Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Perang Opium TikTok Menghampiri Kita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Mei 2024 13:00 1:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Mei 2024 12:59
Bagikan
Bagikan

Oleh: Agus M Maksum

Di medan perang digital yang tak terlihat, setiap klik adalah senjata, dan setiap data adalah wilayah kekuasaan.Bagaimana Indonesia berjuang, melawan gelombang kolonialisme data dalam ‘invasi digital’?

Hidayatullah.com | ERA baru persaingan bisnis telah tiba, di mana dominasi digital tidak hanya sekadar memperebutkan pasar, melainkan menancapkan pengaruh secara geopolitik. TikTok, yang semula dianggap sebagai arena hiburan ringan, kini bermetamorfosis menjadi senjata masa depan yang bisa mengubah arah persaingan bisnis global.

Situasi ini mengingatkan kita pada peristiwa historis “Perang Opium”, di mana pihak yang menguasai perdagangan dapat mendikte kekuatan ekonomi. Sebagaimana dikatakan Dr Indrawan Nugroho dalam sebuah podcas belum lama ini.

TikTok yang lahir dari rahim ByteDance, bertransformasi menjadi sebuah fenomena yang tak hanya memengaruhi perilaku generasi muda tapi juga mengumpulkan data dalam jumlah yang tidak terbayangkan.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Sejak diluncurkannya Douyin dan kemudian TikTok, platform ini telah mengadaptasi kecerdasan buatan dan algoritma yang memungkinkan personalisasi konten dengan akurasi yang menakjubkan.

Memiliki efek adiktif yang mempengaruhi daya konsentrasi dan kesehatan mental, TikTok juga menghadapi kontroversi yang berkaitan dengan privasi dan keamanan data.

Namun, di balik kontroversi tersebut, kekuatan TikTok dalam persaingan bisnis tidak bisa dianggap enteng. Platform ini telah mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan konsumen, mengumpulkan data, dan memahami perilaku pasar.

Kini, kita menyaksikan babak baru dari “Perang Opium” digital ini dengan akuisisi TikTok terhadap sebagian besar saham Tokopedia, salah satu decacorn Indonesia. Nilai transaksi yang mengalami penurunan dramatis menunjukkan volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi yang dihadapi oleh GoTo Group.

Akuisisi ini bukan sekadar manuver finansial, melainkan sebuah gerakan strategis yang memiliki implikasi geopolitik mendalam.

Pengambilalihan Tokopedia oleh TikTok menimbulkan pertanyaan tentang kedaulatan data nasional dan ekonomi digital Indonesia. Perdebatan mengenai kemungkinan penggabungan layanan antara TikTok dan Tokopedia serta dampaknya terhadap pasar e-commerce lokal menjadi topik hangat yang diperbincangkan.

Kekhawatiran akan dominasi pasar oleh pengaruh asing dan potensi kehilangan kendali atas data pengguna menjadi isu sentral yang tidak bisa diabaikan.

Situasi ini menempatkan Indonesia di persimpangan jalan yang kritis. Pemerintah dan pemangku kepentingan harus bergerak cepat untuk menetapkan regulasi yang memadai, memastikan perlindungan data pribadi, dan mengawal kedaulatan ekonomi.

Investasi asing memang dapat membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi, namun harus diimbangi dengan kebijakan yang mencegah penguasaan data dan informasi oleh pihak asing.

Dengan semakin kompleksnya lanskap bisnis digital, kita tidak bisa hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain aktif yang siap beradaptasi dan berinovasi.

“Perang Opium” TikTok yang kini menghampiri kita bukan hanya akan menentukan masa depan industri e-commerce, tapi juga bagaimana Indonesia dapat mempertahankan kedaulatan di tengah gempuran arus globalisasi digital.

Ini adalah perang baru yang tidak melibatkan kapal perang atau meriam, tetapi data dan pengaruh digital. Siapkah kita menghadapinya?*

Praktisi IT Terkait Platform Digital Komunitas untuk Data Berdaulat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineinvasi digitalkolonialisme dataperang dataperang digitalPerang OpiumTikTok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media AS: Arab Saudi Tangkap Warganya yang Kritik Israel
Tulisan selanjutnya Tinggalkan Hindu, Sutradara Ternama Pakistan Parmesh Adiwal Memeluk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?