Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Kejahatan itu Lemah Maka yang Baik Jangan Takut

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 27 Juni 2020 11:12 11:12 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 27 Juni 2020 11:12
Bagikan
Bagikan

Oleh: Imam Nawawi

 

Hidayatullah.com | UMAT Islam di Indonesia kembali harus “terbangun” seiring dengan mencuatnya RUU HIP yang mengguncang ketenangan berbangsa dan bernegara. Di tengah pandemi, dimana korban terus berjatuhan, rakyat dalam kesulitan, para pejabat bangsa, dalam hal ini pemerintah dan DPR-RI terindikasi menyepakati pembahasan RUU yang sama sekali tidak dibutuhkan oleh rakyat dan umat Islam.

Pada saat yang sama, ketidakadilan hukum begitu gamblang terpampang di panggung kehidupan bangsa dan negara. Kasus Novel Baswedan sempat menjadi headline di beragam media massa dan media sosial, terutama setelah ia tampil dalam acara Mata Najwa dalam tajuk “Novel Tak Berujung.”

Satu ungkapan menarik dari penyidik senior KPK itu adalah perihal yang benar jangan takut, harus berani mengkritisi dan mendorong Presiden Jokowi bertindak tegas dan jelas dalam segala permasalahan yang ada agar ke depan kejahatan dan ketidakadilan hukum tidak lagi terjadi di negeri ini.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

“Ayolah kita nggak boleh diam, kita kritisi. Tapi mengkritisi untuk ke depan akan menjadi lebih baik. Kita dorong agar Pak Presiden benar-benar mau dan punya kekuatan untuk mengambil sikap yang tegas, mengusut segala permasalahan yang ada di balik ini. Kenapa, kalau kita melihat negara kita tentu kita berharap kepada Pak Presiden. Beliau adalah Presiden kita semua. Kita berharap apabila ini diusut tidak menjadi keburukan. Semoga orang-orang yang berbuat begini tidak berani lagi berbuat ke depan. Itu poin pentingnya.”

Secara langsung, seorang Novel Baswedan memberikan arahan jelas bahwa untuk membawa bangsa ini lebih baik, semua pihak harus berani tegas dan langsung menyampaikan aspirasi, mendorong dan mendesak Presiden RI Bapak Jokowi berani bertindak secara objektif, adil, dan benar-benar mengedepankan nurani dan kemaslahatan bangsa dan negara. Sebab dalam sistem presidensial seperti Indonesia ini, presiden menjadi pihak terdepan untuk semua permasalahan didorong berjalan secara baik, adil, dan transparan.

Gelombang Umat

Sejak kecil kita telah mengenal pepatah, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” RUU HIP tentu akan menjadi sebuah bencana besar jika umat Islam tidak bersatu. Bersyukur kepada Allah, umat Islam sigap dan bergerak cepat, hingga akhirnya Pemerintah memutuskan untuk menunda bahasan RUU yang sangat destruktif bagi dasar dan ideologi negara ini.

Menariknya, begitu umat Islam bergerak yang dalam hal ini diwakili oleh ormas Islam bahkan MUI, banyak partai yang kemudian “cuci tangan.” Beramai-ramai anggota DPR mengeluarkan statement yang intinya mereka tidak terlibat menyetujui pembahasan RUU HIP itu. Dalam kata yang lain, bersatunya umat Islam dalam suara yang padu telah menjadikan pihak yang tadinya merasa aman belingsatan seperti tikus kena perangkap.

Poin ini sangat penting dijaga, bahwa kala umat Islam bersatu, suaranya, aspirasinya sudah cukup menjadi gelombang besar yang memporakporandakan agenda terselubung yang merongrong keutuhan bangsa dan negara. Bagaimana jika momentum ini dijadikan sebagai titik balik kebangkitan umat dengan melakukan konsolidasi lebih terarah agar ke depan tidak ada lagi “kenekatan” yang dipertontonkan di depan publik, sehingga banyak menimbulkan keresahan dan ketidakadilan.

Langkah terbaik untuk mengatasi dan mencegah kemunkaran lebih merajalela di dalam negeri ini maka orang-orang baik harus terus menyuarakan kebenaran. Semakin banyak yang bersuara semakin ciut nyali para penjahat. Semakin serempak bersuara semakin tenggelam narasi yang tidak berdasar di ruang publik.

Dan, dalam hal ini kita bisa sama-sama melihat bagaimana kebanyakan anggota DPR yang justru paling awal ketakutan. Karena mereka sadar bahwa apa yang dilakukannya ternyata berbanding terbalik dengan janji-janji saat kampanye. Bahkan, dalam situasi sulit karena wabah Covid-19 mereka tega menjadikan jabatannya sebagai wakil rakyat untuk mengkhianati kepercayaan yang selama ini diberikan kepada mereka.

Sadarlah, bahwa orang yang berpikir jahat tidak pernah merasa kuat apalagi tenang dan aman. Justru mereka sangat ketakutan. Oleh karena itu, pihak-pihak yang baik, yang menghendaki bangsa ini selamat dan kian baik ke depan harus bersatu dalam suara dan gerak nyata. Agar gelombang yang sekarang ada dapat menjadi kekuatan penentu kembalinya bangsa dan negara ini pada dasar negara yang sama-sama kita cintai yakni Pancasila.*

Peminat Media Sosial

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amar ma'rufkebenaranMelawan KejahatanMimbarnahi munkar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pki islam Korlap: Tidak Ada Rencana Pembakaran Bendera PDIP
Tulisan selanjutnya Nigeria Kecam Serangan Atas Kedutaannya di Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?