Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2022 13:42 1:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2022 12:55
Bagikan
Bagikan

Sekularisasi yang digagas Nurcholis Madjid berasal berlatar belakang ajaran Bible, geneologi pemikiran yang diklaim “pembaharuan” itu jelas sekali dari Barat

Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasy

Hidayatullah.com | PADA tahun 1970 dan 1972 Nurcholis Madjid melempar gagasan sekularisasi. Temanya Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Penyegaran Kembali Pemahaman Keagamaan.

Sesudah itu pemikirannya disebut oleh rekan-rekannya sebagai “pembaharuan” dalam Islam.  Pada era reformasi tahun 2000-an  sekelompok anak muda melemparkan gagasan liberalisasi pemikiran keagamaan Islam.

Dimana-mana muncul tulisan “Islam liberal”, “liberalisasi pemikiran Islam”, dekonstruksi syariat dan lain sebagainya. Dan sama, secara implisit mereka mengklaim pemikiran mereka adalah “pembaharuan” dalam Islam.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

Di kalangan akademisi, juga muncul upaya-upaya yang menggugat berbagai aspek aqidah (teologi), dan syariat termasuk kitab suci dan Hadis Nabi. Inipun diklaim sebagai “Pembaharuan Islam”.

Geneologi pemikiran yang diklaim “pembaharuan” itu jelas sekali dari Barat. Pertama, sekularisasi yang digagas Nurcholis Madjid berasal dari terma modernisme, berlatar belakang ajaran Bible “Berikan hak tuhan pada tuhan dan berikan hak raja kepada raja”. Ini kemudian menjadi dalil pemisahan agama dan gereja.

Para saintis mengembangkannya menjadi doktrin epistemologi dualisme dan dikotomi.  Akhirnya agama dan sains, jiwa dan raga, obyektif dan subyektif, rasional dan empiris seperti dua kutub yang tak pernah bersatu. Ini jelas bertentangan dengan doktrin tauhid dalam Islam.

Selain dari doktrin modernisme, gagasan  Nurcholis Madjid berasal dari teologi Protestan. Ia merujuk buku Harvey Cox, The Secular City. Dari “copy” gagasan Cox itu  Nurcholis Madjid menyimpulkan bahwa syahadat adalah sekularisasi besar-besaran.

Kalimat dalam Bible dimodifikasi  Nurcholis Madjid menjadi “Menduniakan hal-hal yang duniawi dan mengukhrawikan hal-hal yang ukhrawi”. Padahal, syahadat tidak dapat dipisahkan secara dikotomis, iman secara setengah-setengah juga berdosa.

Padahal, saat ini di Barat, ide sekularisme dianggap menyesatkan. Eatine Gilson menyalahkan Islam, gara-gara teori double truth Ibn Rusyd Barat menjadi sekuler. Gara-gara sekularisme, agama di Barat ditinggalkan orang dan para pendeta pun menyesali spirituality has gone to the east.

Dalam seminar Islamic Philosophy and Science tahun 1992 di Pinang, Malaysia,  John Esposito menyatakan bahwa Barat sekarang dalam keadaan dead-lock. Karena Barat tidak pernah bisa menyatukan dualisme dan dikotomi.

Tidak seperti sekularisme, geneologi liberalisme lebih kasat mata. Meski di Barat liberalisme seumur modernisme, tapi menjadi sangat intens di era postmodernisme. Jika inti dari postmodernisme adalah relativisme, dekonstruksi, anti otoritas, persamaan (equality), dan pluralisme, maka liberalisme adalah idem ditto.

Akan tetapi, yang lebih menyolok ketika liberalisme dan juga postmodernisme itu diposisikan berhadapan dengan fundamentalisme religius. Dalam situs Kedutaan Besar AS disebutkan programnya adalah “Mengembangkan paham  pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme”.

Jadi pluralisme tujuannya adalah untuk itu. Tidak heran jika kemudian kelompok liberal di Indonesia muncul dalam posisi memusuhi kelompok yang mereka sebut “fundamentalis”.

Pluralisme seperti diklaim sebagai hal baru dalam Islam. Padahal jika maknanya adalah toleransi, Islam sudah matang bertoleransi sejak ia lahir. Dan jika maknanya adalah relativisme maka pluralisme tidak lebih dari kepanjangan tangan dari postmodernisme.

Lebih dari itu, klaim “pembaharuan” kelompok liberal itu sejatinya tidak lebih dari justifikasi paham feminisme dan kesetaraan gender, pluralisme, teori hermeneutika dan teori dekonstruksi ke dalam studi Islam.

Ini semua jelas merupakan ingredient liberalisme dan postmodernisme. Akhirnya unsur konsep Islamnya kalah dominan dibanding unsur Baratnya. Dan inilah yang menurut Foucault adalah penjajahan wacana.

Jadi ternyata “pembaharuan” telah diartikan sebagai modifikasi dan aplikasi paham Barat asing ke dalam pemikiran Islam. Jika demikian maka pembaharuan adalah perubahan terus menerus yang tidak ada jalan kembali seperti Barat.

Pembaharuan menjadi dekonstruksi kepercayaan masa lalu menjadi kontemporer. Penafian makna-makna teks secara kontekstual dan sosial sehingga sesuai dengan tuntutan masyarakat sekuler dan liberal.

Akhirnya, jika “pembaharuan” diartikan liberalisasi dan sekularisasi maka beberapa konsekuensi logis terpaksa harus diterima. Pertama, Islam akan menjadi terbarukan jika meniru paham-paham Barat. Kedua, Jika berislam tapi menentang kesetaraan gender, pluralisme, demokrasi, hermeneutika berarti mundur. Ketiga, Jika “pembaharuan” model itu dianggap benar maka tajdid ulama di masa lalu itu menjadi salah.*

Penulis adalah Direktur Institute for Study of IslamiThought and Civilazation (INSISTS). Artikel dimuat di HamidFahmy.com


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah.
Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:liberalismeNurcholis Madjidpembaharuansekularisasisekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Meluncurkan Mekanisme Baru untuk Visa Kunjungan Pribadi
Tulisan selanjutnya Dukung Asrama Binaan BIN, Pastor Benny Susetyo Sebut AMN Tempat Kaderisasi Pemimpim Masa Depam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka

22 April 2026 11:21
Ghazwul Fikr

Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

18 April 2026 09:01
Buya Hamka
ArtikelTsaqafah

Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa

23 Maret 2026 20:00
ArtikelTsaqafah

Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri

22 Maret 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?