap untuk ke masjid. Ini merupakan nikmat dari Allah SWT, yang harus kita jaga. Kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya.
- Kepedulian Sosial
Sesungguhnya di bulan Ramadhan kita juga dilatih untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama. Ibadah puasa merupakan ibadah individu yang pada akhirnya disempurnakan dengan melakukan ibadah sosial, yaitu zakat fitrah.
Seperti yang disebutkan dalam hadits;
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ
“Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Dawud).
- Lailatul Qadar
Menurut ustadz Fahmi Salim, Lailatul Qadar mempunyai hikmah khusus. Hadirnya bulan suci Ramadhan menjadi kesempatan bagi kita, umat Rasulullah, untuk menjadi setara dengan umat-umat terdahulu.
Bagaimana bisa? Hal itu dikarenakan pahala dan balasan yang berlipat saat kita melakukan ibadah di bulan Ramadhan, apalagi di malam Lailatul Qadar. Sehingga kita, yang rata-rata berusia puluhan tahun, dapat setara dengan umat terdahulu, yang kebanyak berusia ratusan tahun.
Itulah cara kita untuk memakmurkan usia hidup melalui ibadah di bulan Ramadhan.*