Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Sikap Adil Melihat Kunjungan Raja Salman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Maret 2017 06:47 6:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Maret 2017 06:01
Bagikan
Raja Salman saat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (02/03/2017).
Bagikan

Oleh: Muzhirul Haq*

 

MASYARAKAT Indonesia sedang heboh membicarakan kunjungan Diplomatik Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud. Tidak tanggung-tanggung, Raja Arab Saudi itu dikabarkan membawa 112-an orang delegasi resmi.

Tentu, kedatangan Raja Salman memiliki arti penting dan strategis bagi kedua negara, Arab Saudi dan Indonesia, terutama dari sektor ekonomi.

Perubahan politik dunia, terutama di Amerika Serikat (AS) yang sedang kurang bersahabat dengan Islam dan Timur Tengah, ini juga menjadikan kunjungan Raja Salman lebih ke arah kerja sama ekonomi.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang diskriminatif terhadap Islam dan Timur Tengah, membuat ketidaknyamanan bagi para investor Timur Tengah. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia mulai dilirik oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Pentingnya Kunjungan Raja Salman bagi RI dan Arab Saudi

Kunjungan Raja Salman bertepatan dengan isu nasional yang lagi hangat dan ramai dibicarakan, yaitu kasus penistaan ayat suci al-Qur’an dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Banyak persepsi dan analisa bermunculan.

Belum lagi isu dana investasi yang telah Arab Saudi persiapkan. Sehingga banyak analis yang mengambil kesimpulan bahwa kunjungan Raja Saudi ini lebih kepada ingin menjadikan Indonesia negeri yang merdeka dan berjaya dari cengkeraman hegemoni asing (baca: kafir).

Yang terbaru adalah sebuah tulisan yang dikonsumsi di media sosial. Penulisnya menganalogikan kunjungan Raja Salman seperti perang Tabuk pada zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam.

Dimana pada peperangan itu Rasulullah keluar dari Madinah bersama 30.000 pasukan, untuk memberikan sinyal kepada musuh akan kekuatan kaum Muslimin dan sebagian bentuk psywar terhadap koalisi Yahudi yang berada di sekitar Madinah. Kesimpulannya bahwa apa yang dilakukan Raja Salman adalah strategi jenius sebagaimana yang Rasulullah lakukan pada perang Tabuk.

Tentu kita semua mempunyai harapan besar akan hubungan antar dua negara Islam ini untuk selalu bersinergi. Corak kultur dan  latar belakang agama yang sama menjadi nilai lebih untuk kerja sama yang lebih baik.

Indonesia butuh tandem kuat untuk bisa lepas dari usaha pencaplokan beberapa kekuasaan di kawasan.

Indonesia-Arab Saudi Sepakat, Kemerdekaan Palestina Harus Terus Diperjuangkan

Di sisi lain, sebagai Muslim yang hanya fanatik kepada kebenaran, kita tidak boleh gegabah. Seorang Muslim harus  amanah: tidak mengatakan atau menuliskan kecuali apa yang bisa kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala.

Setelah jatuhnya kekuasaan Utsmaniyah, kita mengenal Perjanjian Sykes-Picot. Pada  tahun 1916 terdapat  perjanjian rahasia antar pemerintah Britania Raya dengan pemerintahan Prancis yang diikuti dan disetujui oleh Kerajaan Rusia. Dimana, dalam perjanjian ini ketiga negara mendiskusikan pengaruh dan kendali di Asia Barat setelah jatuhnya Kerajaan Utsmaniyah pada Perang Dunia I yang telah diprediksi sebelumnya.

Perjanjian ini secara efektif membelah daerah-daerah Arab di bawah Kerajaan Otoman di luar Jazirah Arab, sehingga di masa depan dapat ditentukan dimana kendali atau pengaruh Inggris atau Prancis akan berlaku.

Sejak jatuhnya khilafah dan terjadinya pemetaan negara-negara Islam sampai sekarang, negara-negara Arab belum sepenuhnya bangkit. Kendali negara-negara Eropa masih kuat mencengkeram.

Dan kita sampai sekarang menyaksikan secara jujur bahwa belum ada negara Arab Islam yang 100 persen memperjuangkan nilai-nilai dan harga diri kaum Muslimin.

Masyarakat Antusias Sambut Raja Salman, Pemerintah Indonesia Diharapkan Menangkap Pesannya

Apa yang terjadi di Palestina, Suriah, dan negara negara Arab menjadi bukti kuat, bahwa negara Arab masih penuh dengan kepentingan dan kedaulatan individu.

Kesimpulan yang terburu-buru adalah bumerang bagi barisan kita sendiri. Apa yang diperlukan adalah at-tawassuth (pertengahan) dalam bersikap, tidak fanatik buta dan juga tidak alergi parah. Silakan menempatkan kunjungan ini sesuai dengan porsinya.

Dan tentunya yang tidak kalah penting adalah untuk tidak memaksa menjadi jubir bagi siapapun, jangan merasa alim sehingga memberi opini ngawur, analisa yang tidak  penting ataupun sok tahu.

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabannya.” (QS: Al-İsra).*

 

Penulis sedang studi di Turki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dunia Islamhubungan bilateral Indonesia-Arab SaudiIndonesia-Arab SaudiKerajaan Arab Saudikerja sama RI-Arab Saudikrisis dunia IslamKunjungan Raja SalmanKunjungan Raja Salman ke IndonesiapalestinaRaja Arab SaudiRaja Salman bin Abdul 'Aziz Al-Sa'udRaja Salman kunjungi IndonesiasuriahTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raja Salman Shalat Sunnah di Istiqlal, Disambut Ribuan Umat Islam
Tulisan selanjutnya Taliban Konfirmasi Kematian Mullah Abdul Salam Akhund

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?