Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Dear Dunia Barat: Respon Seorang Muslim Pada Akibat Serangan Teroris

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 November 2015 16:09 4:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 November 2015 08:41
Bagikan
Pada kenyataannya, sangat normal bagi kami untuk dipanggil ISIS bitches (perempuan jalang ISIS) dan para wanita yang jelas-jelas sedang hamil ditakut-takuti dengan tendangan ke arah perut
Bagikan

Oleh: Sana Al Yemen

SETELAH kejadian di Paris lalu, aku terbangun dan menemukan banyak teman-temanku yang jelas-jelas Muslim menyuarakan kekhawatiran mereka lewat sosial media.

Banyak dari para hijaber peminum Starbucks, pengguna kereta bawah tanah London, pengambil selfie, kelahiran Inggris ini merasa sebagai orang asing dan tidak diterima oleh tempat yang kini mereka sebut rumah. Seperti seorang teman dekat katakana secara pedas: “Keluargaku berasal dari Iraq, tapi aku hanya pernah tinggal di sana dua minggu. Bagaimana bisa itu kusebut rumah?”

Namun, tempat ini yang kami sebut rumah mendadak berubah menjadi 300% lebih tidak nyaman, seperti sebuah laporan sebutkan. Dengan meningkatnya kejahatan anti-Muslim yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, tidak mengejutkan bahwa aku mendengar kotoran dioleskan di pintu depan tempat ibadah kami atau melihat seorang wanita Muslim diincar, diserang, bahkan dengan sengaja didorong ke arah kereta yang berjalan.

Tidak mengejutkan pula untuk mendengar sebutan-sebutan kasar ditujukan kepada kami, atau mereka merasa perlu untuk tidak menghormati orang tua kami dan melempar alat bantu jalan mereka keluar bis, seperti tidak cukup bagi mereka untuk meluncurkan semburan penghinaan verbal dan penganiyayaan Islamophobic. Pada kenyataannya, sangat normal bagi kami untuk dipanggil ISIS bitches (perempuan jalang ISIS) dan para wanita yang jelas-jelas sedang hamil ditakut-takuti dengan tendangan ke arah perut.

Baca Juga

Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

Kasus-kasus yang kusebutkan bukan barang baru atau mengejutkan bagi komunitas Muslim di Barat. Kami menghadapi perlakuan kejam yang sama dan kami mengalami sendiri tatapan tidak ramah dari sesama penduduk setiap kali sekelompok teroris menggunakan agama kami untuk meledakkan sesuatu atau mengambil nyawa orang-orang tidak bersalah.

Hal-hal yang sama juga terjadi saat serangan Boston Marathon, saat Lee Rigby dibunuh secara kejam oleh seorang teroris bersenjatakan machete (sejenis golok) di Woolwich, saat ISIS memenggal korban bule pertama mereka pada 2014, saat bom London pada 2005 dan tentu saja, ibu dari semua kejadian tersebut: saat runtuhnya World Trade Centre pada 2001 menghancurkan dunia.

Sebagai seorang seniman Muslim, aku berusaha mengantarkan pesan kepada dunia Barat. Puisiku, Dear West tidak ditulis sebagai respon kepada serangan Paris seperti kebanyakan kritikus kira. Ini adalah jawaban terhadap sentimen Barat yang datang setelah peristiwa-peristiwa yang kusebutkan.

Ini termasuk jari-jari yang ditudingkan oleh kolega-kolega dan tetangga-tetangga kami, pandangan-pandangan menakutkan yang diberikan oleh sesama penumpang transportasi umum, dan tentu saja headline media yang memberikan atmosfer yang menyulitkan kami. Ini termasuk saran-saran konyol dari pers-pers nasional yang menyarankan kami yang berjumlah jutaan berkumpul dan berkonvoi di Trafalgar Square untuk menunjukkan betapa kami sangat mengutuk terorisme dan hasutan palsu bahwa satu dari lima anggota keluargaku bersimpati kepada para ‘pelaku jihad’ tersebut.

Banyak orang menuduhku bersimpati atau memihak issue utama: para teroris ini menyatakan diri mereka Muslim dan oleh karena itu tanggung jawab komunitas Muslim untuk berdiri melawan mereka dan bukannya Barat.

Aku akan berkata kepada para komentator-komentator bahwa aku merasa memang penting mengirim pesan ini kepada ISIS sebelum aku mengutarakan pesan kepada Barat. Tapi apakah itu akan merubah pandanganmu kepadaku?

Sementara aku paham bahwa Barat perlu merasa tenang, tapi mengapa aku harus menyalahkan segala serangan yang terjadi? Apakah aku terlibat pada serangan tersebut? Apakah ayahku yang melakukan serangan di Paris malam itu? Apakah ibuku memberikan hasutan-hasutan tentang kekerasan dari rumah kami di London? Jawaban singkatnya tentu, tidak. Jadi kenapa aku dipaksa harus menyalahkan aksi-aksi dari kelompok bodoh yang percaya bahwa Tuhan Yang Maha Esa yang kami sembah akan membuka gerbang surganya selama mereka menunjukkan darah para korban tidak bersalah yang ada di tangan mereka.

Kami sebagai komunitas Muslim, merasa muak dan lelah karena selalu disidang setiap kali ada serangan teroris dimana saja di belahan dunia ini. Kami adalah yang pertama yang mengumumkan tentang serangan tersebut, kami adalah yang pertama berdoa untuk para korban, kami adalah yang pertama mengumpulkan donasi kepada keluarga korban, tetapi setiap kali hal ini terjadi, kami yang disalahkan, diinterogasi, dan disanksikan oleh seluruh komunitas.

Untuk mengakhiri puisiku, aku menyebutkan sejumlah peristiwa yang aku yakin dunia Barat harus minta maaf kepada kami. Bagi para pendengar, itu ungkin terdengar konyol – karena memang itu konyol.

Sangat konyol bagiku untuk meminta seluruh komunitas meminta maaf atas apa yang minoritas lakukan. Seperti konyolnya dan menyedihkannya permintaan kalian agar komunitas Muslim meminta maaf atas serangan-serangan tersebut.*

Tulisan tersebut diambil dari middleeasteye.net, yang ditulis oleh Sana Al Yemen, muslimah 23 tahun yang berprofesi sebagai penyair, aktivis, dan jurnalis yang dilahirkan di Yaman dan dibesarkan di London Barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti IslambaratISISislamophobicLondonParisPrancisterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkait Masalah Syiah, Umat Islam Disarankan Rancang Regulasi kepada DPR
Tulisan selanjutnya Kemenag Tidak Kelola Keuangan Haji Mulai 2016

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?