Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Langkah Rasul Membangun Peradaban Unggul

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2016 06:29 6:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2016 06:29
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

oleh: Muhammad Faruq Al-Mundzir

 

Hari AHAD kaum muslimin sudah memasuki tahun baru hijriah yang ke-1438  H atau 1 Muharram bertepatan dengan 2 Oktober 2016. Muharram adalah bulan pertama dalam urutan bulan-bulan menurut islam atau dalam kelender hijriah, sedangkan tahun Hijriah diawali dengan hijrahnya nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dan para sahabat ke kota yatsrib.

Itu artinya, Bulan Muharram adalah bulan yang menjadi saksi bisu bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya memulai langkah awal di Kota Yatsrib (Madinah) yang dikemudian hari menjadi cikal bakal peradaban Islam yang Agung.

Maka, marilah kita kembali membuka lembaran-lembaran sejarah tentang apa saja yang Rasulullah lakukan diawal hijrahnya dalam cita-citanya membangun peradaban rabbani.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Setidaknya, ada dua aspek yang rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam terapkan setibanya di madinah.

Pertama, aspek spiritual dengan membangun masjid. Sebagai mana yang ditulis syeikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam sirah nabawiyyah, langkah paling pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid yang kemudian dikenal dengan masjid Nabawi, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam terjun langsung dalam pembangunan ini.

Masjid yang didirikan nabi bukan hanya untuk melaksanakan shalat semata, tapi juga tempat mengenyam pendidikan bagi semua umat muslim, sebagai balai pertemuan untuk mempersatukan umat islam dan membahas berbagai masalah, juga tempat tinggal kaum muhajirin yang tak membawa harta ke Madinah.

Fakta tersebut tentu berseberangan dengan keadaan sekarang. Dimana kaum muslimin kebanyakan hanya menggunakan masjid sebagai sarana ibadah seperti shalat. Sangat jarang ditemukan masijd yang Multifungsi.

Kedua, aspek sosial dengan mempersaudarakan dan mempersatukan kaum muslimin. Setelah Rasulullah membangun masjid, Rasulullah lalu mengambil tindakan spektakuler, yaitu dengan mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshar.

Tentang hal ini, Ibnu Qayyim menuturkan, “kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam mempersaudarakan antara orang-orang muhajirin dan kaum anshar di rumah Anas bin Malik. Mereka yang dipersaudarakan ada Sembilan puluh shahabat, separuh dari muhajirin dan separuhnya dari anshar.”

Selain itu, makna persaudaraan ini menurut Muhammad al-ghazali adalah agar fanatisme jahiliah menjadi cair dan tidak ada yang dibela selain islam, juga agar perbedaan-perbedaan warna kulit, dan daerah tidak mendominasi, dan agar seseorang tidak merasa lebih unggul dari yang lainnya.

Di samping mempersaudarakan, Rasululullah juga banyak menganjurkan persatuan dan  saling tolong menolong di antara umat islam, agar umat islam semakin solid. Di antara hadits-hadits beliau di masa-masa awal hijrah antara lain; Abdullah bin salam berkata, ”tatkala Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam tiba di Madinah, aku mendatangi beliau, maka aku bisa melihat bahwa wajah itu bukan lah wajah pendusta. Yang pertama kali kudengar dari beliau adalah sabda beliau, “wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali persaudaraan, dan shalatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” (HR At-tarmidzi, ibnu majah, dan Ad-darimi)

Dari beberapa lembaran sejarah di atas, setidaknya kita bisa mengambil pelajaran bahwa dalam mencapai cita-cita kita yaitu khilafah, perlu diterapkan sekurang-kurangnya 2 hal, yaitu mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala, menjalin silaturrahim, membangun jama’ah, dan bermusyawarah. Hal ini bisa lakukan dengan maksimalisasi masjid. Kemudian yang selanjutnya, seorang muslim harus saling tolong-menolong, mempunyai kepekaan social yang tinggi, mempunyai rasa kasih sayang dan suka berbagi. Hal ini bisa di implimentasikan dengan sedekah, infaq serta berzakat.

Maka dari itu marilah kita jadikan hadirnya kita di dalam bulan muharram ini dengan mencontoh apa-apa yang telah beliau lakukan atau marilah kita memulai dari awal, sebelum terlambat, sehingga akan lahir kembali peradaban yang menjamin kesejahteraan masyarakat, keadilan para pemimpin,  dan negara yang makmur sentosa. Wallahu a’lam bisshawab.*

Penulis mahasiswa STAIL Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan Muharamhijrah ke madinahhijriyahperadaban Islamtahun baru islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Satu Tahun FSLDK Indonesia Menyerukan Kebangkitan
Tulisan selanjutnya Bulgaria Ikut Eropa Larang Cadar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?