Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Tiga Langkah Menuju Akad Nikah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Mei 2016 08:07 8:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Mei 2016 09:01
Bagikan
Bagikan

 

Oleh: Ni’matul Khoiriyyah  

 

MUNGKIN agak janggal ketika tulisan dengan tema pernikahan ini ditulis oleh seseorang yang belum menikah. Never mind, dunia ini luas, ilmu Allah bertebaran di mana-mana. Ilmu Allah ada yang tertulis, ada yang tersebar dalam wujud fenomena alam/kauniyah.

Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah madrasah. Kita sebagai ‘abd-Nya yang harus aktif mengakses ilmu-ilmu Allah untuk bekal hidup kita fiddaroini.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Well, apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar/membaca kata “nikah”? Ada yang langsung membayangkan sebuah akad yang khidmat, resepsi yang meriah, kado yang melimpah, atau bahkan partner hidup yang setia walau kadang tak seiya sekata. Atau ada yang memiliki gambaran buruk (na’udzubillah) perceraian, pengkhianatan, penipuan, misalnya.

Setiap orang punya gambaran masing-masing tentang pernikahan, namun apakah sebenarnya tujuan utama pernikahan itu?

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum : 21)

Supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Ternyata tujuan utama pernikahan adalah ketentraman, ketenangan hati. Sejenak kita mengingat sejarah, bukankah Abuna Adam a.s. di surga-Nya yang begitu indah dan sempurna masih merasa kesepian padahal semua yang dibutuhkan dan diinginkan tersedia? Ternyata ada yang kurang, apa itu? Sakinahnya hati, karena beliau membutuhkan seorang pendamping lalu Allah hadirkan Ummuna Hawa’.Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasang, untuk saling mengisi, saling menguatkan, saling menentramkan, saling melengkapi dan saling berkasih-sayang satu sama lain.

Ketika kita sudah mengetahui tujuan utama pernikahan, langkah apa yang harus kita jalani untuk menuju akad nikah yang berkah?

Langkah pertama, mempersiapkan adalah jawaban terbaik. Bagaimana mempersiapkan diri agar menjadi partner hidup yang setia dan mulia akhlaknya, mampu melipur kala pasangan tengah gulana, mampu menghadirkan senyum kala pasangan tengah terluka, mampu menghadirkan tawa saat rasa lelah menyapa, mampu menghibur kala pasangan tengah berduka, mampu menjadi motivator terhebat untuk mengajak taqarrub pada Pencipta.

Subhanallah, andai semua tujuan dan tugas-tugas mulia ini disadari oleh setiap pasangan tentu kebahagiaan abadi senantiasa didapatkan. Meskipun hidup tidak penuh dengan kebahagiaan, namun duka pun tak ada yang abadi. Hidup adalah rangkaian dari nikmat dan ujian, bahagia dan duka, tangis dan tawa, luka dan karunia.

Langkah kedua, coba kita cermati petikan lirik lagu ini.

Bukan harta bukan rupa, bukan pula kehebatan

 iman dan taqwamu sayang, mencintaimu aku tenang

Ada lagi

Bukan karena cantik wajahmu aku sayang kamu

 bukan karena harta ayahmu aku cinta kamu

 bukan karena senyum manjamu aku sayang kamu

bukan karena kedudukanmu aku cinta kamu

luhur akhlakmu, kejujuranmu serta ilmumu

itulah yang membuatku tergila-gila padamu

dan satu lagi

soal miskin atau kaya bagiku tiada problema

yang penting dia setia, beriman serta bertakwa

Ternyata hal mendasar yang paling kita butuhkan dari seorang partner hidup adalah keimanan dan ketaqwaan. Keluhuran akhlak, ilmu, dan kesetiaan adalah penjabaran detail dari sifat orang yang berimtaq. Singkat kata, orang yang takut kepada Allah, pasti takut menyakiti orang lain, apalagi pasangannya. Maka ketika kita menikah dengan pria sholeh, jika dia mencintai kita, dia akan memuliakan kita. Sebaliknya, jika dia tidak mencintai kita, dia tidak akan mendholimi kita karena begitu takutnya ia kepada Allah, dan sadar akan tanggungjawabnya setelah akad nikah.

Dan …, ketika imtaq adalah hal mendasar yang kita butuhkan dari pasangan, maka kita pun harus menjadikan diri kita juga sebagai orang yang berimtaq. Sebagaimana kita mendambakannya menjadi imam yang berimtaq, ia pun mendambakan sosok makmum yang berimtaq.

Langkah ketiga, tanamkan keyakinan untuk berkomitmen. Bagaimana menanamkan keyakinan? Tentu kita harus mempunyai kriteria sebagai pertimbangan. Pasangan yang bagaimana yang kita butuhkan untuk menjalani kehidupan bersama di usia dunia yang sudah tua ini? Pasangan yang bagaimana yang sekiranya sevisi dengan kita untuk melahirkan generasi penegak panji-panji keislaman? Pasangan yang bagaimana yang sekiranya mau berusaha bersama kita untuk mendidik putra-putri yang akan menarik tangan kita ke surga?

Tetapkan kriteria dan nomor satukan agama, “fadhfar bi dzatiddin”. Setelah melewati tahapan kriteria, setorkan proposal pada-Nya. Hanya Dia yang tahu siapa jodoh kita. Minta petunjuk-Nya, istikharah, ajukan proposal sekaligus minta pertimbangan adakah bagian yang perlu direvisi atau mungkin harus dirombak.

Sekiranya sinyal ACC sudah ada, yakini untuk berkomitmen bahwa kita akan sama-sama setia, menghadapi apapun bersama-sama dalam naungan cinta-Nya. Dahulukan komitmen di atas rasa, karena yang cinta belum tentu mampu berkomitmen, namun yang mampu berkomitmen dengan penuh keyakinan, Allah akan tumbuhkan cinta itu secara natural.

Baik, karena tulisan ini ditulis oleh orang yang belum menikah, mohon yang sudah menikah atau yang lebih berpengalaman memberikan masukan di kolom komentar, apabila ada yang masih salah mohon diluruskan, apabila ada yang benar silakan diambil hikmahnya, semoga bermanfaat dan barakah.

Hadanallah wa iyyakum. Semoga yang belum menikah didekatkan dengan jodohnya dan dimudahkan jalan persatuannya. Yang sudah menikah diberikan sakinah mawaddah wa rahmah dan mampu menjadi uswah hasanah bagi yang belum.Aamiin.*

Penulis mahasiswi Pascasarjana IAIN Tulungagung

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jodohmenikahpernikahansakinah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Maladewa Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
Tulisan selanjutnya Indonesia Dinilai Tidak Bisa Singkirkan Peran Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?