Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Isu Hudud, Islam dan Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Mei 2014 08:30 8:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Mei 2014 08:30
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Oleh: Kholili Hasib

BEBERAPA waktu lalu, isu pemberlakuan hukum pidana Islam yang diterapkan di Brunei Darussalam menuai kecaman dari pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), artis hingga politisi negara-negara Barat.

Bahkan,  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta meninjau kembali kebijakan pelaksanaan hukum hudud di Brunei. Isu-isu berkembang diarahkan kepada sebuah pandangan bahwa hukum syariah tidak manusiawi, kejam dan merendahkan hak orang.

Pengarahan isu kepada peminggiran hukum syariah tersebut tentu saja bisa kita nilai sebagai pembangunan stigma negatif terhadap Islam. Di sisi lain, isu hukuman mati di Negara-negara non-Muslim tidak sebesar pemberlakukan hukum pidana Islam di Brunei.

Di China misalnya, pernah dua koruptor dihukum mati dengan cara ditembak di kepala. Di lain itu, juga telah beberapa kali dilaksanakan hukuman mati. Meskipuan juga dikecam Negara-negara Barat, akan tetapi tidak seheboh isu hukum pidana hudud di Brunei.

Baca Juga

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka

Hudud merupakan jamak dari kata had, artinya batasan.

Menurut syar’i, istilah hudûd adalah hukuman-hukuman kejahatan yang telah ditetapkan oleh syara’ (syariat Allah) untuk mencegah terjerumusnya seseorang kepada kejahatan yang sama dan menghapus dosa pelakunya.

Juga, negara adidaya yang menyelesaikan persoalan dengan cara diperangi atas satu yang dianggap pelanggaran, tak pernah menjadi isu heboh dan ramai di negara Barat.

Barat dalam hal ini memiliki catatan dan pandangan sendiri terhadapa Islam. Ada kesan Islamophobia terhadap agama Islam.

Kecemburuan

Respon dan reaksi berlebihan yang ditunjukkan sebenarnya hanyalah bentuk kecemburuan terhadap Islam. Jika ditelisik, akar-akarnya telah lama dipupuk oleh para orientalis Barat dahulu seperti Peter Venerabilis, Martin Luther, Nicolaus Cusanus, Johannes Damascenus, William Muir dan lain-lain.

Para pendahulu orientalis tersebut memiliki cara pandangan ‘miring’ terhadap al-Qur’an, dan nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalllam.

Salah satu hujatan dan bentuk kebencian itu adalah pendapat Martin Luther, yang terkenal sebagai tokoh Protestan. Dalam pandangan Luther, pada akhirnya Al-Quran adalah karangan setan. Luther berpendapat bahwa setan adalah seorang pembohong dan pembunuh. Al-Quran mengajarkan kebohongan dan pembunuhan, dan masih banyak lagi pernyataan-pernyataan miring lainnya.

Pada satu sisi Kristen Barat mengalamai problema orisinalitas kitab suci, dan kebingunan tentang teologi.

Barangkali, yang ada dalam nalar mereka, jika agama orang Barat telah ‘dirusak’ oleh sekularisme, maka bagi orientalis Islam harus mengalamai itu juga.

Pada sisi lainnya, Islam memberi kritik terhadap problema yang dialami Yahudi dan Kristen. Dalam al-Qur’an, ketuhanan Yahudi dan Kristen dikritik.

Allah Swt berfirman: Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (Q.S 19:33).

Begitu pula al-Qur’an membongkar kejahatan kaum Yahudi. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4).

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan kamu semasa Kami angkatkan bukit Tursina itu ke atas kamu (sambil Kami berfirman): “Ambilah (dan amalkanlah ajaran Kitab Taurat) Yang Kami berikan kepada kamu itu dengan bersungguh-sungguh, dan dengarlah (Apa Yang diperintahkan kepada kamu dengan mematuhinya)”. mereka menjawab: “Kami dengar, dan Kami menderhaka”. sedang kegemaran menyembah (patung) anak lembu itu telah mesra dan sebati di dalam hati mereka, Dengan sebab kekufuran mereka. Katakanlah (Wahai Muhammad):” amatlah jahatnya apa yang disuruh oleh iman kamu itu kalaulah kamu orang-orang yang beriman.” (QS. 2: 93).

Selain itu, hanya Islam yang mampu menaklukkan Eropa. Agama-agama dan bangsa lain tidak pernah mampu. Karena itu mereka berpandangan, bahwa yang memiliki potensi untuk melawan peradaban Barat adalah Islam.

Ternyata, kecaman Barat terhadap hukum pidana Islam dapat dinilai sebagai bentuk Islamophobia dan kecemburuan terhadap Islam.

Memang hukum hudup bukan representasi utuh Islam. Sebab, hukum pidana adalah satu bagian dari peradaban Islam.

Hudud bukan Islam. Tapi peradaban Islam itu berupa; akidah, syariah, akhlak, adab, sastra dan lain-lain.

Justru unsur inti peradaban Islam adalah akidah. Oleh sebab itu, jika kaum Muslimin berkehendak menegakkan Islam sebagai pandangan hidup maka kaum Muslimin perlu memperjuangkan akidah, akhlak, adab dan syariah.

Kaum Muslimin tidak akan siap melaksanakan syariah sebelum individu Muslim dididik adab, akidah dan syariahnya.

Pofessor. Wan Mohd Wan Daud baru-baru ini memberi nasihat, bahwa untuk membina peradaban Islam dan siap menerima hukum Islam maka individu Muslim harus diedukasi terlebih dahulu dari sisi akidah, adab dan makna syariah itu sendiri. Tanpa itu kaum Muslimin tak akan siap.

Maka, kata Prof. Wan Mohd Daud, perjuangan besar saat ini adalah perjuangan membangun konsep-konsep kunci Islam. Sebab, Barat mengubah konsep Islam dan  membuat konsep baru.*

Penulis adalah Peneliti InPAS Surabaya

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratislamperadaban barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BNN Jabar Minta Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba
Tulisan selanjutnya Menteri Pertahanan Oposisi Suriah Mengundurkan Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

18 April 2026 09:01
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?