Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Muslim Rohingya: Muhajirin Masa Kini [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Mei 2015 07:08 7:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Mei 2015 07:08
Bagikan
Muslim Rohingya menangis di depan Kedutaan Malaysia saat melakukan aksi tahun 2012
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

KETAATAN kepada perintah Allah –bagi mereka- pasti berbuah manis. Keyakinan mereka sungguh tidak sia-sia. Kehadiran mereka telah ditunggu-tunggu oleh penduduk Muslim Madinah. Dengan sangat menarik, al-Qur`an mengabadikan mereka dengan nama ‘kaum Anshar(kaum penolong)’. Anda bisa melihat bagaimana sambutan baik mereka ketika kaum Muhajirin datang.

Al-Qur`an menceritrakan: “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ´mencintai´ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntun”(Qs. Al-Hasyr: 9).

Salah satu contoh menarik ialah peristiwa yang terjadi antara Sa`ad bin Rabi` dengan Abdurrahman bin `Auf. Waktu itu –meskipun sebelumnya Abdur Rahman bin `Auf adalah saudagar kaya, namun ketika hijrah ia telah menjadi papa(miskin)- Sa`ad bin Rabi` pun menawarkan membagikan separuh hartanya kepada Abdurrahman, bukan hanya itu, ia yang memiliki lebih dari seorang istri, menawarkan pada Abdurrahman agar memilih yang paling disukai, kemudian akan diceraikan dan akan dinikahkan dengan dirinya. Mendapat tawaran yang tulus dan menggiurkan tersebut, Abdurrahman bin `Auf tidak sampai hati untuk mengiyakan. Ia sangat pandai menjaga harga dirinya. Ia hanya meminta bantuan agar diberitahu pasar terdekat.

Baca Juga

Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

Setelah itu ia pun berniaga sampai akhirnya menjadi saudagar sukses kembali.

Lihat betapa manisnya hubungan timbal-balik yang romantis antara kedua sahabat muhajirin dan anshar ini. Sebuah gambaran luar biasa yang bukan hanya bernilai kemanusiaan, persaudaraan, tapi juga bernilai ketuhanan. Sifat rubūbiyah Allah, seolah-olah tergambar jelas terhadap komunikasi dinamis antara kaum muhajirin dan Anshar.

Kita mungkin akan bertanya-tanya: “mengapa Muslim Rohingnya disebut sebagai, ‘Muhajirin Abad Ini’”? Pertanyaan tersebut bisa dijawab sebagai berikut: Antara keduanya memiliki persamaan meskipun setting tempat dan waktunya berbeda.

Persamaannya dapat dilihat dari poin-poin berikut: Pertama, mereka sama-sama terusir dari tanah kelahirannya. Kedua, sebabnya pun karena perbedaan latar agama. Ketiga, nasib yang dialaminya pun tak jauh berbeda. Mereka diintimidasi, dikucilkan, dihinakan, dan dipersempit ruang geraknya sehingga tidak memungkinkan lagi untuk tumbuh dakwah di sana.

Masalahnya kemudian ialah, siapa yang siap menjadi kaum Anshar (Penolong) bagi mereka? Apakah kita tega, baik dari sisi kemanusiaan maupun agama melihat orang dibantai, diusir sedemikian rupa dari negeri asalnya hanya karena latar agama? Kemana gaung PBB? Kemana orang-orang yang selalu mendewa-dewakan HAM (Hak Asasi Manusia)? Bahkan kemana umat Islam, di saat ‘kaum muhajirin Rohingnya’ membutuhkan pertolongan? Kalau negara Turki sudah berada di garda depan dalam membantu mereka, lalu aku, kamu, kita –sebagai Muslim- kapan menjadi ‘Anshar’ mereka?

Bukankah Muslim yang satu dengan yang lain bagaikan satu tubuh, satu bangunan? Kalau kesadaran sebagai Muslim telah tanggal, lalu tidakkah pintu hati kemanusiaan kita terketuk melihat mereka mengalami nasib tidak manusiawi seperti itu?. Wallahu a`lamu bidzātis shudūr.*

Penulis alumni PKU UNIDA Gontor, peminat masalah Shirah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SMP Ar-Rohmah Putra Malang Gelar Ujian Akhir Baca Kitab
Tulisan selanjutnya Rakyat Aceh Dinilai Telah Beri Keteladanan Kemanusiaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Berita
21 Juli 2026 18:02
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?