Oleh: Abu Ziad
WAJAH TB Hasanuddin, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berseri-seri siang itu. “Ayeuna mah PDI-P oge boga Kiai” (sekarang, PDI-P juga punya kiyai) ujar anggota DPR-RI itu sambil mendekati posisi Jalaludin Rahmad, Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), sebuah organisasi Syiah di Indonesia.
Di hadapan massa kader PDI-P, Hasanuddin mengatakan, “Kalau biasanya saya menyebut massa PDI-P dengan kader saja, sekarang mah bisa ditambah dengan sebutan jamaah PDI-P,” ujar Hasanuddin dikutip laman dukungan Syiah, Misykat.net.
Hari itu, TB Hasanuddin dibarengi Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung Barat Abubakar berorasi di kampanye terbuka terakhir di Lapangan PN Kertas Padalarang. Kampanye ini pun di hadiri oleh beberapa juru kampanye (jurkam) PDI-P, termasuk Jalaludin Rahmat, Ayi Vivananda dan Aa Umbara Sutisna.
Seperti diketahui, Jalaluddin Rakhmat adalah calon anggota DPR RI daerah pilihan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, nomor 1 dari PDI-P
Tentu bukan tidak ada alasa mengapa PDI-P menempatkan nama Jalaluddin Rakhmat. Ia adalah Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang mengklaim sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah (tingkat kota) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang. Bersama Dr. Haidar Bagir (Penerbit Mizan) dan Umar Shahab, ia mendirikan Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, lembaga yang berafiliasi pada Syiah.
Dalam situs Misykat.net, Jalal menuturkan mengapa pilihannya jatuh pada PDI-P.
“PDIP adalah partai yang besar dan mapan,” ujarnya. “Saya yakin, PDIP yang paling besar kemungkinan memenangkan Pemilu 2014, sehingga saya pun bisa berjuang di PDIP, “ tambahnya.
Dalam sebuah perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online (RMO), Jumat (03/05/2013) Nampak alasannya memilih PDI-P jauh lebih jelas. Setidaknya, ia ingin memperjuangkan Syiah melalui partai berlambang banteng ini.
“Boleh saya katakan, hukum impoten membela kelompok minoritas,” ungkap Jalaluddin Rakhmat. Menurutnya, hukum menjadi impoten karena beberapa hal. Di antaranya, institusi-institusi pemerintah, dan juga legislatif, mismanagement. Mismanagement ini terjadi karena orang-orang yang ada institusi-institusi tersebut tidak konsisten dalam menegakkan hukum. Karena itu Jalal ingin memperjuangkan penegakan hukum dan juga mau melindungi nasib kaum minoritas melalui jalur politik.
Ramai-ramai jalur Politik
Kisah kader Syiah masuk jalur parlemen bukan hanya ada pada Jalaluddin Rakhmat. Sebelumnya, tokoh Syiah Dr. Muhsin Labib, MA pernah menjadi calon legislatif untuk DPR pada Pemilu 2009 dari PAS. Dia menjadi calon Partai PAN dari Daerah Pemilihan Jatim IV.
Sebelum ini, di jejaring sosial ramai kabar beberapa pendukung Syiah ikut meramaikan bursa caleg 2014. Ada nama Agus Abu Bakar Al Habsy,pria kelahiran Makassar 9 Agustus 1960 terjun ke kancah perpolitikan Indonesia. Saat ini dia menjabat sebagai dewan pembina partai Demokrat dan dikenal dekat dengan presiden SBY.*
Alumni UI yang dulu pernah aktif di Masjid Arif Rahman Hakim (ARH) pernah menjadi juru bicara Syiah dalam debat dengan kelompok Sunni yang diwakili oleh Prof. Rasjidi, Imam Masjid Arif Rahman Hakim. Usai menamatkan studi di UI, Agus Abubakar al-Habsyi menjadi ketua Yayasan Baitul Hikmah di Depok dan terjun ke dunia politik. Agus al-Habsyi membantu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendirikan Partai Demokrat tahun 2001 an diangkat menjadi Ketua DPP. Saat ini, Agus Abubakar al-Habsyi menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat dan ikut menyeleksi Capres 2014 Demokrat.
Ada juga nama Sayuti Asyathri tokoh Syiah kelahiran Ambon ini adalah salah satu pionir organisasi Syiah, Ahlul Bait Indonesia (ABI). Selain dikenal sebagai tokoh Syiah, dia juga pernah menjadi kader PAN dan sekarang berpindah halauan ke PDK (Partai Demokrasi Kebangsaan) dan berhasil menjadi orang no 1 di PDK. Sayangnya, PDK gagal menjadi peserta Pemilu 2014.*/bersambung di tulisan berikutnya